BACAAJA, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong penguatan tata kelola pasar modal agar semakin transparan dan mampu menjaga kepercayaan para pelaku investasi. Harapan itu disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pesan tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). DPR menilai pembenahan tata kelola menjadi langkah penting untuk memperkuat pasar modal Indonesia di tengah dinamika ekonomi.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pertemuan berlangsung cukup panjang karena membahas berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan bursa.
Menurut Dasco, jajaran baru di OJK maupun BEI memiliki peluang besar menghadirkan pembaruan agar sistem pengawasan dan tata kelola berjalan lebih efektif.
Ia berharap perubahan tersebut dapat menciptakan pasar modal yang semakin profesional, akuntabel, dan dipercaya oleh investor.
“Pada sore hari ini kami kedatangan dari Komisioner OJK dan pengurus atau Direksi Bursa Efek Indonesia baru. Kami barusan sudah melakukan koordinasi dan kemudian diskusi yang panjang bagaimana kemudian OJK yang baru dan Direktur Bursa yang baru untuk membenahi tata kelola bursa sehingga lebih baik ke depannya,” ujar Dasco.
Selain menyoroti tata kelola bursa, DPR juga meminta OJK memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas di pasar modal.
Pengawasan yang lebih optimal dinilai penting agar setiap proses transaksi berlangsung sesuai aturan sekaligus mampu mencegah berbagai potensi pelanggaran.
Menurut Dasco, pengawasan yang konsisten akan menjadi fondasi bagi terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Ia mengatakan DPR telah menyampaikan sejumlah masukan kepada OJK agar kualitas pengawasan terus ditingkatkan pada masa mendatang.
“Untuk itu, kami tadi sudah sampaikan kepada Direksi OJK agar kemudian dalam pengawasan juga bisa lebih baik ke depannya dan beberapa kesepakatan-kesepakatan tadi sudah kami dapat di pertemuan untuk niatnya untuk tata kelola bursa yang lebih baik ke depan,” katanya.
Dasco menambahkan, komunikasi antara DPR, OJK, dan BEI akan terus dijaga agar proses pembenahan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Kolaborasi antarlembaga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pasar modal yang semakin kuat dan kompetitif.
Kepercayaan investor juga disebut sangat bergantung pada kualitas regulasi, transparansi, serta konsistensi pengawasan yang diterapkan.
Karena itu, pembaruan tata kelola tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Sari Yuliati yang ikut mengikuti pembahasan bersama para pejabat OJK dan BEI.
Dari pihak OJK hadir Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi bersama jajaran komisioner yang membahas berbagai langkah penguatan sektor pasar modal.
Sementara dari Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama Jeffrey Hendrik beserta jajaran direksi baru ikut mengikuti rapat koordinasi tersebut.
Dengan kepengurusan baru di BEI, DPR berharap muncul berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat integritas pasar modal nasional.
Upaya pembenahan itu diharapkan bukan hanya meningkatkan kepercayaan investor domestik, tetapi juga membuat pasar modal Indonesia semakin menarik di mata investor global.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara DPR, OJK, dan BEI, tata kelola pasar modal diharapkan menjadi semakin transparan, profesional, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang. (*)

