Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Awas! Anak Muda Bisa Terpapar Radikalisme dalam Hitungan Bulan dengan Cara Ini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Awas! Anak Muda Bisa Terpapar Radikalisme dalam Hitungan Bulan dengan Cara Ini

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 8:14 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Radikalisasi sekaranng bergerak jauh lebih cepat dari dulu. Kalau dulu prosesnya konvensional dan makan waktu bertahun-tahun, sekarang cukup hitungan bulan. Teknologi jadi kuncinya.

Prof Syamsul Ma’arif menjelaskan, kelompok ekstrem memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan sangat piawai.

Media sosial dan game online bikin proses penyuntikan ideologi berlangsung kilat dan sulit terdeteksi.

Bacaaja: Orang Tua Hati-hati, Anak Sedang Dalam Fase Ini Jadi Sasaran Empuk Jaringan Terorisme
Bacaaja: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

“Kalau dulu lama, sekarang sangat cepat. Bulan-bulanan saja orang bisa dimasuki ideologi ekstrem,” ujarnya, Jumat (2/1/2026) malam.

Ketua FKPT Jateng periode 2020–2025 itu mengungkap, dulu, radikalisasi berjalan bertahap. Dari obrolan, penguatan, sampai proses brainwash yang melibatkan ideolog profesional. Sekarang pola itu dipadatkan lewat ruang digital.

Kecepatan ini bikin banyak orang tua kaget. Apalagi yang tak paham detail pola propaganda di medsos dan gim. Padahal, menurut Syamsul, peran orang tua sangat krusial.

“Orang tua itu role model. Harus edukatif, tegas, disiplin. Kapan anak boleh main gim, kapan harus berhenti,” katanya.

Masalahnya, gim dan medsos kini bukan cuma hiburan. Di dalamnya bisa disusupi berbagai propaganda ideologi. Mulai dari ekstrem kanan sampai ekstrem kiri.

Syamsul yang seorang Ahli I-KHub (Indonesia Knowledge Hub on Countering Terrorism and Violent Extremism) itu menyinggung munculnya kelompok seperti TCC atau Two Prime Community. Ada juga gim-gim gelap yang menyeret anak ke pusaran neo-Nazi dan white supremacy.

Ideologi-ideologi ini menyasar anak yang sedang mencari identitas. Identitas yang akhirnya dibelokkan ke arah kekerasan, kebencian, dan budaya ekstrem.

Menurut Syamsul, baik ekstrem kanan maupun kiri sama-sama berbahaya. Keduanya masuk kategori ekstremisme dan tidak perlu diperdebatkan mana yang lebih benar.

“Yang penting itu dikategorisasi sebagai ekstremisme. Baik kanan maupun kiri,” ujarnya.

Secara faktual, pergerakan ini sudah bergeser ke dunia medsos. Propaganda tak lagi lewat ceramah panjang, tapi lewat konten, simbol, komunitas, dan rasa kebersamaan palsu.

Syamsul menjelaskan, ekstrem kanan biasanya dibungkus agama. Sementara ekstrem kiri muncul dalam bentuk neo-fasisme, neo-Nazi, dan white supremacy yang berkembang dari Amerika dan Eropa.

Dua kutub ini sebenarnya sudah lama berebut pengaruh. Tujuannya sama, hegemoni ideologi dan kepentingan kelompok.

Belakangan, Polri dan Densus mengidentifikasi puluhan anak yang diduga masuk pusaran TCC, neo-Nazi, dan white supremacy. Bukan penangkapan, tapi identifikasi dan upaya penarikan kembali.

Syamsul menekankan, apa pun nama dan motifnya, ekstremisme tetaplah kejahatan. Apalagi jika sudah mengarah pada kekerasan dan kebencian.

Bahaya makin besar ketika ideologi itu dipopulerkan ke anak-anak. Bahkan sampai mengenalkan simbol senjata dan alat kekerasan yang mudah diakses.

Meski begitu, ia mengingatkan agar tidak menyederhanakan masalah. Menyebut anak jadi radikal hanya karena main gim adalah keliru.

“Tidak bisa disimplifikasi. Ini persoalan kompleks dan banyak faktor,” kata Ketua ISNU Kota Semarang ini.

Gim dan lingkungan digital bukan faktor tunggal. Tapi ia bisa jadi faktor pendukung yang kuat. Membentuk kebiasaan, selera, dan cara pandang anak. *bae

You Might Also Like

Lapangan Kerja Seret, Bonus Demografi Indonesia Malah Berubah Jadi Bencana? 

Bos Instagram Blak-blakan: AI Bikin Feed Estetik di IG Tamat

Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah

Sawah Bisa Jadi Senjata Rahasia Lawan Krisis Iklim, Kok Bisa?

Meet & Greet Densus, Siswa SMAN 6 Siap Jadi Penyebar ‘Virus Baik’ Cegah Radikalisme

TAGGED:anak terpapar terorismefkpt jatenggame onlineterorisme
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polisi menggiring tersangka pengeroyokan pesilat Pagar Nusa. 7 Tersangka Sudah Dikandangin, Polisi Buru Pelaku Lain Pengeroyokan Pesilat Pagar Nusa
Next Article Sindikat Judol Internasional Terbongkar, Nenek 76 Ikut Terseret

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara [pixabay]
Tumbuh

Bukan Paru-paru Dunia, Asia Tenggara Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar

Desember 26, 2025
Tumbuh

Energi Bersih Listrik RI Tembus Target

Januari 9, 2026
Ilustrasi anak-anak sedang bermain game online.
Tumbuh

Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat

Januari 2, 2026
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Brigjen Pol. Dwi Subagio.
Tumbuh

Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus

Januari 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Awas! Anak Muda Bisa Terpapar Radikalisme dalam Hitungan Bulan dengan Cara Ini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?