Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pajak RI Disentil Keras, Hashim Blak-blakan Soal Masalah Lama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pajak RI Disentil Keras, Hashim Blak-blakan Soal Masalah Lama

Menurut Hashim, rasio penerimaan negara Indonesia justru masuk jajaran terlemah di dunia. Kondisi ini dinilai ironis mengingat potensi ekonomi nasional yang sangat besar, namun tidak diimbangi dengan sistem penerimaan yang kuat.

Nugroho P.
Last updated: Desember 14, 2025 5:43 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Hashim Djojohadikusumo
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sistem perpajakan Indonesia. Ia menilai, selama lebih dari satu dekade, sektor penerimaan negara masih jalan di tempat dan belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Menurut Hashim, rasio penerimaan negara Indonesia justru masuk jajaran terlemah di dunia. Kondisi ini dinilai ironis mengingat potensi ekonomi nasional yang sangat besar, namun tidak diimbangi dengan sistem penerimaan yang kuat.

Hashim mengungkapkan, sekitar 11 hingga 12 tahun lalu dirinya pernah mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin kajian internal partai terkait potensi ekonomi Indonesia. Dari kajian tersebut, ditemukan satu titik rawan yang konsisten muncul, yakni lemahnya sistem penerimaan negara.

Masalah itu tidak hanya terbatas pada pajak, tetapi juga mencakup bea cukai hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Menurutnya, sektor-sektor tersebut seharusnya menjadi tulang punggung keuangan negara, namun justru menjadi titik paling rapuh.

“Parah, sistem penerimaan negara kita, pajak, bea cukai dan semuanya sangat-sangat parah,” kata Hashim saat berbicara dalam acara Bedah Buku Indonesia Naik Kelas, Sabtu (13/12).

Ia menyebut rasio penerimaan negara Indonesia saat ini masih berkisar antara 9 hingga 12 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut dinilai jauh dari ideal dan menempatkan Indonesia dalam posisi tidak menguntungkan secara global.

“Indonesia betul kita termasuk yang paling lemah dan paling rendah di dunia sistem perpajakan kita,” ujar Hashim menegaskan.

Hashim juga mengaitkan temuannya dengan data Bank Dunia yang telah ia pelajari sejak 2013 melalui berbagai pertemuan dan diskusi. Data tersebut, menurutnya, konsisten menunjukkan stagnasi penerimaan negara Indonesia.

Sebagai perbandingan, Hashim menyoroti kondisi Kamboja. Sekitar satu dekade lalu, rasio penerimaan negara Kamboja berada di level 9 persen, sementara Indonesia sedikit lebih tinggi di angka 12 persen.

Namun kini kondisinya berbalik. Rasio penerimaan negara Kamboja melonjak hingga sekitar 18 persen, sedangkan Indonesia masih tertahan di kisaran 12 persen tanpa perubahan berarti.

Hashim menilai selisih 6 persen itu terlihat kecil di atas kertas, tetapi dampaknya sangat besar bagi keuangan negara. Dengan PDB Indonesia yang mencapai sekitar Rp25.000 triliun, tambahan penerimaan 6 persen berarti potensi pemasukan hingga Rp1.500 triliun per tahun.

Menurutnya, jika aparat pajak dan bea cukai bekerja secara profesional dan konsisten, Indonesia seharusnya tidak berada dalam posisi defisit.

“Kalau aparat pajak, aparat bea cukai bekerja dengan benar, Indonesia bukan negara defisit. Indonesia negara surplus, Indonesia negara kaya,” pungkas Hashim. (*)

You Might Also Like

Menaker: UMP 2026 Wajib Kelar Sebelum Malam Natal

Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara

PADI Temanggung Didorong Jadi Event Wisata

Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

7,26 Juta Penumpang Padati Jalur KAI Semarang dalam Enam Bulan

TAGGED:Hashim Djojohadikusumopajak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tetap Tenang Bro… Sukses Tak Selalu Datang di Usia Muda, Senja Bisa Jadi Puncak
Next Article Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

IHSG yang awalnya sempat kinclong dan naik 61 poin, malah tutup minus 100,49 poin atau 1,28% ke level 7.766. Total ada 451 saham yang melemah, cuma 232 yang hijau, sisanya stagnan.
Ekonomi

Sri Mulyani Direshuffle, IHSG Langsung Goyang. Pasar Panik?

September 8, 2025
EkonomiInfo

Bank bjb Gelar RUPST, Susi Pudjiastuti eks Menteri KKP jadi Dewan Komisaris

April 28, 2026
Ekonomi

“Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan

November 24, 2025
KOMODITAS EKSPOR - Batu bara menjadi salah satu komoditas ekspor sumber daya alam (SDA) andalan Indonesia.
Ekonomi

Resmi! Ekspor SDA Wajib PT DSI Resmi Berlaku per 1 Juni 2026, Begini Aturan dan Ketentuannya

Mei 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pajak RI Disentil Keras, Hashim Blak-blakan Soal Masalah Lama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?