BACAAJA, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Bekasi. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mendadak jadi sorotan setelah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Ade Kuswara diamankan KPK pada Jumat (19/12/2025). Hingga kini, kasus yang menjerat kepala daerah kelahiran 15 Agustus 1993 itu masih belum diumumkan secara rinci ke publik.
Saat ini, Ade Kuswara masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Ia tidak sendiri, karena turut diperiksa bersama sembilan orang lainnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan proses pemeriksaan tersebut. “Benar, masih dilakukan pemeriksaan di dalam,” ujarnya singkat.
Ade Kuswara Kunang baru saja mengemban jabatan sebagai Bupati Bekasi periode 2025–2030. Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Di tengah kasus yang mencuat, perhatian publik ikut tertuju pada laporan harta kekayaannya. Berdasarkan LHKPN per 11 Agustus 2025, total kekayaan Ade tercatat mencapai Rp 79,1 miliar.
Sebagian besar hartanya berbentuk tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp 76,5 miliar. Aset-aset tersebut tersebar di berbagai wilayah, terutama di Kabupaten Bekasi dan Cianjur.
Jumlah bidang tanah yang dilaporkan mencapai lebih dari 30 lokasi. Salah satu yang mencolok adalah lahan seluas 34.500 meter persegi di Cianjur dengan nilai taksiran Rp 10,35 miliar.
Tak hanya tanah, Ade juga memiliki koleksi kendaraan bernilai miliaran rupiah. Total aset kendaraan yang tercatat mencapai Rp 2,45 miliar.
Di antaranya terdapat Ford Mustang tahun 2022 senilai Rp 1,4 miliar, Jeep Wrangler 2011 senilai Rp 650 juta, serta Mitsubishi Pajero Sport 2021 senilai Rp 400 juta.
Selain itu, Ade melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp 147 juta serta harta bergerak lainnya senilai Rp 43 juta. Menariknya, dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya utang.
Dengan total kekayaan mencapai Rp 79.168.051.653, Ade masuk jajaran kepala daerah dengan harta paling mencolok di kawasan Jabodetabek.
Di luar soal harta, Ade dikenal sebagai sosok bupati termuda dalam sejarah Kabupaten Bekasi. Riwayat pendidikannya dimulai dari sekolah negeri di Cikarang hingga meraih gelar Sarjana Hukum dari President University pada 2016.
Karier politiknya menanjak sejak terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi pada 2019 dari PDI Perjuangan, dan kembali terpilih di periode berikutnya.
Pada Pilkada 2024, Ade maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Asep Surya Atmaja. Pasangan ini diusung koalisi sejumlah partai dan berhasil memenangkan kontestasi.
Sebagai bupati, Ade sempat dikenal aktif mendorong kebijakan berbasis pelayanan publik. Mulai dari peningkatan insentif guru ngaji hingga layanan aduan cepat berbasis digital.
Kini, perjalanan politik Ade Kuswara berada di titik krusial. Publik menanti kejelasan dari KPK soal perkara yang menjerat salah satu bupati termuda dan terkaya di Bekasi ini. (*)

