Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nama Sekda Banyumas Dicatut Buat Nipu, Seorang Warga Kena Tipu Rp10 Juta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Nama Sekda Banyumas Dicatut Buat Nipu, Seorang Warga Kena Tipu Rp10 Juta

Merasa benar-benar berbicara dengan Sekda, korban pun tak menaruh curiga. Hingga akhirnya, uang Rp10 juta pun raib.

Nugroho P.
Last updated: September 29, 2025 12:29 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Agus Nurhadie, Sekda Banyumas
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Fenomena penipuan online makin canggih. Kali ini, nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyumas, Dr. Agus Nur Hadie, S.Sos., M.Si., kembali dicatut oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi tipu-tipu.

Korban dari kasus ini adalah Agus, warga Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur. Ia mengalami kerugian hingga Rp10 juta setelah termakan rayuan pelaku yang berpura-pura menjadi pejabat.

Modusnya cukup rapi. Pelaku lebih dulu mengirim pesan perkenalan dengan gaya formal, seolah-olah resmi. Setelah itu, pelaku melakukan panggilan suara agar korban semakin yakin. Dari sinilah, korban akhirnya menuruti instruksi dan mentransfer sejumlah uang.

“Perkenalkan saya Bpk Dr. AGUS NUR HADIE, S.Sos., M.Si. Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas,” begitu isi pesan yang dikirim pelaku lewat WhatsApp.

Merasa benar-benar berbicara dengan Sekda, korban pun tak menaruh curiga. Hingga akhirnya, uang Rp10 juta pun raib.

Mengetahui namanya dipakai dalam modus penipuan, Sekda Banyumas angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pesan maupun panggilan tersebut sama sekali bukan darinya.

“Intinya, saya minta masyarakat lebih waspada. Jangan langsung percaya kalau ada pesan atau telepon dari nomor tak dikenal, apalagi yang ujung-ujungnya minta uang,” ujar   Agus Nur Hadie, Senin (29/9/2025).

Kasus ini tidak berhenti begitu saja. Pihak korban melalui kuasa hukumnya, Djoko Susanto, menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk menuntut ganti rugi.

“Atas nama korban, kami meminta pelaku mengembalikan kerugian. Kalau tidak, kami siap melapor dan membawa kasus ini ke ranah hukum,” tegas Djoko.

Saat ini, laporan sedang diproses oleh pihak berwenang. Warga Banyumas pun diimbau agar lebih hati-hati, terutama jika ada pesan atau telepon mengatasnamakan pejabat publik.

Penipuan model begini jelas merugikan banyak pihak: korban kehilangan uang, sementara nama pejabat dicoreng oleh ulah oknum. Maka, kewaspadaan jadi kunci agar kasus serupa tidak terulang. (*)

You Might Also Like

Siber Polda Jateng Ungkap Ilegal Akses Cheat Platfom Mobile Legends

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Waduuuh! Jaksa Terjaring OTT KPK di Banten, Duit Rp900 Juta Disita

Polisi Kecele? Full Team Jaga Sidang Sudewo, Ternyata Massa yang Datang Cuma Dikit

OTT Cilacap: Uang Diduga Hasil Peras Rp610 Juta Disiapkan Jadi “THR Pejabat”

TAGGED:Agus Nurhadiepenipuanpenipuan onlinesekda banyumaswhatsapp
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Walikota Semarang Agustina Wilujeng bertukar plakat dengan Komisi VII DPR RI usai gelaran kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR di Sentra Batik Semarang, Jumat (27/9/2025). DPR menyoroti pentingnya standarisasi desa wisata se-Iindonesia agar lebih memiliki manfaat bagi warga. Foto: dok. Standardisasi Desa Wisata: Saatnya Hentikan Copy-Paste dan Fokus ke Identitas Lokal
Next Article Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution. Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kondisi Nenek Saudah (68) yang menjalani perawatan di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, Senin (5/1/2026), seusai menjadi korban dugaan penganiayaan oleh para petambang emas ilegal di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Hukum

Tolak Tambang Emas Ilegal di Lahan Sendiri, Nenek Saudah Dihajar Preman hingga Terkapar

Januari 7, 2026
Hukum

Tambah Waspada, Keripik Pisang Disemprot Narkoba Kejari Bogor Berhasil Musnahkan

Desember 23, 2025
Hukum

Dibisiki Pimpinan Bank, Perempuan di Semarang Gelapkan Kredit Bank DKI Rp2,7 Miliar

September 9, 2025
Terpidana korupsi, Dheky Martin (baju batik) berdisi usai jadi saksi sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026). (bae)
Hukum

Terpidana Dheky: Gus Miftah Terima Duit Rp100 Juta dari Korupsi DJKA

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nama Sekda Banyumas Dicatut Buat Nipu, Seorang Warga Kena Tipu Rp10 Juta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?