Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mengapa Mahasiswa Pilih Tugu Muda sebagai Lokasi Aksi? Singgung Heroisme Pertempuran 5 Hari Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mengapa Mahasiswa Pilih Tugu Muda sebagai Lokasi Aksi? Singgung Heroisme Pertempuran 5 Hari Semarang

R. Izra
Last updated: Agustus 26, 2026 9:18 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
AKSI MAHASISWA SEMARANG RAYA - Mahasiswa Semarang Raya memilih kawasan Tugu Muda sebagai lokasi utama aksi massa, pada Rabu (26/8/2026), lantaran terinspirasi herosime para pahlawan dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang. (dul)
AKSI MAHASISWA SEMARANG RAYA - Mahasiswa Semarang Raya memilih kawasan Tugu Muda sebagai lokasi utama aksi massa, pada Rabu (26/8/2026), lantaran terinspirasi herosime para pahlawan dalam Pertempuran 5 Hari di Semarang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ada yang berbeda dari aksi mahasiswa Semarang Raya pada Rabu (26/8/2026). Bila sebelumnya Gedung DPRD atau kantor pemerintahan menjadi lokasi aksi utama, kali ini mahasiswa memilih Tugu Muda sebagai titik yang mereka incar.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Bagi mahasiswa, Tugu Muda bukan sekadar ruang publik di tengah Kota Semarang. Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang lekat dengan perjuangan pemuda dan masyarakat Semarang.

Dalam konferensi pers, tim mahasiswa yang Terdiri, Fadhil dzikir dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Rangga dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Hasan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Rangga dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Menjelaskan pemilihan Tugu Muda berkaitan dengan sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang pada Oktober 1945.

Bacaaja: Pantura, Panca Tuntutan Rakyat dalam Aksi Mahasiswa Semarang
Bacaaja: Aksi Mahasiswa Semarang Memanas, Massa dan Polisi Adu Dorong di Jalan Pemuda

“Kenapa aksi di Tugu Muda? Karena Tugu Muda ini menjadi nilai historis, sejarah perjuangan pemuda dan masyarakat Semarang pada Oktober 1945, yaitu Pertempuran Lima Hari di Semarang,” ujarnya saat Konfrensi, Rabu (26/8/2026).

Mereka sengaja tidak kembali menggelar aksi di depan DPRD maupun kantor gubernur. Alasannya sederhana, mahasiswa menilai aksi-aksi sebelumnya di depan gedung pemerintahan belum memberikan perubahan yang mereka harapkan.

Menurut dia, lima tuntutan yang mereka bawa dalam aksi sebelumnya masih relevan hingga saat ini.

“Kami melakukan konsolidasi dan mengkaji kembali. Rasa-rasanya isu atau tuntutan ini masih relevan per hari ini,” katanya.

Karena itu, mahasiswa memilih mengubah cara menyampaikan pesan. Jika sebelumnya aspirasi diarahkan langsung kepada para pemangku kebijakan di gedung pemerintahan, kali ini mereka ingin membawa isu tersebut lebih dekat kepada masyarakat.

Mereka berharap ruang publik dapat menjadi tempat untuk mengajak masyarakat melihat kembali persoalan yang dianggap belum selesai.

“Kami ingin menciptakan atensi dan membuat masyarakat sama-sama semakin sadar bahwa di Indonesia ini masih ada persoalan yang belum selesai,” ujarnya.

Hasan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), juga mengkritik situasi yang menurut mereka menunjukkan adanya jarak antara kemeriahan perayaan kemerdekaan dan persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Mereka menilai kemeriahan bulan kemerdekaan seharusnya tidak membuat persoalan seperti harga kebutuhan pokok, bencana, agraria, hingga kebijakan pemerintah kehilangan perhatian.

“Alih-alih pemerintah menyelesaikan masalah, mereka memilih untuk berpesta ria di Jakarta bersama keluarga mereka. Pesta kemerdekaan dibungkus dengan kemeriahan tetapi minim substansi permasalahan,” katanya.

Atas dasar itu, Jalan Pemuda dan kawasan Tugu Muda dipilih sebagai ruang untuk menarik perhatian publik. Mahasiswa ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak hanya milik generasi yang tercatat dalam sejarah, tetapi juga masih relevan bagi generasi muda hari ini.

Namun, rencana tersebut belum berjalan mulus. Massa mahasiswa mengaku tertahan aparat sebelum dapat mencapai titik aksi yang mereka tuju, Sekitar pukul 17.30 Massa akhirnya bisa berjalan ke tugu muda dan membacakan pernyataan sikap tepat di depan gedung Mandala Bhakti.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan perubahan lokasi aksi merupakan bagian dari strategi gerakan mereka. Mereka tidak ingin terus-menerus menyampaikan tuntutan dengan cara yang sama ketika merasa belum mendapat respons.

“Kami melakukan gebrakan dengan aksi di Tugu Muda,” ujar Hasan.

Bagi mereka, Tugu Muda bukan hanya lokasi berkumpul. Tempat itu dipilih sebagai simbol untuk mengingat kembali semangat perjuangan sekaligus menyuarakan persoalan masyarakat yang menurut mahasiswa masih belum terselesaikan. (dul)

You Might Also Like

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2025, Kapolres Banjarnegara Ingatkan Soal Ini

Ratusan Warga Terdampak Tanah Gerak Sirampog Direlokasi

Bulog Jateng Siap Serap Beras Lokal

Viral Lagi Mabuk dan Ngaku Mau Rampok Uang Negara, Anggota F-PDIP DPRD Gorontalo Langsung Dipecat

Video Tak Senonoh Boyolali Akhirnya Berujung Kursi Camat Melayang

TAGGED:aksi mahasiswaaksi massamahasiswapertempuran 5 hari di semarangsemarang rayatugu muda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PANTURA - Mahasiswa membacakan Panca Tunturan Rakyat (Pantura) dalam aksi massa yang digelar di sekitar kawasan Tugu Muda Semarang, Rabu (26/8/2026). (dul) Pantura, Panca Tuntutan Rakyat dalam Aksi Mahasiswa Semarang
Next Article DAMPINGI KORBAN--Zainal Petir bersama korban edit foto cabul AI. (ist) Keluarga Terlapor Kasus Foto AI Cabul Minta Damai, Begini Respons Menohok Kuasa Hukum Korban

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TOLAK POLITIK UANG: Anggota Bawaslu Kota Semarang, V. Silvania Susanti sedang paparan dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Anti Politik Uang. (ist)

Bawaslu Semarang Gandeng Kader Parpol Ajak Warga Tolak Politik Uang

SIDAK WNA: Petugas Imigrasi (baju hitam) menyidak WNA yang sedang bekerja di proyek konstruksi di wilayah Demal. (ist)

Imigrasi Sisir Proyek dan Pabrik di Demak, Soroti Aktivitas WNA

Mata Mulai Buram? Bisa Jadi Bukan Sekadar Faktor Usia

Tangan Sering Kesemutan? Jangan Anggap Sepele

Dituduh Ambil Sabun, Siswa Sekolah Rakyat Pati Alami Luka Serius

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah.
Ekonomi

Menolak Pembayaran Tunai Itu Melanggar Hukum Lho! DPR Soroti Praktik Cashless

Desember 25, 2025
Info

Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

Mei 4, 2026
Daerah

Sport Tourism Dongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Event Lari di Tiap Daerah

Juli 28, 2025
ilustrasi sekolah daring di rumah.
Info

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

Maret 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengapa Mahasiswa Pilih Tugu Muda sebagai Lokasi Aksi? Singgung Heroisme Pertempuran 5 Hari Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?