Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Badan Hangat Dikira Bahaya, Ternyata Tubuh Lagi Sibuk Bertahan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Anak Badan Hangat Dikira Bahaya, Ternyata Tubuh Lagi Sibuk Bertahan

Banyak orang masih menganggap demam selalu pertanda buruk. Padahal menurut peneliti sekaligus content creator bidang gizi dan biomedis Felix Zulhendri, kenaikan suhu tubuh merupakan bagian penting dari sistem pertahanan alami tubuh manusia. Saat anak demam, tubuh sebenarnya sedang masuk mode “perang” melawan virus atau bakteri yang menyerang.

Nugroho P.
Last updated: Mei 18, 2026 8:12 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi anak demam
SHARE
BACAAJA, SEMARANG – Saat anak tiba-tiba demam, banyak orangtua langsung panik. Baru dahi terasa hangat sedikit, termometer langsung dicari, kompres disiapkan, bahkan ada yang buru-buru kasih obat penurun panas. Padahal dalam banyak kondisi, demam sebenarnya bukan musuh utama. Justru itu tanda kalau tubuh anak sedang bekerja keras melawan infeksi dari dalam.

Banyak orang masih menganggap demam selalu pertanda buruk. Padahal menurut peneliti sekaligus content creator bidang gizi dan biomedis Felix Zulhendri, kenaikan suhu tubuh merupakan bagian penting dari sistem pertahanan alami tubuh manusia. Saat anak demam, tubuh sebenarnya sedang masuk mode “perang” melawan virus atau bakteri yang menyerang.

Lewat penjelasannya di media sosial, Felix menyebut tubuh anak yang suhunya naik sampai sekitar 39 derajat Celsius justru bisa meningkatkan produksi Interferon Gamma. Ini adalah senyawa penting yang membantu sel darah putih bekerja lebih aktif melawan infeksi.

Jadi ketika anak mulai demam, tubuhnya bukan sedang “rusak”, melainkan sedang sibuk memperkuat sistem imun. Kenaikan suhu membantu tubuh memperlambat perkembangan virus dan bakteri supaya penyebarannya tidak makin liar di dalam tubuh.

Demam sendiri sebenarnya dikendalikan oleh otak, tepatnya bagian hipotalamus. Saat tubuh mendeteksi adanya infeksi, sistem imun mengirim sinyal berupa zat kimia bernama pirogen. Sinyal inilah yang membuat suhu tubuh dinaikkan sebagai bentuk perlindungan alami.

Karena itu, demam ringan sampai sedang sering kali tidak harus langsung diturunkan buru-buru. Selama anak masih aktif, masih mau makan atau minum, dan tidak tampak terlalu lemas, tubuh biasanya masih mampu mengendalikan kondisi tersebut dengan baik.

Banyak dokter juga menyebut demam sebagai “alarm tubuh”. Artinya tubuh sedang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang sedang dilawan dari dalam. Jadi fokus utama bukan cuma membuat suhu turun cepat, tapi juga membantu tubuh anak tetap kuat menghadapi infeksi.

Salah satu manfaat terbesar demam adalah membantu mempercepat kerja sistem imun. Saat suhu tubuh naik, aktivitas sel darah putih meningkat lebih aktif dibanding kondisi normal. Tubuh juga memproduksi antibodi lebih banyak untuk membantu menghancurkan kuman penyebab penyakit.

Bahkan dalam penjelasan Felix, anak dengan suhu tubuh sekitar 39 derajat Celsius bisa menghasilkan Interferon Gamma hingga 10 kali lebih banyak dibanding saat suhu tubuh normal. Ini menunjukkan bahwa demam punya peran penting dalam memperkuat pertahanan tubuh alami.

Meski begitu, bukan berarti orangtua boleh cuek saat anak panas. Yang paling penting adalah memantau kondisi anak secara keseluruhan. Kadang ada anak yang suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi terlihat sangat lemas dan tidak responsif. Sebaliknya, ada juga yang demam cukup tinggi tapi masih aktif bermain seperti biasa.

Felix juga membagikan pengalaman sederhana saat anaknya demam. Ia mengaku biasanya hanya mengecek suhu tubuh, memastikan anak cukup istirahat, memberi makanan bergizi seperti sup hangat, tambahan vitamin, lalu membiarkan tubuh beristirahat dengan cukup.

Menurutnya, pada anak yang kondisi tubuhnya sehat, demam sering kali bisa mereda dalam satu sampai dua hari tanpa penanganan berlebihan. Tubuh hanya butuh dukungan agar sistem imun bisa bekerja optimal.

Hal sederhana seperti memastikan anak cukup minum juga sangat penting. Saat demam, tubuh lebih mudah kehilangan cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat. Karena itu, orangtua dianjurkan rutin memberi air putih, susu, atau cairan lain sesuai usia anak.

Makanan bergizi juga punya peran besar dalam proses pemulihan. Sup hangat, buah kaya vitamin C, atau makanan yang mudah dicerna bisa membantu tubuh anak tetap mendapat energi selama melawan infeksi.

Selain itu, suhu ruangan juga perlu diperhatikan. Jangan terlalu panas, tapi juga jangan terlalu dingin. Banyak orang masih salah kaprah dengan membungkus anak terlalu tebal saat demam, padahal itu justru bisa membuat suhu tubuh makin sulit turun.

Obat penurun panas umumnya baru digunakan jika suhu tubuh sudah terlalu tinggi atau anak terlihat sangat tidak nyaman. Sebab tujuan utama bukan sekadar membuat angka di termometer turun, tetapi memastikan anak tetap aman dan nyaman selama tubuhnya melawan penyakit.

Walau sering dianggap normal, ada beberapa kondisi demam yang tetap perlu diwaspadai. Misalnya demam lebih dari tiga hari, suhu di atas 39 derajat yang tidak kunjung turun, anak mengalami kejang, sulit makan dan minum, atau terlihat sangat lemas.

Dalam kondisi seperti itu, pemeriksaan dokter tetap penting dilakukan agar penyebab demam bisa diketahui lebih jelas. Sebab tidak semua demam disebabkan infeksi ringan, ada juga kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis lebih serius.

Belakangan, edukasi soal demam mulai banyak dibicarakan di media sosial karena masih banyak orangtua yang terlalu panik setiap anak panas sedikit. Padahal kepanikan berlebihan justru sering membuat orangtua buru-buru memberi obat tanpa benar-benar memahami kondisi tubuh anak.

Kini semakin banyak ahli kesehatan mengingatkan bahwa demam bukan sesuatu yang selalu harus ditakuti. Selama dipantau dengan baik dan anak tetap mendapat istirahat serta nutrisi cukup, demam justru bisa jadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja sebagaimana mestinya.

Jadi saat si kecil mulai hangat dan termometer naik perlahan, orangtua memang tetap perlu waspada. Tapi bukan berarti langsung panik berlebihan. Kadang tubuh anak hanya sedang sibuk melakukan satu hal penting: melindungi dirinya sendiri dari serangan penyakit. (*)

You Might Also Like

Purbaya Pastikan Cukai Rokok Tahun Depan Gak Naik, Angin Segar untuk IHT

Proyek Chromebook Kemendikbudristek: Ketika Laptop Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Lapak Korupsi Rp1,98 Triliun

17 Juta Pemudik Masuk Jateng, Pemprov Jamin Ketersediaan Stok Pangan

Puan Tegas Minta Kasus Kematian Alvaro Diusut Tuntas: Jangan Sampe Terulang

Jam Jaga Dipangkas, Dokter Magang Kini Punya Ruang Bernapas

TAGGED:anakanak demamdemam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan
Next Article Rupiah Lagi Goyang, Omongan Desa Tanpa Dollar Malah Ramai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?

Gudang Gresik Jadi Titik Bongkar, 3 Ton Narkoba Gagal Beredar

Koper Terendam Rob, Rp 1,5 Miliar Uang Akhirnya Terselamatkan

Ngebul di Malioboro Kini Bisa Berujung Sidang dan Denda

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

BREAKING NEWS: Jenderal Polisi Aktif Tersangka Baru Korupsi MBG, Atur Penjualan Ompreng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

Oktober 4, 2025
Info

Pemprov Siagakan Mobil Speling di Sirampog

Februari 18, 2026
Info

Ditelepon Warga, Wagub Langsung Datangi Lokasi Banjir

Februari 2, 2026
Ekonomi

Selat Hormuz Seret, Industri Plastik Dalam Negeri Mulai Panik

April 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Badan Hangat Dikira Bahaya, Ternyata Tubuh Lagi Sibuk Bertahan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?