Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rindu Masa Kecil Padahal Dulu Ingin Cepat Dewasa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Rindu Masa Kecil Padahal Dulu Ingin Cepat Dewasa

Redaktur Opini
Last updated: Desember 1, 2025 5:53 pm
By Redaktur Opini
4 Min Read
Share
SHARE

Khoirul Nikmah, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UPGRIS.

…masa kecil merupakan fase ketika kita menjalani hidup secara autentik tanpa pencitraan, tanpa tuntutan untuk menjadi versi terbaik di mata orang lain.

Masa kecil sering kita kenang sebagai masa paling membahagiakan, penuh tawa dan tanpa beban. Ironisnya, ketika masih kecil banyak dari kita justru ingin cepat tumbuh dewasa.

Kala itu kita membayangkan hidup orang dewasa itu penuh kebebasan, punya kebebasan mengambil keputusan sendiri, dan seringkali terlihat “keren”. Namun, ketika saat sudah memasuki masa dewasa dengan segala tanggung jawab, tuntutan, dan tekanan sosial, kerinduan pada masa kecil justru muncul.

Seakan-akan kita ingin kembali ke masa lalu yang penuh dengan kenangan. Pertanyaannya, mengapa kerinduan itu begitu kuat?

Ada beberapa jawaban. Pertama, masa kecil kerap diidentikan dengan minimnya beban psikologis dan tanggung jawab sosial. Anak-anak tidak perlu memikirkan biaya hidup, bagaimana mencari penghasilan, pencapaian akademik, tuntutan karier, serta tekanan yang muncul dari konten-konten di sosial media.

Penelitian dari American Psychological Association (2023) menunjukkan, tingkat stres pada usia remaja dan dewasa meningkat signifikan, terutama akibat tekanan akademik, ekonomi, dan digitalisasi. Pada masa kecil, rasa aman hadir karena adanya orang tua atau lingkungan pergaulan yang melindungi, sehingga membuat kenangan masa kecil terasa lebih damai dan stabil secara emosional.

Selain itu, masa kecil merupakan fase ketika kita menjalani hidup secara autentik tanpa pencitraan, tanpa tuntutan untuk menjadi versi terbaik di mata orang lain. Di tengah budaya masyarakat digital saat ini, kita sering merasa perlu menunjukkan kehidupan yang “ideal” di media sosial, meski kenyataannya jauh berbeda.

Konteks itu semakin memperkuat nostalgia kita terhadap masa ketika penerimaan dan kebahagiaan tidak bergantung pada validasi orang lain. Bahkan, sebagian orang merasa bahwa masa kecil adalah satu-satunya bagian hidup ketika mereka benar-benar merasa cukup menjadi diri sendiri.

Dari perspektif psikologis, kenangan masa kecil dianggap sebagai safe place, tempat seseorang merasa aman dan diterima. Zimbardo (2022) menjelaskan bahwa manusia cenderung meromantisasi masa lalu ketika menghadapi tekanan hidup saat ini. Kenangan masa kecil menjadi semacam pelarian emosional yang memberi rasa tenang, kehangatan, serta menghidupkan kembali ingatan akan kesederhanaan dan tulusnya kebahagiaan.

Namun, kerinduan itu juga menjadi refleksi bahwa tumbuh dewasa bukan sekadar soal kebebasan, tetapi juga kesanggupan menghadapi konsekuensi dari pilihan yang diambil. Ketika masih kecil, kita ingin dewasa karena melihat kebebasan versi orang dewasa.

Sebaliknya, ketika memasuki usia dewasa kita justru merindukan masa kecil karena merasakan beratnya tanggung jawab. Di sinilah pentingnya kesadaran bahwa kebahagiaan tidak hanya milik masa lalu, tetapi bisa diciptakan pada masa sekarang—bahkan dengan cara yang lebih matang dan bermakna.

Pada akhirnya, merindukan masa kecil adalah hal yang manusiawi. Tetapi yang lebih penting adalah belajar dari masa lalu, menjalani masa kini dengan seimbang, dan mempersiapkan masa depan dengan bijak. Masa kecil boleh menjadi kenangan, tetapi kedewasaan dan menjadi dewasa adalah ladang untuk bertumbuh dan menemukan makna baru tentang kebahagiaan.(*)

 

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

 

You Might Also Like

Degradasi Organisasi Mahasiswa: Hidup Segan Mati Tak Mau!

Iman dan Nilai-Nilai Kemanusiaan di Hadapan Ancaman Akal Imitasi

Saat Media Sosial Menggerus Fokus dan Kesehatan Mental Remaja

Emas, Imajinasi Global, dan Realitas Nilai Tukar

Ada Semangat Diponegoro dalam Aksi Penolakan Penambangan di Lereng Gunung Mrico

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11). Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana
Next Article Wakil Ketua DPRD Jateng yang juga Penasehat Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasi) Pusat, Mohammad Saleh. (Foto: Ist) M Saleh Minta Pemprov Jateng Gaspol Kembangkan Ekonomi Kreatif

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Berbagi Itu Indah, Bergibah Itu Nirfaedah

Februari 24, 2026
Opini

Mahasiswa Jawa dan Cara Inklusif Berteman ala “Jawakarta”

Februari 6, 2026
Opini

Prabowo dan Sirkus Uang

Mei 20, 2026
Opini

Betapa Dekat dan Akrab Warga Bekasi dengan Banjir

Februari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rindu Masa Kecil Padahal Dulu Ingin Cepat Dewasa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?