Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wayang Jawa-Betawi Satukan Perantau di Blok M Hub
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wayang Jawa-Betawi Satukan Perantau di Blok M Hub

Merantau bukan berarti harus putus hubungan dengan kampung halaman. Itulah pesan yang terasa kuat dalam Gebyar Harmoni Budaya di Blok M Hub, Jakarta.

T. Budianto
Last updated: Juni 21, 2026 10:57 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GEBYAR HARMONI: Pegelaran wayang gagrak dalam Gebyar Harmoni Budaya di pelataran Blok M Hub, Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Suasana Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026) malam, berubah menjadi panggung budaya yang mempertemukan tradisi Jawa dan Betawi.

Ratusan perantau yang tergabung dalam Paguyuban Jawa Tengah menggelar Gebyar Harmoni Budaya, sebuah perayaan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya menjaga warisan budaya di tanah rantau.

Malam itu, penonton disuguhi dua pertunjukan wayang kulit dengan dua gaya berbeda. Wayang kulit gagrak Betawi dimainkan oleh dalang Ki Sukadana, sementara wayang kulit gagrak Jawa dibawakan KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. Tak hanya itu, panggung juga diramaikan dengan fragmen teater kolaboratif yang memadukan unsur budaya dari dua daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir langsung memberikan dukungan kepada masyarakat Jawa Tengah yang kini menetap di wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso atau Bang Yos, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi mengatakan Gebyar Harmoni Budaya menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Tengah mampu beradaptasi di daerah perantauan tanpa meninggalkan identitas budaya yang mereka miliki.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat perantauan telah ikut membangun daerah tempat mereka tinggal, tetapi tetap ingat tanah leluhurnya,” ujarnya.

Menurut Luthfi, menjaga budaya bukan hanya soal melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi perekat hubungan antardaerah. Ia menilai kolaborasi budaya seperti ini memperkuat rasa persaudaraan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Pembangunan Jateng

Pada kesempatan itu, Luthfi juga memaparkan perkembangan pembangunan di Jateng yang saat ini terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut Jawa Tengah semakin diminati investor, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jateng, Leles Sudarmanto mengatakan, pertunjukan wayang dipilih karena merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang harus terus dijaga keberadaannya, terutama oleh generasi muda.

Menurutnya, kolaborasi wayang Jawa dan Betawi bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kebersamaan di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Baca juga: Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua

“Harmoni Budaya ini adalah kolaborasi wong Jawa dan Betawi. Budaya menjadi cara untuk menyatukan persepsi, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kolaborasi antardaerah,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar agar budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat lintas daerah.

Di tengah zaman ketika banyak orang lebih hafal tren media sosial daripada cerita pewayangan, para perantau justru mengingatkan satu hal sederhana: sejauh apa pun melangkah, akar budaya sebaiknya jangan ikut tertinggal.  (tebe)

You Might Also Like

Pemprov Jateng Siapkan Satgas PHK

Cuci Uang Hasil Korupsi Sawit Ditjen Bea Cukai? Kejagung Geledah Money Changer di Mal Jakarta

Puan Maharani Ngobrol Bareng Tokoh Publik, Jawab Aspirasi Pasca Demo Besar-besaran!

Cetak Sejarah Dunia! Akhirnya Listrik dari EBT Bisa Lampaui Batu Bara

Hadapi China, Erick Thohir Harap Tak Rasisme atau Xenophobia

TAGGED:gebyar harmoni budayagubernur jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemadaman Bergilir Bikin Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara
Next Article Golkar Sentil, PDIP Balas: Kami Nggak Kecanduan Kursi Kekuasaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Golkar Sentil, PDIP Balas: Kami Nggak Kecanduan Kursi Kekuasaan

Wayang Jawa-Betawi Satukan Perantau di Blok M Hub

Pemadaman Bergilir Bikin Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara

Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan

Semarang Masuk Smart City ASEAN, Agustina: Jangan Kebanyakan Aplikasi, Warga Malah Bingung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

DPR Soroti Lambatnya Pembangunan Pembangkit EBT

Agustus 5, 2025
Ekonomi

Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Januari 2, 2026
Daerah

Parkir Ramai, Duit Sepi? DPRD: Ada yang Nggak Beres

Januari 22, 2026
Info

Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?

Mei 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wayang Jawa-Betawi Satukan Perantau di Blok M Hub
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?