Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pantura, Panca Tuntutan Rakyat dalam Aksi Mahasiswa Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pantura, Panca Tuntutan Rakyat dalam Aksi Mahasiswa Semarang

R. Izra
Last updated: Agustus 26, 2026 8:10 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
PANTURA - Mahasiswa membacakan Panca Tunturan Rakyat (Pantura) dalam aksi massa yang digelar di sekitar kawasan Tugu Muda Semarang, Rabu (26/8/2026). (dul)
PANTURA - Mahasiswa membacakan Panca Tunturan Rakyat (Pantura) dalam aksi massa yang digelar di sekitar kawasan Tugu Muda Semarang, Rabu (26/8/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ribuan mahasiswa di Kota Semarang kembali turun jalan. Menyuarakan kritik terhadap pemerintah melalui aksi massa yang mereka sebut sebagai Panca Tuntutan Rakyat (Pantura), Rabu (26/8/2026).

Aksi tersebut menjadi wadah mahasiswa menyampaikan keresahan terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan dan amanat konstitusi.

Sekitar pukul 18.00 WIB, massa mahasiswa berhenti di depan Gedung Mandala Bhakti atau Museum Tugu Muda. Di lokasi tersebut, mahasiswa membacakan pernyataan sikap sekaligus menyampaikan Panca Tuntutan Rakyat (Pantura) yang mereka tujukan kepada pemerintah.

Pernyataan sikap dibacakan Nur Majid Taufiqurrahman dari BEM Universitas Diponegoro (Undip).

Bacaaja: Aksi Mahasiswa Semarang Memanas, Massa dan Polisi Adu Dorong di Jalan Pemuda
Bacaaja: Polisi Adang Mahasiswa Massa Aksi Tugu Muda di Jalan Pemuda

“Kami melihat tingkah laku dari elite negara yang kian hari membawa arah bangsa ini menjauh dari cita-cita luhur kemerdekaan,” kata Nur Majid, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan mahasiswa kembali menggaungkan Panca Tuntutan Rakyat atau Pantura.

Ada lima tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Pertama, mereka meminta pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan BBM.

Kedua, mahasiswa meminta TNI dan Polri dikembalikan pada fungsi utamanya. Ketiga, mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tuntutan keempat berkaitan dengan persoalan agraria dan bencana. Mahasiswa meminta kepemilikan tanah dikembalikan kepada rakyat serta rehabilitasi segera dilakukan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

Sementara tuntutan kelima adalah menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan.

“Dengan ini, kami berharap api perjuangan terus menjalar ke seluruh penjuru negeri,” ujarnya.

Aksi tersebut juga menjadi bentuk solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang tengah menghadapi bencana. Solidaritas itu ditujukan kepada masyarakat di Aceh, Flores, Papua, Kalimantan, Sumatera, serta wilayah lain yang terdampak bencana.

“Kita sebagai sesama saudara sebangsa yang tertindas,” katanya.

Nur Majid mengatakan, mahasiswa sebelumnya telah menyampaikan aspirasi Pantura di depan Gedung DPRD. Namun, mereka mengaku belum mendapatkan respons yang diharapkan.

“Kita sudah pernah menyampaikan aksi ini, aspirasi Pantura ini di depan Gedung DPRD, namun tidak pernah ada respons,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat mahasiswa mempertanyakan fungsi DPR sebagai wakil rakyat dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Karena itu, mahasiswa memilih kembali turun dan melebur bersama masyarakat. Mereka ingin menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa tidak berdiri sendiri, tetapi tetap bersama rakyat dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kita ingin kembali untuk melebur dengan masyarakat, bahwasanya kita masih bersama mereka,” tutur Nur Majid.

Ia berharap suara mahasiswa dari Semarang dapat terdengar hingga ke pemerintah pusat.

“Semoga akhirnya terdengar di telinga pemerintah, sampai ke telinga pemerintah pusat,” katanya.

Pernyataan sikap tersebut kemudian ditutup dengan sejumlah seruan yang menggema di sekitar Gedung Mandala Bhakti.

“Hidup mahasiswa!” seru Nur Majid.

“Hidup rakyat Indonesia!” jawab massa aksi.

“Hidup perempuan yang melawan!” lanjutnya, disambut sorakan peserta aksi.

Mahasiswa kemudian menegaskan kembali semangat perjuangan mereka.

“Semarang, 26 Agustus, sampai merdeka sepenuhnya,” tutupnya. (dul)

You Might Also Like

Naga Tapa Naik Panggung, Batik Purbalingga Unjuk Gigi

Pertama di Jateng! Betonisasi Jalan di Klaten Ini Pakai Limbah PLTU

Tokoh Agama Kecipratan Duit Korupsi PT CSA Cilacap Rp237 Miliar: Haram di Bibir, Halal di Rekening?

Duh, Habis Dampingi Korban Kriminalisasi, Dera Malah Dikriminalisasi

TPPD Jateng Resmi Dibubarin, Pengamat Singgung Beban Anggaran

TAGGED:aksi massademonstrasiheadlinemahasiswapanca tuntutan rakyatpanturaSemarangtugu muda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SALING DORONG--Massa yang didominasi mahasiswa lintas kampus adu doromg dengan polisi di Jalan Pemuda Semarang, Rabu (26/8/2026). (bae) Aksi Mahasiswa Semarang Memanas, Massa dan Polisi Adu Dorong di Jalan Pemuda
Next Article AKSI MAHASISWA SEMARANG RAYA - Mahasiswa Semarang Raya memilih kawasan Tugu Muda sebagai lokasi utama aksi massa, pada Rabu (26/8/2026), lantaran terinspirasi herosime para pahlawan dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang. (dul) Mengapa Mahasiswa Pilih Tugu Muda sebagai Lokasi Aksi? Singgung Heroisme Pertempuran 5 Hari Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TOLAK POLITIK UANG: Anggota Bawaslu Kota Semarang, V. Silvania Susanti sedang paparan dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Anti Politik Uang. (ist)

Bawaslu Semarang Gandeng Kader Parpol Ajak Warga Tolak Politik Uang

SIDAK WNA: Petugas Imigrasi (baju hitam) menyidak WNA yang sedang bekerja di proyek konstruksi di wilayah Demal. (ist)

Imigrasi Sisir Proyek dan Pabrik di Demak, Soroti Aktivitas WNA

Mata Mulai Buram? Bisa Jadi Bukan Sekadar Faktor Usia

Tangan Sering Kesemutan? Jangan Anggap Sepele

Dituduh Ambil Sabun, Siswa Sekolah Rakyat Pati Alami Luka Serius

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Anindya Bakrie Apresiasi Iklim Investasi Jateng

Mei 11, 2026
ILUSTRASI: Sejumlah pihak mengikuti acara ground breaking Giant Sea Wall di Timbulsloko, Demak, Selasa (1/9/2026). (ist)
Info

Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Koalisi MDS Sebut Warga Dibatasi Suarakan GSW

September 30, 2026
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hukum

Ternyata Korban Keracunan MBG Karo Laporkan BGN dan SPPG

September 10, 2026
Info

Joget Boleh, Tapi Bukan di Dapur! SPPG Ini Langsung Disetop BGN

Maret 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pantura, Panca Tuntutan Rakyat dalam Aksi Mahasiswa Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?