BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang belum lama ini menggelar acara bertajuk “Semarang Bercerita” sebagai bentuk apresiasi buat warga dan wajib pajak. Acara ini digelar di kawasan POJ City yang dihadiri langsung Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
Buat Agustina, acara ini bukan sekadar hiburan pinggir pantai. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai simbol kemandirian fiskal Kota Semarang. “Per 19 Desember 2025, realisasi pajak daerah kita mencapai Rp2,64 triliun atau sekitar 85,44 persen. Ini fondasi kuat buat kemandirian fiskal Kota Semarang,” kata Agustina.
Capaian ini dinilai spesial karena terjadi saat banyak daerah lain justru mengeluhkan pemangkasan fiskal dari pemerintah pusat. Semarang, kata Agustina, masih bisa berdiri cukup tegak dengan kekuatan sendiri.
Yang paling penting, lanjutnya, setiap rupiah pajak yang dibayarkan warga nggak menguap begitu saja. Uangnya balik lagi ke masyarakat dalam bentuk layanan publik, terutama kesehatan dan pendidikan.
Baca juga: Tenang Aja, PBB Semarang Tahun Ini Nggak Naik, Malah Ada Hadiah Rumah!
“Kita punya 280 ribu warga yang dapat layanan UHC. Kalau sakit di Semarang, tinggal datang ke rumah sakit atau puskesmas. Yang belum punya asuransi atau telat bayar BPJS, ditanggung Pemkot,” tegasnya.
Tak cuma sektor kesehatan, Pemkot juga berencana menambah jumlah sekolah gratis dan menghadirkan terobosan di transportasi publik pada 2026. Salah satunya uji coba satu koridor bus listrik. “Untuk pekerja rentan dan guru dengan gaji kecil, kalau naik BRT nanti tiketnya cuma seribu rupiah,” tambah Agustina.
Calender of Event
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Semarang juga meluncurkan Calendar of Event 2026. Langkah ini disiapkan buat menyambut meningkatnya penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani.
“Semarang akan jadi tujuan banyak penerbangan internasional. Artinya wisatawan makin banyak, event-nya juga harus makin rame,” ujarnya. Agustina mengajak pelaku usaha dan masyarakat ikut kolaborasi mengisi agenda kota, supaya wisatawan nggak cuma datang, foto-foto, lalu pulang. “Semarang ini rumah kita bersama. Rumah yang baik bukan cuma ditempati, tapi juga dijaga dan dirawat bareng-bareng,” pesannya.
Baca juga: Pemkot Semarang Perpanjang Jatuh Tempo & Beri Keringanan PBB 2025
Menutup sambutannya, Agustina menyampaikan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi pada pembangunan kota. “Membayar pajak adalah cara paling konkret untuk ikut merawat, memperbaiki, dan menguatkan rumah kita,” pungkasnya.
Pajak memang nggak bikin langsung kaya. Tapi di Semarang, setidaknya kelihatan arahnya: bayar pajak, dapat berobat gratis, sekolah nambah, naik bus lebih murah. Tinggal satu harapan kecil, semoga yang balik ke rakyat selalu lebih besar dari yang cuma jadi spanduk. (tebe)

