Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Fokus Benahi BUMD Biar Setoran ke PAD Makin Nendang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pemkot Fokus Benahi BUMD Biar Setoran ke PAD Makin Nendang

Pemkot Semarang lagi fokus beresin dapur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Lewat penguatan tata kelola dan pengawasan ketat, perusahaan daerah didorong tampil lebih sehat, profesional, dan nggak cuma eksis tapi juga produktif.

T. Budianto
Last updated: Desember 16, 2025 8:29 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat memberikan sambutan dalam kegiatan Afternoon Tea Calon Pengurus Dekranasda Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemkot)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Semarang lagi diseriusin. Harapannya bukan sekadar papan nama atau rapat berjam-jam, Pemkot Semarang pengin perusahaan daerah benar-benar kerja, untung, dan balikannya kerasa ke warga. Intinya satu: tata kelola dirapikan, kinerja dipacu, PAD ikut naik.

Pemkot Semarang menegaskan komitmennya buat membenahi tata kelola dan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari hulu ke hilir. Targetnya jelas: BUMD jadi mesin pembangunan daerah sekaligus penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang konsisten, bukan musiman.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang, BUMD itu bukan sekadar badan usaha yang cari untung, tapi juga alat kebijakan publik. Jadi pengelolaannya nggak boleh asal jalan.

“BUMD harus dikelola profesional, transparan, dan akuntabel. Kalau kinerjanya bagus, dampaknya harus balik ke masyarakat,” kata Agustina dalam keterangannya, Selasa (16/12).

Penguatan BUMD dilakukan lewat pembinaan, pengawasan, evaluasi rutin, sampai kebijakan strategis yang berbasis aturan. Semua mengacu pada PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan BUMD.

Di lapangan, Bagian Perekonomian dan SDA Kota Semarang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi. Sementara pengawasan dijalankan berlapis: internal lewat Satuan Pengawas Internal (SPI), dan eksternal lewat perangkat daerah terkait.

Baca juga: Pemkot Semarang Kumpulkan Pelaku Wisata Bahas Arah Baru Pariwisata Kota

Menurut Agustina, koordinasi jadi kunci. Pemkot terus berkomunikasi dengan Dewan Pengawas atau Komisaris serta pemegang saham agar arah BUMD tetap sejalan dengan kebijakan pembangunan kota. “Kalau nggak satu frekuensi, ya susah jalan bareng,” tegasnya.

Evaluasi kinerja BUMD dilakukan tiap triwulan dengan membandingkan target di Rencana Bisnis dan RKAP dengan realisasi di lapangan. Laporan pengawasan datang dari Dewan Pengawas atau Komisaris, lengkap dengan rekomendasi buat direksi.

Nggak cuma itu, setiap rencana penyertaan modal juga dikawal ketat. Pemkot menggandeng Tim Penasihat Investasi dari kalangan profesional dan akademisi buat mengkaji kelayakan ekonomi, pasar, keuangan, teknis, sampai tata kelola. “Setiap rupiah uang daerah harus jelas arahnya dan risikonya terukur,” ujar Agustina.

Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja BUMD juga mengacu pada Permendagri Nomor 118 Tahun 2018, mulai dari tingkat kesehatan, kualitas layanan, sampai kontribusi ke PAD. Opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) jadi salah satu indikator penting.

Di sektor operasional, penilaian disesuaikan dengan jenis usaha. BUMD perbankan dinilai dari LDR, NPL, dan cadangan kerugian. BUMD air minum dilihat dari pertumbuhan pelanggan, efisiensi lewat penurunan NRW, dan kepuasan pelanggan. Sementara BUMD pariwisata dipantau dari jumlah kunjungan dan kualitas layanan.

Aspek tata kelola tetap jadi fondasi. Mulai dari kepatuhan regulasi, manajemen risiko, pengembangan SDM, sampai tindak lanjut rekomendasi auditor.

“Tata kelola yang kuat itu syarat biar BUMD nggak ngos-ngosan di tengah jalan,” kata Agustina.

Soal modal, Pemkot Semarang sudah punya payung hukum lewat Perda Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penyertaan Modal Daerah dan Perda RPJMD 2025-2029. Penyertaan modal wajib lewat persetujuan DPRD dan dikawal kajian investasi yang matang.

Pengawasan penggunaan modal dilakukan lewat laporan triwulanan dan laporan keuangan yang diaudit Kantor Akuntan Publik. Kalau ada yang melenceng, siap-siap ditegur dan diminta rencana perbaikan.

Baca juga: Agustina: Biar Ekonomi Jalan, Seni Jangan Diam

Pemkot juga mendorong efisiensi, penataan ulang unit bisnis yang merugi, serta pengembangan usaha baru. Semua dengan catatan: manajemen risiko dan tata kelola harus kuat. Tujuan akhirnya bukan cuma PAD naik, tapi juga penciptaan lapangan kerja, kontribusi sosial lewat CSR, dan layanan publik yang makin oke.

Kalau evaluasi menunjukkan masalah serius, hasilnya bisa jadi dasar kebijakan lanjutan, mulai dari revisi RKAP, penyesuaian modal, sampai pergantian direksi atau komisaris lewat RUPS luar biasa. “BUMD harus sehat, kinerjanya terukur, dan manfaatnya nyata buat warga Semarang,” pungkas Agustina.

BUMD sekarang nggak bisa lagi cuma jago presentasi tapi setoran tipis. Kalau masih rugi dan pelayanannya bikin emosi, mungkin bukan strateginya yang salah, bisa jadi mindset-nya yang perlu di-reset. (tebe)

You Might Also Like

Dahsyatnya Banjir-Longsor Sibolga, 5 Orang Tewas dan 4 Hilang

Tujuh Pejabat Cilacap Dipanggil KPK, Kasus Eks Bupati Melebar

Biaya Mahal Bukan Alasan, Pilkada Lewat DPRD Tanda Elite Mulai Takut Rakyat Kritis

Pakar Undip Bongkar Penyebab Banjir Ngaliyan

PPP Akhirnya Rukun Lagi Setelah Drama Lempar-lemparan Kursi

TAGGED:agustina wilujengbumd kota semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Upaya Menghindarkan Masyarakat dari Beban Kerusakan Ekologis
Next Article PSIS Lagi Terpuruk, Wali Kota: Tenang, Kita Gas Bareng…

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Keracunan MBG Terus Terjadi! Ratusan Siswa di Berastagi Tumbang, 240 Orang Masih Dirawat

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Posko Terpadu Lebaran Jateng Siap Pantau Jalur 24 Jam

Maret 14, 2026
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Info

Drama PBNU Berakhir, Islah di Lirboyo Sepakati Gelar Muktamar ke-35

Desember 25, 2025
SIDANG TPPU--Jaksa penuntut umum menjelaskan alasan batal hadirkan eks Pangdam Widi Prasetijono dalam sidang TPPU di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/6/2026). (bae)
Hukum

Widi Eks-Ajudan Jokowi Masih Bertaji? Jampidmil Belum Berani Hadirkan Mantan Pangdam ke Sidang

Juni 24, 2026
Iwan Kurniawan (kemeja putih) berjalan santai usai dengar sidang putusan, Rabu (6/5/2026). (bae)
Hukum

Balada Bos Sritex: Kakak Dihukum 14 Tahun, Adik Kena 12 Tahun Penjara

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Fokus Benahi BUMD Biar Setoran ke PAD Makin Nendang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?