Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir

Kalau uang bisa ngomong, mungkin lagi bilang gini: “Nyaman juga ya di Jawa Tengah.” Soalnya sepanjang 2025, duit investasi nggak cuma mampir, tapi betah dan numpuk. Nilainya pun nggak main-main, tembus puluhan triliun dan bikin Jateng cetak rekor baru.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 6:32 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
AKTIVITAS PEKERJA: Aktivitas pekerja di salah satu pabrik tekstil di Jawa Tengah. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jawa Tengah lagi-lagi bikin catatan tebal di buku sejarah ekonomi. Sepanjang Januari-Desember 2025, realisasi investasi di provinsi ini tembus Rp 88,50 triliun, jadi yang tertinggi sepanjang masa.

Data ini dirilis langsung Kementerian Investasi/BKPM, Kamis, 15 Januari 2026. Angka tersebut datang dari dua sumber utama: Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 37,64 triliun.

Bukan cuma duit yang masuk, aktivitas usahanya juga rame. Total ada 105.078 proyek yang jalan dan sukses menyerap 418.138 tenaga kerja. Singkatnya: investor datang, proyek jalan, lapangan kerja kebuka.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bilang, capaian ini bukan kebetulan. Menurutnya, Pemprov Jateng memang sengaja pasang mode “ramah investor”.

“Kami berkomitmen jadi manager marketing investasi. Kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha itu wajib. Investor harus nyaman kalau mau nanam modal di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Kepercayaan investor, kata dia, jadi modal penting buat ngegas pertumbuhan ekonomi daerah. Pemprov pun janji bakal terus jadi partner strategis biar ekonomi tumbuhnya nggak timpang dan tetap berkelanjutan.

Kalau ditarik ke belakang, lonjakan investasi ini kelihatan jelas. Pada 2024, investasi Jateng tercatat Rp 68,67 triliun. Setahun kemudian, angkanya melonjak Rp 19,83 triliun atau naik 28,88 persen. Lonjakan yang bikin grafik ekonomi senyum lebar.

Baca juga: Jateng Magnet Investasi Padat Karya, Serapan Tenaga Kerja Tertinggi se-Pulau Jawa

Menurut Luthfi, kuncinya ada di perizinan yang makin ngebut, kawasan industri yang makin siap, plus stabilitas daerah yang terjaga. “Pemprov bareng kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi. Targetnya satu: proyek jalan tepat waktu, investor nggak ribet,” ujarnya.

Kepala  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari menambahkan, ada lima daerah yang jadi penyumbang terbesar realisasi investasi 2025. Di posisi atas ada Kabupaten Kendal dengan Rp 15,86 triliun, disusul Kota Semarang Rp 11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp 9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp 6,73 triliun, dan Kabupaten Semarang Rp 4,38 triliun.

Investasi Merata

Menurut Sakina, peta investasi mulai merata, terutama di kawasan Pantura dan sekitar kawasan industri strategis. “Kendal, Batang, dan Demak membuktikan kawasan industri terintegrasi itu magnet investor. Sekali datang, dampaknya langsung terasa ke lapangan kerja,” katanya, Selasa (19/1/2026).

Dari sisi sektor usaha, investasi Jateng 2025 masih didominasi industri pengolahan. Paling gede datang dari industri barang kulit dan alas kaki senilai Rp 11,37 triliun.

Lalu industri mesin dan elektronik Rp 9,70 triliun, karet dan plastik Rp 8,96 triliun, tekstil Rp 7,97 triliun, serta perumahan dan kawasan industri Rp 7,47 triliun.

Dominasi manufaktur ini, kata Sakina, makin mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai basis industri nasional. “Kami dorong hilirisasi dan industri padat karya supaya pertumbuhan ekonomi benar-benar nyentuh kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi negara asal PMA, lima besar investor di Jawa Tengah berasal dari Hong Kong (Rp 12,92 triliun), Singapura (Rp 11,43 triliun), China (Rp 10,13 triliun), Korea Selatan (Rp 4,96 triliun), dan Samoa Barat (Rp 2,96 triliun).

Baca juga: Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

Kabar baiknya lagi, sektor Usaha Kecil dan Mikro (UMK) juga ikut kebagian panggung. Sepanjang 2025, investasi UMK mencapai Rp 22,143 triliun, naik 12 persen dibanding 2024. Angka ini berasal dari Usaha Kecil Rp 7,929 triliun dan Usaha Mikro Rp 14,214 triliun.

Sakina memastikan, Pemprov Jateng bakal terus menjaga kepercayaan investor, baik lokal maupun asing.

“Stabilitas daerah, kepastian regulasi, dan sinergi lintas sektor tetap kami jaga. Target kami jelas: Jawa Tengah jadi gerbang investasi utama Indonesia,” tandasnya.

Kalau investasi sudah betah parkir sampai puluhan triliun, tinggal satu PR: jangan sampai duitnya betah di angka statistik, tapi lupa mampir ke kantong rakyat. (tebe)

You Might Also Like

Gereja Blenduk Comeback! Jadi Ikon Kota Lama, Makin Kinclong dan Sarat Makna Toleransi

Jateng-Lampung Gandengan, Kerja Sama Senilai Rp 832 Miliar per Tahun Diteken

Netizen Bully Puan soal “Sikap Hormat”, Padahal Aturannya Jelas Nih

Botol Bekas Ditukar Lumpia, Cara Pemkot Ajak Warga Peduli Sampah

5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?

TAGGED:headlineinvestasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cuaca Lagi Galak, Sekda Jateng Bilang: Tenang, Beras Masih Aman
Next Article Kantor Baru Megawati Institute Rampung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

ILUSTRASI IKN - Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi kota hantu. (grafis/wahyu)

MK Tegaskan Ibu Kota Negara Masih Jakarta, Pembangunan IKN Sia-sia?

IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.

Total 24 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci, Terbaru Calhaj dari Medan

LAYANI PELANGGAN - Pegiat sosial-budaya sekaligus pemilik Angkringan West, Udin Larahan sedang melayani pelanggan warungnya. (dul)

“Ndes” Mulai Jarang Kedengeran, Dialek Semarangan Pelan-pelan Hilang dari Tongkrongan

MUSEUM - Museum Ranggawarsita, Kota Semarang. (ist)

Nasib Pilu Pengunjung Museum Ranggawarsita Semarang, Bocah SD Tewas Tertimpa Patung

Rapat Belum Kelar, Asap Rokok dan Game Keburu Viral Dulu, Nah Loh…

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pengangguran.
Pendidikan

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

September 18, 2025
Ekonomi

Agustina Tanam Batu, Nyalain Ekonomi Rakyat

Oktober 19, 2025
Prabowo di Pidato Kenegaraan HUT RI ke-80 tampil bak final boss yang ngeluarin jurus kombo: gaji hakim naik 280%, korupsi dibongkar, sawit ilegal digusur, tentara digemukin komandonya, petani dibikin tajir lewat surplus beras 4 juta ton, dan kemiskinan ekstrem dibidik nol persen. Foto: dok
Unik

Prabowo di Pidato Kenegaraan: Naikin Gaji Hakim, Bongkar Korupsi, sampai Bikin Beras Surplus

Agustus 15, 2025
Daerah

Luthfi: Banjir Demak Nggak Cuma Soal Tanggul Jebol

April 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?