Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kentongan Masih Menggema di Langit Purbalingga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kentongan Masih Menggema di Langit Purbalingga

Kompetisi berlangsung sengit tapi tetap seru. Tiap grup punya gaya sendiri, dari yang klasik sampai yang dibumbui sentuhan modern.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 14, 2025 7:15 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Salah satu penampilan grup kenthongan di Purbalingga. (Prokompim)
SHARE

Suara “tong-tong-tong” nyaring dari kentongan bikin Alun-alun Purbalingga ramai banget, baru baru ini. Festival Kentongan 2025 resmi digelar, dan suasananya benar-benar kayak pesta rakyat.

Sepuluh grup kesenian lokal tampil total, bawa irama khas yang bikin penonton susah diem. Dari anak muda sampai orang tua, semua ikut larut dalam dentingan bambu yang jadi kebanggaan Purbalingga.

“Alhamdulillah, setelah sempat tertunda akhirnya bisa jalan juga. Ini bentuk nyata komitmen kita buat terus jaga budaya lokal, terutama kentongan,” kata Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, di sela acara.

Fahmi bilang, di zaman serba digital kayak sekarang, anak muda udah banyak yang gandrung musik modern. Tapi bukan berarti seni tradisi harus kalah pamor.

“Kalau bukan kita yang nguri-uri budaya ini, siapa lagi? Kentongan itu bukan cuma bunyi bambu, tapi juga simbol gotong royong dan kearifan lokal,” tegasnya.

Festival ini bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga jadi wadah buat ngangkat kembali seni tradisional khas Banyumasan. Selain kentongan, pemerintah juga terus dukung seni tari, karawitan, dan kesenian rakyat lainnya.

“Kita pengin anak-anak muda juga ikut terlibat. Biar mereka bangga sama warisan daerahnya sendiri,” tambah Fahmi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, bilang ada 10 grup yang tampil. Di antaranya Kurawa, Satria Perwira, Kolokatung, Irama Sabuk Wulung (ISW), Karta Laras, Citra Nada, Natural Tone, Trisula Weda, Elja, dan Seniman Ghoib.

“Total hadiah yang disiapkan Rp11.750.000 plus piala,” jelas Tri Gunawan sambil senyum.

Kompetisi berlangsung sengit tapi tetap seru. Tiap grup punya gaya sendiri, dari yang klasik sampai yang dibumbui sentuhan modern.

Setelah semua tampil, dewan juri akhirnya ngumumin pemenangnya. Grup Seniman Ghoib berhasil nyabet juara 1, disusul Trisula Weda di posisi 2, dan Citra Nada di posisi 3.

Untuk kategori harapan, ada Natural Tone, Kalakatung, dan Irama Sabuk Wulung yang juga bawa pulang hadiah. Semua tepuk tangan meriah waktu nama-nama itu disebut.

Yang bikin makin keren, para pemenang bakal dikontrak tampil di Objek Wisata Goa Lawa (Golaga) selama setahun penuh bareng Perumda Owabong. Jadi, pengunjung bisa nikmatin wisata sambil denger kentongan live.

Tri Gunawan bilang langkah ini jadi bentuk nyata dukungan ke seniman lokal supaya punya panggung tetap dan penghasilan tambahan. “Kita ingin kesenian nggak cuma tampil di festival, tapi juga hidup di keseharian masyarakat,” ujarnya.

Acara makin rame waktu Bupati, Wabup Dimas Prasetyahani, dan Ketua TP PKK Syahzani Fahmi ikut nyalain kentongan bareng. Suara bambu yang beradu jadi simbol semangat bareng-bareng melestarikan budaya.

Sekda Herni Sulasti, Bunda Literasi Denita Dimas, dan jajaran OPD juga ikut meramaikan. Semua tampak menikmati vibe meriah sore itu.

Festival ditutup dengan arak-arakan simbolis dan penampilan kolaborasi dari beberapa grup kentongan. Penonton sampai enggan pulang karena suasananya hangat dan penuh kebanggaan.

Buat warga Purbalingga, kentongan bukan cuma alat komunikasi zaman dulu. Tapi juga lambang identitas, kekompakan, dan kreativitas yang terus hidup di tengah perubahan zaman.

Kentongan memang sederhana, tapi suaranya punya makna dalam. Dan lewat festival ini, suara itu dibunyikan lagi—keras, hidup, dan penuh semangat. (*)

You Might Also Like

Pencarian Usai, Gerak Kemanusiaan Tetap Jalan Terus

Masuk Ruang UTBK Kini Serasa Pemeriksaan Bandara Ketat Banget

Agro Wisata Tambi Masuk 6 Besar Nasional, Dapat Visitasi Tim Kemenpar dan Juri WIA 2025

Tol Bawen-Yogya Disiapin Fungsional H-10 Lebaran

Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

TAGGED:budayakentonganpurbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hujan Bikin Heboh, Banyumas-Purbalingga Kena “Combo” Bencana
Next Article Jalan PKU Kalibening Dibenahi, Segini Biayanya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

JAMIN KEAMANAN KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajarah, Wakil Rektor I, Imam Yahya, dan Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim, menggelar jumpa pers, Jum'at (8/5/2026). Mereka memastikan keamanan korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen. (dul)
Hukum

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Mei 9, 2026
Hukum

Bima Arya Sentil Bupati Pekalongan: Ngaku Tak Paham Hukum Kok Mau Jadi Kepala Daerah?

Maret 8, 2026
Info

Razia Dadakan + Tes Urine: Lapas Purwodadi Nggak Mau Kecolongan di Balik Jeruji

April 6, 2026
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Daerah

Cegah Banjir, Gus Yasin Ajak Warga Rajin Bikin Biopori

Januari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kentongan Masih Menggema di Langit Purbalingga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?