BACAAJA, SEMARANG- Yang ditunggu-tunggu akhirnya mendarat. PSIS Semarang resmi memperkenalkan Alberto “Beto” Goncalves sebagai amunisi baru di lini depan jelang putaran kedua Championship. Nama lama, reputasi panjang, dan satu harapan besar: gol.
Kehadiran Beto diharapkan bisa jadi jawaban Mahesa Jenar atas kebutuhan penyerang berpengalaman yang tahu betul kerasnya sepak bola Indonesia. Mantan bomber Timnas Indonesia ini diplot sebagai tumpuan baru untuk mengangkat performa tim di paruh kedua musim.
Beto Goncalves, atau lengkapnya Alberto Goncalves da Costa, lahir di Belem, Brasil, pada 31 Desember 1980. Ia memulai kisah panjangnya di sepak bola Indonesia sebagai pemain asing, sebelum resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Februari 2018.
Baca juga: Bursa Belum Buka, PSIS Sudah Borong Pemain
Namanya pertama kali mencuri perhatian publik Tanah Air saat memperkuat Persipura Jayapura. Bersama Mutiara Hitam, Beto ikut mencicipi gelar juara liga musim 2008-2009. Ia sempat hijrah ke Persijap Jepara pada 2010-2011, sebelum kembali lagi ke Persipura di musim berikutnya.
Karier Beto kemudian berlanjut ke Arema FC pada 2013 dan bertahan selama dua musim. Setelah itu, ia sempat menjajal Liga Malaysia bersama Penang FA selama satu musim, sebelum kembali ke Indonesia untuk membela Sriwijaya FC dari 2016 hingga 2018.
Bagian Penting
Pada 2018, Beto bergabung dengan Madura United dan menjadi bagian penting tim tersebut selama lima musim hingga 2023-2024. Di tengah periode itu, ia juga sempat dipinjamkan ke Persis Solo dan PSBS Biak dan menariknya, kedua klub tersebut sukses promosi ke Liga 1.
Di level internasional, Beto juga bukan nama sembarangan. Ia menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Asian Games 2018 dan mencetak empat gol. Bersama Timnas senior, ia mengoleksi 12 caps dengan torehan 10 gol sepanjang 2018-2019.
Baca juga: Ketika Rival Jadi Penyelamat, Istri Bos Persela Nakhodai PSIS
Soal insting gol, rekam jejak Beto sudah lama berbicara. Ia pernah menyandang status top skor Liga Indonesia pada musim 2011-2012 dan 2016, serta menjadi pencetak gol terbanyak Copa Indonesia 2007-2008.
Kini, dengan usia 44 tahun, Beto datang ke PSIS bukan sekadar membawa nama besar, tapi juga segudang pengalaman. Tinggal satu yang ditunggu publik Semarang: apakah naluri golnya masih setajam dulu? (tebe)


