Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi

DKPP Klaten menerapkan Trap Barrier System (TBS) untuk mengatasi hama tikus di lahan padi. Sistem ini terbukti efektif menekan populasi tikus dan mencegah gagal panen. Dengan biaya terjangkau dan dukungan pemerintah daerah, TBS diharapkan jadi solusi berkelanjutan untuk petani Klaten.

baniabbasy
Last updated: September 20, 2025 1:13 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Klaten mewakili Bupati KLaten Hamenang saat sosialisasi penggunaan Trap Barrier System pada lahan tanam padi. Foto: dok/humas
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Klaten mewakili Bupati KLaten Hamenang saat sosialisasi penggunaan Trap Barrier System pada lahan tanam padi. Foto: dok/humas
SHARE

BACAAJA, KLATEN – Masalah klasik petani padi? Yap, siapa lagi kalau bukan geng tikus sawah yang doyan bikin gagal panen. Tapi tenang, petani Klaten nggak kehabisan akal! Lewat program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, mereka kini pakai Trap Barrier System (TBS) — solusi kekinian buat ngusir tikus dari sawah!

Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, turun langsung ke Desa Jurangjero, Kamis (18/9/2025), buat ngecek gimana penerapan TBS di lapangan. Hasilnya? Tikus bisa dikendalikan, dan tanaman padi tetap aman tumbuh subur.

Nah, sistem TBS ini keren banget. Gimana cara kerjanya? Petani pasang pagar plastik fiber ngelilingi lahan tanam, terus disiapin jalur khusus buat tikus masuk — tapi ujung-ujungnya malah masuk perangkap alias bubu kawat. Jebakan Batman versi sawah.

“Dari tiga metode pengendalian hama — mekanis, biologis, dan kimia — TBS ini yang paling efektif. Populasi tikus langsung ditekan tanpa ribet,” jelas Iwan.

Uniknya lagi, petani di Jurangjero pakai tanaman umpan di beberapa lahan. Tikus-tikus jadi fokus ke lahan itu, jadi yang lain bisa aman. Strategi cerdas, kan?

Soal biaya? Tenang, masih terjangkau kok. Untuk satu hektare lahan, biaya TBS sekitar Rp3,5 juta sampai Rp4 juta. Tapi nggak perlu nutup semua lahan, cukup di jalur aktif tikus aja. Bahkan jebakan bisa dibuat dari galon bekas — hemat tapi tetap manjur!

DKPP juga rencananya mau masukin TBS ke program resmi tahun depan. Artinya, makin banyak petani bakal bisa pakai teknologi ini.

Yang bikin makin semangat, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga dukung penuh penerapan TBS ini. Waktu ikut turun ke sawah, beliau bilang kalau metode ini jauh lebih efektif dibanding gropyokan alias ngejar-ngejar tikus rame-rame.

“Satu kotak bisa nangkap 30-40 ekor tikus per hari. Tahun lalu petani gagal panen, tapi sekarang mereka bisa panen lagi setelah pasang TBS,” kata Hamenang.

Pemkab Klaten siap kucurin anggaran khusus buat perluas TBS ke lebih banyak lahan. Targetnya? Gagal panen karena tikus jadi sejarah, dan petani bisa panen dengan tenang.

Jadi, buat kamu yang masih mikir teknologi cuma buat kota, lihat nih — di sawah pun inovasi bisa jadi penyelamat. TBS bukan cuma jebakan tikus biasa, tapi simbol bahwa pertanian juga bisa naik kelas. (*)

You Might Also Like

Wali Kota Semarang Dukung Pemerintah Pusat Penuhi Kebutuhan Rumah bagi Rakyat

DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Pemkot Semarang Perpanjang Jatuh Tempo & Beri Keringanan PBB 2025

Pramuka Lampung Gaspol Bantu Banjir, Donasi Nyaris Setengah Miliar

Polisi Ubah TKP Kecelakaan, IKA FH Unnes Ungkap Kejanggalan Kematian Iko Juliant

TAGGED:Bupati Klaten HamenangTrap Barrier System
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo Wahyudin Moridu saat klarifikasi terkait aksi viralnya di sosial media didampingi istri. Atas aksinya yang tidak menghargai rakyat dan negara, Wahyudin kini dipecat PDI-P dan disiapkan PAW. Foto; istimewa. Klarifikasi dan Sanksi: Kontroversi Wahyudin Moridu Viral “Rampok Uang Negara”
Next Article Presiden Prabowo Subianto akhirnya resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Dalam Prepres ini, Pemerintah bakal menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya buat guru, dosen, tenaga kesehatan, penyuluh, TNI/Polri, dan pejabat negara. Naikin Gaji ASN, Prabowo Main Aman atau Efisien?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

Lisa Punya Bayi Lagi, Anak Gajah Lahir Sehat

Siswa Sekolah Rakyat Tak Kuat Tinggal di Asrama, Pilih Mundur

172 PPDS Unair Tumbang Usai Santap Makanan Pradik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Respati Siapkan Jalan Pemuda Solo Kuliah di Belanda

Januari 27, 2026
Daerah

Cek Kesehatan Gratis Dukung Generasi Emas 2045

Agustus 4, 2025
Daerah

14 Daerah di Jateng Kena Sanksi karena Tak Becus Urus Sampah di TPA

September 30, 2025
Daerah

Pemkot Genjot Proyek Kolam Retensi Trimulyo, Targetnya Banjir Tamat!

Oktober 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?