Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Warga Aceh Jalan Kaki Puluhan Km Demi Dapat Bantuan, Potret Buram Harga Diri Tinggi?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Aceh Jalan Kaki Puluhan Km Demi Dapat Bantuan, Potret Buram Harga Diri Tinggi?

R. Izra
Last updated: Desember 19, 2025 2:12 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Warga Aceh jalan kaki puluhan kilometer demi bisa mendapat beras dan gas.
Warga Aceh jalan kaki puluhan kilometer demi bisa mendapat beras dan gas.
SHARE

BACAAJA, BANDA ACEH – Miris bener nasib warga terdampak bencana di Aceh. Saat pemerintah bilang semua terkendali, mereka harus jalan kaki puluhan kilometer demi beras dan gas.

Dalam keadaan gini pemerintah bilang, “Gak perlu bantuan asing. Negara kita kuat. Harga diri kita tinggi.”

Ya kamu gak salah denger. Ribuan warga dari Bener Meriah dan Aceh Tengah kini terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer melewati jalan lintasan KKA (Bener Meriah–Aceh Utara).

Bacaaja: Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Prabowo Singgung soal Serangan Politik
Bacaaja: Bayi di Aceh Makan Mi Instan, Wartawan Menangis Saksikan Anak-anak Kelaparan

Bukan buat healing, bukan pula petualangan. Ini soal satu hal paling dasar: menghidupkan dapur keluarga.

Pantauan Selasa (17/12/2025), jalan KKA berubah jadi “jalan harapan” bagi ribuan jiwa di dataran tinggi Gayo. Kampung Seni Antara (Kamp) mendadak menjelma pusat ekonomi dadakan, sekaligus urat nadi kehidupan warga.

Di sana, puluhan pedagang dari Lhokseumawe dan Aceh Utara menggelar dagangan: beras, gas, BBM, telur, sampai ikan segar. Semua kebutuhan hidup ada—asal sanggup jalan kaki ke sana.

Puluhan Kilometer, Lumpur, dan Beban di Punggung

Masalahnya, untuk sampai ke Kamp, warga harus menembus puluhan kilometer jalan rusak, berlumpur, licin, sisa longsor dan banjir bandang. Kendaraan? Jangan harap.

Di jalur KKA, semua jadi setara. Pekerja kantoran, petani kopi, relawan, ibu-ibu—semua berbagi jejak lumpur. Tak ada jabatan, tak ada kelas sosial. Yang ada cuma kaki, punggung, dan tekad.

Ada yang memikul beras, BBM, telur, ikan segar, sampai tabung gas. Gerimis hujan turun, tubuh basah, tapi langkah tetap lanjut. Karena kalau berhenti, dapur ikut mati.

“Beli apa aja, Bu?”

“Beli beras sama telur. Di kampung udah habis, makanya kami jalan ke sini,” kata Hamidah, di sela perjalanan.

Tak semua pulang sesuai harapan.

“Sial kali hari ini. Capek-capek bawak tabung gas, ternyata habis juga. Terpaksa beli sembako aja, tabung kami bawak pulang lagi,” ujar Herman, sambil menghela napas.

Bukan cuma belanja. Ratusan warga juga memikul hasil panen cabai. Setiap orang membawa beban 23 sampai 35 kilogram di punggung mereka.

Perjalanan jauh ini terpaksa ditempuh karena harga cabai di Lhokseumawe dan Aceh Utara jauh lebih tinggi dibandingkan di kampung. Dalam kondisi akses terputus, memikul jadi satu-satunya cara bertahan.

Alat berat memang sedang bekerja. Tapi menunggu jalan benar-benar pulih bukan opsi.

“Kalau nunggu jalan siap, cabai kami keburu busuk. Satu-satunya cara ya dipikul. Sampai Kampung Seni Antara, di sana baru ada mobil nunggu,” kata Rian, sambil terus melangkah.

Di tengah keterbatasan, warga Gayo hanya berharap satu hal sederhana: jalan segera pulih. Supaya distribusi hasil tani lancar, ekonomi kembali bergerak, dan mereka tak lagi harus mempertaruhkan tenaga demi kebutuhan paling dasar.

Tiga pekan pasca bencana, warga masih berjalan kaki puluhan kilometer. Pertanyaannya sederhana tapi pedih: sampai kapan? (*)

You Might Also Like

Longsor Cisarua: 17 Meninggal, 11 Teridentifikasi

Sultan Jogja Sentil Pelaksanaan MBG: Ngak Masuk Akal Toh!

Rizky Ridho dkk Minta Fans: Jangan Lagi Edit Foto Pemain Timnas Pakai AI, Ini Alasannya!

Republik Sawit? Dinas Pertanian Cirebon Kaget, Tiba-tiba Ada Kebun Sawit di Cigobang

PSIS ke Sleman Bukan Cari Sunrise, Tapi Tiga Poin

TAGGED:bantuanjalan kaki puluhan kilometerkorban bencanawarga aceh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PAUD Jateng Lagi Naik Daun, Anak-anak Makin Rajin Masuk Sekolah
Next Article Mau Anak Berakhlak Baik, Ini Doanya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Surat perjanjian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berisi klausul “tanggung risiko sendiri” bikin geger netizen. Dari risiko keracunan hingga denda Rp80 ribu untuk wadah makan hilang, semuanya dibebankan ke orang tua. Foto: dok
InfoPendidikan

Surat Sakti MBG: Orang Tua Tanggung Risiko, Negara Cuci Tangan?

September 17, 2025
Mbak Ita (kerudung pink) konsultasi sama penasihat hukumnya untuk menyikapi putusan hakim, Rabu (27/8/2025). (bae)
Hukum

Hot News! Mbak Ita Semarang Dihukum 5 Tahun Penjara, Plus Didenda Rp 300 Juta

Agustus 27, 2025
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengaku bahwa tunjangan rumah Rp50 juta per bulan bagi anggota DPR RI lebih efisien. Foto: dok.humas
NasionalPolitik

Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta: Katanya Efisien, Nyatanya Rakyat Masih Ngekos di Hati Sendiri

Agustus 20, 2025
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Info

Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi

Januari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Aceh Jalan Kaki Puluhan Km Demi Dapat Bantuan, Potret Buram Harga Diri Tinggi?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?