Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Emang Gen Z Sengeri Itu? Masuk Kuliah tapi Gak Bisa Baca, Kampus di AS ‘Nyerah’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Emang Gen Z Sengeri Itu? Masuk Kuliah tapi Gak Bisa Baca, Kampus di AS ‘Nyerah’

R. Izra
Last updated: Januari 19, 2026 6:29 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi pelajar membaca buku tapi gagal memahami isinya. (grafis/wahyu)
Ilustrasi pelajar membaca buku tapi gagal memahami isinya. (grafis/wahyu)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Ada masalah serius yang lagi diam-diam ngehantui generasi muda. Sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS) kini dibuat kelimpungan karena banyak mahasiswa Gen Z yang masuk kuliah tapi kemampuan bacanya jeblok.

Mereka gak bisa baca secara benar. Bukan berarti gak mengenal huruf alfabet. Tapi mereka gak bisa memahami kalimat.

Bukan cuma susah memahami bacaan berat, bahkan ada yang dinilai nggak sanggup membaca satu kalimat utuh.

Bacaaja: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online
Bacaaja: Fenomena Drama China: Fantasi Utopis dalam Negara yang Distopik

Fakta ini terungkap dari laporan Fortune yang mewawancarai sejumlah dosen di kampus-kampus ternama AS.

Para pengajar mengaku terpaksa menurunkan standar akademik demi bikin kelas tetap jalan.

Salah satunya diungkap Profesor Sastra Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson. Ia bilang mahasiswa Gen Z tak cuma kesulitan berpikir kritis, tapi juga benar-benar kesulitan membaca teks.

“Banyak dari mereka bahkan tidak mampu membaca satu kalimat,” ujar Wilson.

Karena kondisi itu, Wilson akhirnya menghapus tugas membaca di luar kelas.

Sebagai gantinya, ia membaca teks bareng mahasiswa di kelas, baris demi baris. Tapi hasilnya? Tetap zonk.

“Saya sampai harus membaca keras-keras karena tidak ada yang membaca malam sebelumnya,” katanya.

Ironisnya, meski sudah dibacakan langsung di kelas, banyak mahasiswa tetap tidak bisa memproses makna dari kata-kata yang mereka dengar.

“Bahkan ketika dibacakan, masih banyak yang tidak nyambung,” tambah Wilson.

Kondisi serupa juga dirasakan di University of Notre Dame. Profesor Teologi Timothy O’Malley menyebut standar akademik sekarang jauh turun dibanding beberapa tahun lalu.

Dulu, memberi tugas membaca 25–40 halaman per pertemuan adalah hal biasa. Sekarang? Mustahil.

“Hari ini, kalau Anda kasih bacaan sebanyak itu, mereka sering kali tidak tahu harus mulai dari mana,” kata O’Malley.

Terlalu andalkan AI

Alih-alih membaca buku, banyak mahasiswa Gen Z justru mengandalkan ringkasan dari AI.

Menurut O’Malley, ini karena mereka terbiasa dengan pola membaca cepat alias sekadar scanning.

“Mereka dibentuk dengan kebiasaan membaca sekilas,” ujarnya.

Para akademisi menilai merosotnya kemampuan literasi Gen Z bukan terjadi begitu saja.

Ada banyak faktor yang saling terkait, mulai dari sistem pendidikan yang rapuh, dampak panjang pandemi Covid-19, hingga perubahan cara mengonsumsi informasi.

Teks panjang makin ditinggalkan, digeser video pendek, audio, dan konten instan.

Data nasional AS pun memperkuat gambaran ini. Dalam 20 tahun terakhir, jumlah orang dewasa yang membaca untuk hiburan turun hingga 40 persen.

Survei PIAAC juga mencatat ada sekitar 59 juta warga AS yang kemampuan membacanya berada di level paling rendah.

Singkatnya, semakin banyak generasi muda yang kesulitan berhadapan dengan teks tertulis.

Tanpa perubahan besar dalam sistem pendidikan, para peneliti khawatir Gen Z bukan jadi generasi terakhir yang mengalami penurunan kemampuan literasi, tapi justru awal dari tren yang lebih panjang. (*)

You Might Also Like

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

BBM Naik, Pakar Ingatkan Melambungnya Harga Barang

Aksi “Nuthuk” di Kota Lama Viral, Tiga Jukir Liar Diamankan

Parah Banget, Bos Sritex Kibuli Bank Sampe Negara Rugi Rp1 Triliun

BREAKING NEWS: Ashari Kiai Cabul Pati Ditangkap di Wonogiri, Pelarian Sang Wali Berakhir

TAGGED:amerika serikatasgak bisa membacagen zgen z gak bisa bacaheadlinekampusmasuk kuliah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Heboh! Bupati Pati Sudewo Dikabarkan Kena OTT KPK, Camat & Kades Ikut Terseret?
Next Article KPK Tanggapi Kabar OTT Bupati Pati Sudewo, Jubir: Kami akan Sampaikan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi masyarakat adat sedang berada di hutan.
Tumbuh

Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan

Oktober 17, 2025
Olahraga

Cicuit dkk Pecah Dominasi, Jadi Raja Clash Squad Semarang

Mei 18, 2026
Info

Ibu Bukan Cuma Urus Rumah, Tapi Juga Bumi: Pesan Megawati di Hari Ibu

Desember 18, 2025
Kemacetan kendaraan terjadi di flyover Jatingaleh, Semarang, setelah penutupan Jalan Gombel Lama. (dul)
Info

Macet Panjang di Jalan Gombel, Antrean Kendaraan Mengular dari Arah Bawah

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Emang Gen Z Sengeri Itu? Masuk Kuliah tapi Gak Bisa Baca, Kampus di AS ‘Nyerah’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?