Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Geopolitik Panas Bikin Terorisme Jadi Alat Lemahkan Negara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Geopolitik Panas Bikin Terorisme Jadi Alat Lemahkan Negara

Perang sekarang nggak selalu pakai tank dan misil. Kadang cukup pakai narasi, ideologi, dan satu klik di layar HP. Di tengah geopolitik dunia yang makin ribut, isu terorisme pelan-pelan balik naik ke permukaan, bukan cuma soal bom, tapi soal cara melemahkan negara dari dalam.

T. Budianto
Last updated: Januari 7, 2026 2:05 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Foto: Ilustrasi
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Situasi dunia yang makin panas ikut membawa dampak ke dalam negeri. Konflik global, perang tak langsung, sampai tarik-menarik kepentingan negara besar membuat isu terorisme kembali dipakai sebagai alat.

Pengamat terorisme, Syamsul Ma’arif menilai, dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil, terorisme tak lagi berdiri sendiri. Ia sering dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi besar untuk mengganggu ketahanan sebuah negara.

Baca juga: Orang Tua Hati-hati, Anak Sedang Dalam Fase Ini Jadi Sasaran Empuk Jaringan Terorisme

“Dalam situasi proxy war dan geopolitik dunia yang sangat fluktuatif, wacana terorisme sangat potensial digunakan untuk merekrut dan memfasilitasi tindakan inkonstitusional untuk melemahkan sebuah negara,” kata Syamsul, Rabu (7/1/2026).

Menurut Guru Besar UIN Walisongo itu, pola ini tidak selalu muncul dalam bentuk serangan fisik. Justru banyak bergerak di ruang abu-abu, lewat propaganda, ideologi, dan pembentukan cara berpikir.

Sasaran Terorisme

Sasaran utamanya adalah kelompok rentan, terutama anak-anak dan generasi muda. Mereka dianggap mudah dipengaruhi dan bisa digerakkan tanpa sadar sedang masuk dalam skema yang lebih besar.

Narasi yang dipakai pun beragam. Ada yang dibungkus isu perlawanan, identitas, sampai pembenaran kekerasan dengan alasan tertentu. Di era digital, narasi itu menyebar cepat lewat media sosial, gim, dan komunitas daring.

Syamsul menegaskan, terorisme model baru ini berbahaya karena bekerja perlahan. Bukan menghancurkan dari luar, tapi menggerogoti dari dalam dengan membentuk pola pikir yang menormalisasi kekerasan dan kebencian.

Baca juga: Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Karena itu, ia menilai pencegahan tidak cukup hanya lewat penindakan hukum. Negara perlu memperkuat ketahanan ideologi, literasi digital, dan peran keluarga serta lingkungan.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, isu terorisme bisa terus dipakai sebagai alat politik global. Dampaknya bukan hanya soal keamanan, tapi juga masa depan generasi muda dan stabilitas bangsa. (bae)

 

You Might Also Like

KPK Pamerkan Uang 5 Koper Hasil Sitaan ‘Safe House’ Bea Cukai di Jakarta

Lewat Perangko, Agustina Ajak Publik Rawat Sejarah Bangsa

Kolaborasi Petani Milenial Tuban-Ponpes Al Aziziyah Bikin Panen Bawang Melimpah

Luthfi: Bank Jateng Jangan Cuma Simpan Uang, UMKM Harus Dibikin Naik Kelas

Uangnya Segunung, Program Makan Gratis Kini Mulai Disorot KPK

TAGGED:headlineterorismeuin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kasus Sritex, Eks Dirut Bank DKI: Kami Korban, Kok Malah Didakwa?
Next Article Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

12 Pejabat Kejaksaan di Jateng Berganti

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Agustina Ajak Ormas Naik Kelas: “Jangan Cuma Ramai Kegiatan, Tapi Harus Berdampak”

Juli 20, 2026
Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)
Info

Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

April 30, 2026
Ekonomi

Kalau Layanan Bisa Dikasih Rapor, Bank Jateng Dapat Nilai A Besar

Januari 6, 2026
Hukum

Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Geopolitik Panas Bikin Terorisme Jadi Alat Lemahkan Negara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?