BACAAJA, SEMARANG- Saat ini Pemerintah Kota Semarang lagi serius banget soal kesejahteraan pekerja, terutama mereka yang selama ini sering “nggak kelihatan” di data resmi, kayak sopir, juru parkir, nelayan, sampai tukang tambal ban.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang, kalau kesejahteraan pekerja itu bukan cuma soal gaji, tapi juga soal rasa aman. “Kami hadir bukan hanya untuk sektor formal, tapi juga buat pekerja informal yang belum punya jaring pengaman sosial,” katanya, Kamis (6/11).
Bukti nyatanya? Program Pijar Semar (Perlindungan Sosial Pekerja Rentan Kota Semarang) resmi berjalan berdasarkan Perwal Nomor 26 Tahun 2025. Melalui program ini, para pekerja yang belum mampu bayar BPJS Ketenagakerjaan tetap dapat perlindungan lewat dua jaminan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Sampai saat ini, 7.217 pekerja rentan sudah terdaftar di Pijar Semar. Dari jumlah itu, 6.717 peserta ditanggung lewat APBD Kota Semarang, sementara 500 peserta dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Tapi nggak berhenti di situ. Pemkot juga punya program pendukung biar tenaga kerja makin kompeten dan nggak gampang kalah sama zaman diantaranya pelatihan dan peningkatan skill lewat Balai Latihan Kerja (BLK) dan job fair rutin buat mempertemukan pencari kerja dan perusahaan.
Layanan Mediasi
Selain itu, Pemkot juga ngebuka layanan mediasi hubungan industrial, biar masalah pekerja dan perusahaan bisa kelar tanpa drama. Agustina juga ngingetin pentingnya masyarakat buat aktif ikut program pemerintah.
“Informasi yang benar itu penting. Kami pengen pekerja, terutama yang rentan, tahu haknya dan bisa memanfaatkan fasilitas yang ada,” ucap Wali Kota.
Tahun depan, targetnya makin besar. Pemkot Semarang mau nambah 7.500 peserta lewat APBD dan 1.000 lagi lewat DBHCHT. “Ini bukan sekadar angka, tapi soal komitmen kami biar semua pekerja, baik formal maupun informal bisa hidup lebih sejahtera,” tutup Agustina.
Lucunya, kadang yang kerja paling keras justru yang perlindungannya paling tipis. Untungnya, sekarang di Semarang ada “Pijar” yang beneran nyala buat mereka. (tebe)


