BACAAJA, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara soal keputusan pemerintah yang tidak menetapkan banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah melihat kemampuan negara dalam menangani dampak yang ada.
Prabowo menegaskan, sejauh ini negara masih sanggup mengelola penanganan bencana di wilayah tersebut tanpa harus menaikkan statusnya ke level nasional. Pemerintah menilai situasi masih bisa dikendalikan dengan sumber daya yang tersedia.
Ia menjelaskan, dari total 38 provinsi di Indonesia, banjir besar hanya berdampak langsung di tiga wilayah tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan status bencana.
“Masih ada yang bertanya kenapa tidak bencana nasional. Masalahnya, kita punya 38 provinsi, dan yang terdampak hanya tiga. Negara masih mampu menangani,” kata Prabowo.
Meski begitu, Prabowo menekankan pemerintah sama sekali tidak menyepelekan dampak banjir yang dirasakan warga. Penanganan di lapangan tetap dilakukan secara serius dan terkoordinasi.
Keterlibatan langsung sejumlah menteri dan jajaran Kabinet Merah Putih disebut sebagai bukti bahwa pemerintah turun tangan penuh dalam proses penanganan bencana.
Presiden juga memastikan upaya pemulihan pascabencana berjalan maksimal. Pemerintah disebut bekerja sepenuh tenaga, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan kondisi masyarakat.
Soal anggaran, Prabowo memastikan dana sudah disiapkan dan jumlahnya tidak sedikit. Pemerintah, kata dia, siap “habis-habisan” demi memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang terdampak.
Dengan langkah itu, pemerintah berharap dampak banjir bisa segera tertangani, tanpa harus menunggu penetapan status bencana nasional. (*)

