BACAAJA, SEMARANG – Pengguna dompet digital DANA perlu makin waspada terhadap berbagai modus penipuan yang beredar. Pelaku tidak cuma mengandalkan pesan mencurigakan, tetapi juga bisa menyamar sebagai layanan pelanggan, membuat akun media sosial tiruan, hingga menyebarkan tautan yang sekilas terlihat resmi.
Modus seperti ini biasanya memanfaatkan kepanikan atau rasa penasaran korban. Ada yang dibuat seolah-olah akun sedang bermasalah, ada pula yang menawarkan hadiah dan saldo gratis agar pengguna tergoda membuka tautan yang dikirimkan.
Begitu korban mengikuti instruksi pelaku, data pribadi atau informasi keamanan akun bisa terancam. Karena itu, mengenali pola penipuan sejak awal menjadi langkah penting sebelum mengambil tindakan apa pun.
Mengaku Jadi Customer Service
Salah satu modus yang perlu diperhatikan adalah pelaku yang mengaku sebagai customer service DANA. Mereka biasanya menghubungi pengguna dengan alasan ingin membantu menyelesaikan masalah pada akun.
Dalam prosesnya, korban bisa diminta memberikan PIN, kode OTP, atau informasi lain yang bersifat rahasia. Padahal, data keamanan seperti itu seharusnya tidak diberikan kepada orang lain.
Jangan mudah percaya hanya karena pelaku menggunakan nama, logo, atau gaya komunikasi yang terlihat meyakinkan. Jika ada masalah dengan akun, lakukan pengecekan melalui kanal resmi DANA.
Link DANA Kaget Palsu
Tawaran saldo atau hadiah gratis juga kerap dipakai untuk memancing korban. Salah satunya lewat tautan yang diklaim sebagai DANA Kaget atau promo tertentu.
Tautan tersebut bisa mengarahkan pengguna ke situs yang dibuat menyerupai halaman resmi. Korban kemudian diminta memasukkan informasi tertentu dengan alasan untuk mendapatkan hadiah atau saldo.
Sebelum membuka tautan, pastikan sumbernya jelas. Jangan sembarangan memasukkan data akun hanya karena dijanjikan saldo atau hadiah.
Akun Media Sosial Tiruan
Penipuan juga bisa datang dari media sosial. Pelaku membuat akun yang dibuat semirip mungkin dengan akun resmi sehingga pengguna sulit membedakannya.
Akun palsu tersebut dapat menawarkan bantuan, promo, atau layanan tertentu. Setelah korban merespons, pelaku bisa meminta data pribadi maupun informasi keamanan akun.
Karena itu, jangan langsung percaya pada akun yang menghubungi lewat pesan pribadi. Cek kembali identitas akun dan gunakan kanal resmi ketika membutuhkan bantuan.
Pesan Akun Bakal Diblokir
Modus lain memanfaatkan rasa panik pengguna. Korban menerima pesan yang menyebut akun DANA akan diblokir, dibatasi, atau mengalami masalah tertentu.
Agar terlihat serius, pesan biasanya disertai tautan yang diklaim sebagai halaman verifikasi. Korban kemudian didorong segera mengklik dan mengikuti instruksi yang diberikan.
Jangan terburu-buru mengambil tindakan hanya karena mendapat pesan semacam itu. Cek kondisi akun langsung melalui aplikasi atau kanal resmi DANA.
Waspadai Aplikasi DANA Palsu
Pelaku juga dapat menyebarkan aplikasi yang tampilannya dibuat menyerupai aplikasi DANA. Aplikasi dari sumber tidak resmi berisiko digunakan untuk mengambil informasi pengguna.
Karena itu, aplikasi sebaiknya diunduh melalui toko aplikasi resmi. Hindari memasang aplikasi dari tautan yang dikirimkan orang tidak dikenal atau sumber yang tidak jelas.
Pengguna juga perlu memperhatikan izin akses yang diminta sebuah aplikasi. Jika terasa tidak masuk akal atau mencurigakan, lebih baik jangan diteruskan.
PIN dan OTP Jangan Dibagi
Langkah paling dasar untuk menjaga keamanan akun adalah merahasiakan PIN dan OTP. Jangan memberikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan.
Selain itu, hindari mengklik tautan mencurigakan yang datang melalui pesan, media sosial, atau kanal komunikasi lainnya. Tawaran hadiah, promo, maupun peringatan akun bermasalah sebaiknya tidak langsung dipercaya.
Jika menerima informasi yang terasa janggal, lakukan pengecekan melalui aplikasi dan kanal resmi DANA. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan pesan yang dikirim oleh pihak yang belum terverifikasi.
Pada akhirnya, penipu biasanya mencari celah dari kelengahan pengguna. Semakin hati-hati menjaga data pribadi dan informasi keamanan akun, semakin kecil peluang pengguna terjebak dalam modus penipuan digital. (*)

