Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna

Dan siapa sangka, di balik angka 4,00 itu, ada cerita tentang kopi larut malam, tumpukan jurnal, dan keyakinan bahwa setiap usaha—kalau disertai niat tulus—nggak akan pernah sia-sia.

Nugroho P.
Last updated: November 10, 2025 6:22 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Rizal Galih Pradana (25) (ugm.ac.id)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Rizal Galih Pradana nggak pernah nyangka bakal jadi salah satu dari segelintir orang yang bisa menamatkan studi S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK sempurna—4,00 bulat tanpa cela. Di usia 25 tahun, ia resmi menyandang gelar Magister Psikologi setelah berjuang selama 1 tahun 10 bulan yang penuh drama akademik dan dilema batin.

Wisuda yang digelar di Grha Sabha Pramana pada Rabu, 22 Oktober, jadi momen klimaks perjalanan panjangnya. Di balik toga dan senyum lebar itu, ada segunung kerja keras, kopi malam hari, dan keputusan besar yang harus diambil di awal perkuliahan.

Dikutip dari laman resmi ugm.ac.id, ceritanya bermula dari kabar mengejutkan: program Magister Psikologi Profesi—jurusan yang Rizal incar lewat beasiswa LPDP—tiba-tiba ditutup karena perubahan kurikulum. Mau nggak mau, Rizal dihadapkan pada pilihan berat: tetap lanjut tapi pindah jalur ke Psikologi Sains, atau mundur dan menunggu program profesi dibuka lagi.

“Waktu itu saya galau banget. Tapi akhirnya saya pilih lanjut aja, karena rezeki LPDP itu nggak datang dua kali,” kenangnya, baru-baru ini.

Keputusan itu bukan akhir dari masalah. Masuk ke Psikologi Sains berarti Rizal harus adaptasi total. Topik risetnya berubah, begitu juga pendekatan studinya. Ia pun akhirnya bergabung dalam riset payung soal food choice (pilihan makanan) yang dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.

Di situ, Rizal mulai mengenal Structural Equation Modeling (SEM), metode analisis yang awalnya terasa seperti teka-teki rumit. Tapi dengan bimbingan yang tepat dan tekad yang kuat, pelan-pelan ia menaklukkannya.

“SEM itu bikin saya pusing di awal, tapi setelah paham, malah jadi seru. Kayak nemu bahasa baru buat memahami perilaku manusia,” kata Rizal sambil tertawa kecil.

IPK 4,00 yang ia dapat bukan semata hasil dari otak encer. Rizal mengaku, ada unsur keberuntungan dan faktor takdir di balik itu semua. Nilainya di UTS nggak selalu sempurna, tapi performa UAS yang maksimal berhasil mendongkrak rata-rata nilainya.

“UAS itu penentu banget, jadi saya gaspol di situ. Saya percaya hasil akhir ditentukan sama totalitas usaha,” ujarnya santai.

Namun di balik nilai-nilai itu, Rizal sadar ada tanggung jawab besar yang ia emban. Sebagai penerima beasiswa LPDP, ia merasa wajib memberi hasil terbaik sebagai bentuk penghormatan pada kesempatan yang sudah diberikan negara.

“Buat saya, LPDP itu amanah. Jadi harus saya buktikan dengan kerja nyata, bukan cuma nilai,” katanya.

Selama kuliah, Rizal punya gaya belajar sendiri. Ia nggak cuma ngulik materi, tapi juga strategi. Salah satu tipsnya adalah memahami sistem penilaian dan karakter dosen.

“Setiap dosen punya gaya masing-masing. Ada yang suka esai, ada yang fokus ke presentasi. Tahu itu bisa bantu kita nyiapin diri lebih matang,” ungkapnya.

Selain itu, Rizal juga percaya bahwa keseimbangan itu penting. Ia nggak mau terlalu ngoyo sampai kehilangan arah. Sesekali, ia memberi jeda buat diri sendiri: nonton film, nongkrong bareng teman, atau sekadar jalan sore buat ngatur napas.

“Yang penting konsisten, bukan ngoyo,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Rizal menekankan satu hal: kesempatan kuliah di kampus sebesar UGM itu nggak datang dua kali, jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Di kampus, kita bisa salah dan diperbaiki. Tapi di dunia kerja, nggak semua kesalahan ditoleransi,” ujarnya bijak.

Ia percaya, dunia akademik adalah ruang latihan terbaik sebelum terjun ke dunia nyata. Di situ, mahasiswa belajar bukan cuma teori, tapi juga mental dan tanggung jawab.

“Kalau udah kerja, semuanya serba cepat. Belajarnya ya sambil jalan. Jadi nikmatilah masa belajar di kampus selagi bisa,” pesan Rizal menutup cerita.

Bagi Rizal, perjalanan S2 ini bukan sekadar perjalanan akademik, tapi juga proses mengenal diri sendiri. Dari kegagalan, keraguan, hingga momen kecil yang mengajarkan arti sabar dan gigih.

Kini, setelah resmi jadi magister dengan IPK sempurna, Rizal ingin fokus menyalurkan ilmunya ke bidang riset dan edukasi. Ia bermimpi bisa membantu lebih banyak orang memahami psikologi secara ilmiah tapi tetap membumi.

“Saya pengen bikin psikologi itu terasa dekat sama kehidupan sehari-hari, bukan cuma teori di buku,” pungkasnya.

Dan siapa sangka, di balik angka 4,00 itu, ada cerita tentang kopi larut malam, tumpukan jurnal, dan keyakinan bahwa setiap usaha—kalau disertai niat tulus—nggak akan pernah sia-sia. (*)

You Might Also Like

Siswa Berprestasi SMK Purworejo Dilaranag Ikut Ujian, Cuma Gegara Ini

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep

Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!

Dicoret Paskibraka Nasional, Dua Siswi Ini Justru Dapat Beasiswa ke China

TAGGED:IPK sempurnaprestasiugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi sertifikat tanah sengketa. JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal
Next Article Ditemukan Es Zaman Purba Usianya 6 Juta Tahun di Perut Antarktika

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PEMBEKALAN KKN--Ratusan mahasiswa Unwahas mengikuti pembelakan KKN, Sabtu (25/7/2026). (ist)
Pendidikan

671 Mahasiswa KKN Unwahas Diterjunkan ke Kendal, Siap Bantu Warga

Juli 26, 2026
BELAJAR KOPERASI - Pelajar di Jateng, mulai dari setingkat SD hingga SMA akan mendapat pembelajaran koperasi, mulai tahun ajaran 2026/2027. (ist)
Pendidikan

Pelajar Setingkat SD-SMA di Jateng akan Belajar Koperasi, Mulai Ajaran Baru Tahun Ini

Mei 21, 2026
Pendidikan

Gus Yasin: Madrasah Jangan Cuma Ajar Ilmu, Tapi Bentengi Iman Anak

Juli 5, 2026
Pendidikan

Kursi Masih Banyak Kosong, SMPN 3 Plered Ungkap Penyebab Sebenarnya

Juli 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Antara Takdir, Kopi, dan Cara Rizal Galih Tuntaskan S2 UGM dengan IPK Sempurna
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?