BACAAJA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bilang, atap seng itu bikin pemandangan gak indah. Ia pun bikin gebrakan lagi, pgoram ‘gentengisasi’ untuk seluruh penjuru Indonesia.
Menurut Prabowo, seng itu problematik banget—bikin rumah terasa kayak oven saat siang hari, gampang karatan, dan dinilai kurang mendukung tampilan Indonesia yang indah.
“Saya lihat hampir semua desa dan kota kita terlalu banyak atap dari seng. Seng ini panas untuk penghuni dan berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” kata Prabowo dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Bacaaja: Prabowo Bilang Pendidikan Penentu Masa Depan, tapi Anggarannya Malah Disunat buat MBG
Bacaaja: Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik
Prabowo pengin semua atap bangunan di Indonesia nantinya pakai genteng berbahan tanah karena dianggap lebih adem dan tahan lama. Bahkan, ia menyebut ini bakal jadi gerakan nasional.
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti gerakannya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” tegasnya.
Supaya program ini nggak cuma jadi wacana, pemerintah berencana melengkapi Koperasi Merah Putih dengan pabrik genteng. Harapannya, produksi lokal ikut naik dan ekonomi bisa ikut gerak.
4 pilar gentengisasi, 5 warna pilihan
Program gentengisasi disebut punya empat fondasi utama:
Estetika: Bikin wajah permukiman lebih rapi dan enak dipandang.
Identitas: Genteng dianggap merepresentasikan karakter arsitektur Nusantara.
Kenyamanan: Lebih cocok buat iklim tropis karena bikin rumah terasa sejuk.
Ekonomi: Bisa membuka lapangan kerja dan menggerakkan industri genteng lokal.
Nggak setengah-setengah, program ini juga punya konsep warna bernama “Nusantara Horizon.” Pilihannya mulai dari biru langit, navy, hijau emerald, abu-abu, sampai terakota.
Biru langit disebut memberi efek menenangkan, navy terlihat elegan, hijau emerald merepresentasikan alam, abu-abu terkesan modern, sementara terakota dianggap punya vibe khas Nusantara.
Meski begitu, ide “gentengisasi” langsung bikin netizen ramai. Ada yang mendukung karena dinilai lebih ramah iklim tropis, tapi nggak sedikit juga yang penasaran: duitnya dari mana?
Pakai dana APBN
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bilang gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo direncanakan pakai dana APBN alias uang negara.
Ia memastikan industri genteng yang jadi bagian dari program tersebut bakal mendapat dukungan pembiayaan pemerintah.
Nantinya, Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) juga bakal dilibatkan dalam rantai industri genteng ini.
Menurut Airlangga, kalau Indonesia mau serius meningkatkan sektor pariwisata, ada hal-hal mendasar yang harus dibenahi, dan itu bukan cuma destinasi wisata.
“Itu low hanging fruit untuk meningkatkan turis. Tetapi turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat,” kata Airlangga kepada wartawan di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (*)

