Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Langkah Bareng Muhammadiyah dan Bulog Jaga Pangan Negeri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Langkah Bareng Muhammadiyah dan Bulog Jaga Pangan Negeri

Muhammad Abduh Hisyam, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah yang membidangi MPM dan MLH, menyebut kerjasama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Baginya, langkah ini punya dampak besar untuk mendorong produksi pangan dalam negeri. Harapannya, Indonesia bisa melaju menuju swasembada, terutama dalam hal beras, tanpa harus mengandalkan impor terus-menerus.

Nugroho P.
Last updated: Desember 7, 2025 11:29 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Penandatanganan nota kesepahaman antara Bulog Jawa Tengah dan PWM Jawa Tengah terkait sinergi penyediaan dan distribusi pangan. MoU ini dilaksanakan dalam acara Rakerwil ke-2 MPM PWM Jawa Tengah di Gedung Walidah UMS, Sabtu (6/12/2025).
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA – Sinerginya Muhammadiyah Jawa Tengah dan Bulog bikin suasana baru dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dua lembaga besar ini sepakat melangkah bareng setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang fokus pada penyediaan dan distribusi pangan yang lebih stabil dan terjangkau.

Kesepakatan tersebut berlangsung di sela-sela Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-2 MPM PWM Jawa Tengah yang digelar di Gedung Walidah Lantai 7 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu 6 Desember 2025. Suasana formal tapi hangat terasa, apalagi topik yang dibahas menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Muhammad Abduh Hisyam, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah yang membidangi MPM dan MLH, menyebut kerjasama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Baginya, langkah ini punya dampak besar untuk mendorong produksi pangan dalam negeri. Harapannya, Indonesia bisa melaju menuju swasembada, terutama dalam hal beras, tanpa harus mengandalkan impor terus-menerus.

Ia memberi contoh unik: jumlah jamaah haji dan umrah Indonesia yang tiap tahun membeludak. Meski jamaahnya dari Indonesia, beras yang disantap di Arab Saudi justru berasal dari Thailand dan Filipina. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan betapa pentingnya peningkatan produksi di dalam negeri.

Dari pihak Bulog, Sri Muniati selaku Kepala Bulog Wilayah Jawa Tengah, menjelaskan bahwa kerjasama ini bermula dari komunikasi intens dengan tim MPM Muhammadiyah. Bulog, katanya, memang punya tugas besar: memastikan pangan pemerintah tersedia, terjangkau, dan stabil dari hulu sampai hilir.

Sri melihat banyak peluang yang bisa dieksplorasi bersama Muhammadiyah. Di bagian hulu, peluang peningkatan produksi terbuka lebar. Sementara di hilir, jaringan distribusi bisa diperluas sehingga lebih mudah menjangkau masyarakat luas. Dengan kata lain, kolaborasinya bukan cuma soal beras, tapi mencakup ekosistem pangan dari awal hingga akhir.

“Mitra Bulog punya peran penting menjaga pasokan tetap aman, baik secara fisik maupun ekonomi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Ir. Fatchur Rochman, menegaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan pemberdayaan masyarakat lewat kolaborasi lintas lembaga. Menurutnya, pertemuan di Rakerwil ini menjadi momen penting untuk konsolidasi gerakan, terutama yang melibatkan Jamaah Tani Muhammadiyah.

Ia menyebut, penguatan tani bukan sekadar meningkatkan produksi, tapi juga membangun kemandirian ekonomi dan jejaring yang solid. Dengan kolaborasi semacam ini, harapannya kesejahteraan petani semakin terangkat dan ketahanan pangan makin mantap. (*)

You Might Also Like

Mobil Listrik Polytron Nggak Cuma Buat Jalan, tapi Bisa Jadi Genset Darurat saat Mati Listrik

Ekonom Indef: Kasus Tom Lembong Cerminkan Hukum yang Buruk, Ancaman Serius bagi Ekonomi

Sekda Jateng: Jangan Baper Sama Pinjol!

Buru THR Lebaran? Ini Spot ATM Pecahan Kecil di Semarang

10 Pengemudi Profesional Indonesia Diberangkatkan ke Jepang, LPK Hiro: Peluang Kerja Menjanjikan

TAGGED:bulogmuhammadiyahPWM Jawa Tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kenapa Otak Pria Menyusut Lebih Cepat dari Wanita?
Next Article Sorotan Baru soal Tambang Liar di Lereng Slamet

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tumpukan sampah tampak menggunung di TPA Jatibarang Semarang, Sabtu (27/9/2025). (bae)

Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus

Jateng Mau Sulap 70 Persen Sampah Jadi Listrik, Mimpi atau Jalan Keluar?

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor”, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

MBG Lima Hari Aja? Santai, Daerah 3T Dapat “Bonus Sabtu”

Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

PKB Didiskon 5 Persen Sampai Akhir 2026

Februari 23, 2026
Ekonomi

Jelang Lebaran, Pemprov Geber GPM dan Dokter Speling

Maret 3, 2026
Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Ekonomi

Harga BBM di Jateng Turun! Dompet Auto Senyum di Tahun Baru

Januari 1, 2026
Ekonomi

Menaker: UMP 2026 Wajib Kelar Sebelum Malam Natal

Desember 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Langkah Bareng Muhammadiyah dan Bulog Jaga Pangan Negeri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?