Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Stabilisasi Harga Pangan, Pemprov Andalkan Gerakan Pangan Murah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Stabilisasi Harga Pangan, Pemprov Andalkan Gerakan Pangan Murah

Harga bahan pokok lagi suka bikin jantung dag-dig-dug. Tapi di Jateng, Pemprov tak tinggal diam. Solusinya? Turun langsung ke lapangan lewat Gerakan Pangan Murah. Bahkan sampai awal Maret 2026, aksinya sudah tembus 333 kali, lebih cepat dari target yang dipatok untuk tiga bulan pertama tahun ini.

T. Budianto
Last updated: Maret 7, 2026 11:42 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PASAR MURAH: Warga mendatangi pasar murah yang digelar Pemprov Jateng di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng lagi gaspol menahan gejolak harga kebutuhan pokok. Caranya lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sudah digelar 333 kali sejak Januari sampai awal Maret 2026. Angka itu bahkan sudah melewati target triwulan pertama yang semula dipatok 308 kali kegiatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari bilang, capaian tersebut menunjukkan upaya stabilisasi harga berjalan cukup agresif. “Sampai kemarin GPM sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi target,” kata Dyah saat pembukaan Gerakan Pangan Murah serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Meski target sudah lewat, programnya nggak berhenti. Pemprov Jateng malah menggelar Gerakan Pangan Murah serentak di 35 kabupaten/kota. Acara pembukaan dipimpin langsung Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang Barat.

Baca juga: Cabai Nyaris 80 Ribu, Gubernur: Gas Operasi Pasar!

Sementara 31 daerah lain mengikuti secara daring. Empat daerah, Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal sudah lebih dulu menggelar kegiatan serupa sehari sebelumnya.

Dalam operasi pangan murah ini, berbagai kebutuhan pokok digelontorkan ke masyarakat. Totalnya juga nggak main-main, di antaranya beras sebanyak 74 ton, gula pasir (7.250 kg), minyak goreng (21 ribu liter), telur ayam ras (11.500 kg) dan bawang putih (3.400 kg).

Menurut Dyah, keberhasilan program ini juga berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, Bank Indonesia, hingga Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Sejauh ini GPM di Jawa Tengah sudah berjalan bagus,” ujarnya.

Cara Konkret

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga ikut memberi apresiasi. Ia menyebut program ini sebagai cara konkret supaya masyarakat tetap bisa membeli bahan pokok tanpa harus pusing lihat harga di pasar. “Ini jadi model agar keterjangkauan harga bisa dirasakan masyarakat,” kata Luthfi.

Secara umum, harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah disebut relatif stabil. Hanya saja ada satu komoditas yang masih “bandel”, cabai. Harga cabai di tingkat konsumen rata-rata menyentuh Rp81 ribu per kilogram, atau sekitar 42,2 persen lebih tinggi dari Harga Acuan Pemerintah yang berada di angka Rp57 ribu per kilogram.

Baca juga: Antsipasi Kenaikan Harga, Pemkot Siapkan Operasi Senyap ke Pasar

Di lapangan, warga langsung merasakan bedanya. Harga yang ditawarkan di GPM jauh lebih ramah di kantong dibanding pasar. Eni (38), warga Semarang Barat, mengaku sengaja datang untuk belanja kebutuhan dapur.

“Belanja sayur, minyak sama beras. Harganya miring banget,” katanya. Ia mencontohkan, minyak goreng merek Minyakita di pasar biasanya dijual sekitar Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per liter. Di GPM, ia bisa dapat Rp15.500.

Begitu juga beras premium yang biasanya Rp16 ribu per kilogram, di sini dijual Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram. Kalau harga pangan lagi naik, memang yang paling cepat panas bukan cuma cabai di wajan, tapi juga dompet warga. (tebe)

You Might Also Like

Mahasiswa Undip Korban Pengeroyokan Diduga Pelaku Pelecehan Seksual, Begini Sikap Kampus

Seni dan Tradisi, Jalan Sunyi Membentuk Karakter Bangsa

Pemerintah Sediain Rp60 T untuk Pemulihan Bencana di Sumatera, dari Mana Duitnya?

Irlandia Suntik Mati Seluruh PLTU Batu Bara, Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Bocoran Soal Gaji ASN, Menkeu Sepertinya Masih Injak Rem Awal 2026

TAGGED:gerakan pangan murahheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bos Baru Bank Jateng Resmi Dilantik, Gubernur: Aset Sudah Tembus Rp100 Triliun, Gas Terus!
Next Article Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketahuan Curang UTBK, Alat Tersembunyi Bikin Geger Kampus Semarang

Gelombang Haji Jateng Mulai Bergerak, Kloter Berangkat Tanpa Transit

Ihram Bukan Gaya, Ini Aturan Penting yang Sering Disalahpahami

KDMP Beromzet Sebulan Rp60 Juta, Ketuanya Gak Cuan Sama Sekali!! Apes Bos

Ilustrasi godaan mudahnya pencairan pinjaman online (pinjol).

Utang Pinjol RI Tembus Rp100 Triliun, Gen Z dan Milenial Paling Banyak Terjerat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi ledakan.
Info

Fakta Ledakan Rumah di Semarang: dari Bubuk Petasan hingga Siswa SD Tewas

Maret 22, 2026
Foto ilustrasi kampus Unsoed. Seorang guru besar di Universitas Jendral Soedirman atau Unsoed, diduga melakukan pelecehan sekseual terhadap mahasiswinya. Foto: dok.
Pendidikan

Guru Besar Unsoed Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya?

Juli 29, 2025
Ilustrasi pesawat ATR terbang di udara.
Info

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Januari 17, 2026
LAPORAN KINERJA: Ketua DPR RI Puan Maharani menyerahkan laporan kinerja DPR Tahun Sidang 2024-2025 kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). Penyerahan laporan ini sekaligus menandai penutupan Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026. (Foto: Ist)
Nasional

Tutup Masa Sidang DPR, Puan Ingatkan Demokrasi Butuh Kedewasaan, Bukan Saling Menyalahkan

Oktober 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Stabilisasi Harga Pangan, Pemprov Andalkan Gerakan Pangan Murah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?