BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang memastikan proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk ulama kharismatik KH Sholeh Darat segera dikirim ke pemerintah pusat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan saat ini Pemkot tengah memfinalisasi kajian akademik dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebelum berkas resmi diajukan.
Pernyataan itu disampaikan Agustina usai membuka seminar nasional bertajuk “Jejak Perjuangan KH Sholeh Darat dalam Rangka Penguatan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional”, Kamis (29/1/2026).
Menurut Agustina, seminar tersebut menjadi bagian penting untuk mematangkan proses pengusulan sekaligus memperkaya literasi publik tentang kiprah KH Sholeh Darat. “Ini seminar nasional terakhir dengan berbagai macam muatan. Mudah-mudahan bisa menjadi pintu masuk dalam usulan 2026,” ujarnya.
Baca juga: Dorong Kiai Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional, Gus Huda Dapat Penghargaan
KH Sholeh Darat, yang memiliki nama asli Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani, dikenal sebagai guru dari sejumlah tokoh besar bangsa. Di antaranya KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), hingga RA Kartini.
Agustina menegaskan, Pemkot Semarang sudah menempuh berbagai langkah maksimal, mulai dari kajian ilmiah hingga promosi sosok KH Sholeh Darat secara lebih masif ke publik.
Kirim Data
“Tim pengkajinya sudah lengkap. Awal Februari data resmi dari Pemkot harus dikirim. Kalau lewat, pengajuan tidak bisa masuk,” tegasnya. Ia memastikan seluruh tahapan administratif dijaga ketat agar tidak ada celah yang bisa menggugurkan pengajuan.
Sementara itu, Sekretaris Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda), Muhammad Ichwan, menilai Semarang membutuhkan figur teladan lokal yang bisa dikenalkan ke generasi muda.
“Anak-anak sekolah perlu contoh pahlawan dari kotanya sendiri. Jepara punya Kartini, Jatim punya Hasyim Asy’ari, Yogyakarta ada Ahmad Dahlan,” ujarnya.
Baca juga: Inilah Sosok Kiai Sholeh Darat, Ulama Pejuang dari Nusantara yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Ichwan menambahkan, upaya mengusulkan KH Sholeh Darat sebenarnya sudah berjalan lama. Sejak 2012, berbagai pihak telah mengumpulkan manuskrip, peninggalan sejarah, serta melakukan penelitian mendalam.
Dari proses itu, lahir komunitas Kopisoda yang fokus pada penerjemahan kitab, pencetakan ulang naskah, hingga penulisan buku-buku baru tentang pemikiran KH Sholeh Darat.
Guru para pahlawan sudah lama diakui sejarah, tinggal negara yang perlu mengetuk palu. Semoga kali ini, KH Sholeh Darat tak lagi sekadar nama di balik layar, tapi berdiri sejajar di halaman depan sejarah bangsa. (tb)

