BACAAJA, SEMARANG- Demo buruh di Gubernuran lumayan panas nih. Massanya cukup banyak, hampir ribuan. Berasal dari berbagai daerah di Jateng. Mereka mendesak agar aspirasinya diterima.
Awalnya demo yang berlangsung Senin (8/12) siang tersebut cukup kondusif. Buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) ini orasi. Mereka ngomong sambil teriak-teriak di atas mobil komando.
Orasinya udah lama, tapi tampaknya massa masih semangat. Mereka tampak menujuk-nunjuk polisi yang berbaris di depannya. Demo makin memanas. Beberapa barang seperti air kemasan melayang. Dilempar ke arah polisi.
Baca aja: Siap-Siap! UMP Jateng 2026 Bakal Diumumkan 21 November
Polisi Kewalahan
Pas mendekati jam 16.00 WIB, massa mendorong paksa gerbang. Polisi tampak kewalahan. Pagar besi itu pun diangkat. Gerbang itu akhirnya jebol. Begitu juga dengan barisan polisi. Dalam waktu bersamaan, massa bersorak.
Untung aja nggak terjadi adu saling dorong. Komandan aksi nyoba nenangin anggotanya. Orator nyuruh para buruh tenang dan mundur beberapa langkah. “Semuanya, ikuti mobil komando,” ucap Panglima Komando SPN, Buya Fauzi.
Dalam demo ini, SPN menuntut pemerintah segera menaikkan UMP 2026 sebesar 8,5-10 persen. Mereka juga meminta agar pengupahan dikembalikan ke daerah, melalui perundingan tingkat kabupaten/kota. Buruh mendesak hentikan intervensi gubernur terhadap keputusan Dewan Pengupahan Daerah. (bae)

