BACAAJA, SEMARANG- Setelah sempat bikin warga deg-degan karena berhenti beroperasi, dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Semarang akhirnya kembali ngebul seperti biasa. Drama kecil ini muncul gara-gara Badan Gizi Nasional (BGN) lagi merapikan urusan administratif, yang otomatis ngefek ke 72 SPPG di kota ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochammad Abdul Hakam bilang, kalau jeda operasi kemarin sebenarnya demi kebaikan bersama. “SPPG memang sempat berhenti karena BGN benahin tata kelola administrasi. Tapi Alhamdulillah tanggal 18 November semuanya sudah clear,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (21/11).
Dari pusat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memastikan pemerintah lagi kebut ngoptimalin pembangunan dan layanan SPPG sampai akhir tahun. Targetnya jelas: Program Makan Bergizi Gratis jalan mulus tanpa drama di daerah. “Progres pembangunan SPPG terus kita optimalkan,” tegasnya.
Kembali Sibuk
Sementara itu di lapangan, dapur-dapur SPPG sudah kembali sibuk, termasuk SPPG Banyumanik, salah satu dapur utamanya Semarang. Kepala SPPG Banyumanik, Amelia Widya, cerita kalau ritme kerja mereka bisa dikatakan tidak untuk yang lemah-lemah.
Produksi dimulai jam 3 pagi, masak dua sampai tiga kali buat ngejar jadwal pengiriman, semuanya demi memastikan makanan yang nyampe ke anak-anak selalu fresh. “Setiap pengiriman kita masak lagi. Makanan dipastikan fresh,” katanya.
Amelia berharap distribusi makin lancar dan konsisten, karena kualitas dan kesegaran makanan itu kunci supaya manfaat gizinya maksimal. (tebe)


