Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Prabowo Singgung soal Serangan Politik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Prabowo Singgung soal Serangan Politik

R. Izra
Last updated: Desember 19, 2025 10:27 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kondisi warga terdampak bencana di Aceh tak baik-baik saja. Mereka butuh bantuan, tapi negara lambat betul datangnya.

Warga Aceh pun angkat bendera putih. Bukan buat menyerah ke musuh, tapi ke dampak bencana banjir yang tak kunjung ditangani serius.

Di banyak ruas jalan Aceh Timur sampai Aceh Tamiang, bendera putih berkibar sebagai sinyal darurat. Artinya jelas: warga sudah kehabisan tenaga, logistik, dan harapan.

Bacaaja: Pemerintah Sediain Rp60 T untuk Pemulihan Bencana di Sumatera, dari Mana Duitnya?
Bacaaja: Pembungkaman Pers di Tengah Bencana Aceh, Kolonel TNI Paksa Hapus Rekaman Liputan

“Masyarakat menyerah dan butuh bantuan. Kami tidak sanggup lagi,” kata Bahtiar, warga Alue Nibong, Aceh Timur, Minggu (14/12/2025).

Sudah tiga pekan banjir melanda, tapi bantuan yang datang masih seret. Negara terasa jauh, sementara warga dipaksa bertahan pakai cara sendiri—patungan, masak bareng, dan berharap persediaan nggak habis duluan.

Bukan gimmick

Bagi warga Aceh, bendera putih bukan simbol drama. Itu alarm darurat.

“Ini tanda kami benar-benar sudah tidak sanggup,” ujar Zamzami, warga setempat.

Juru bicara Gerakan Rakyat Aceh Bersatu, Masri, menyebut situasi ini sudah di luar kemampuan daerah. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan bencana nasional.

“Kami akan turun ke jalan pada 16 Desember 2025. Seluruh gerakan sipil di Aceh akan bergerak,” kata Masri.

Aksinya bukan cuma di satu kota, tapi serentak: Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Lhokseumawe, sampai kabupaten lain. Pesannya satu: Aceh lagi tenggelam, jangan pura-pura nggak lihat.

Juru Bicara Pemerintah Aceh sekaligus mantan Sekretaris BRR Aceh-Nias, Teuku Kamaruzzaman alias Ampon Man, membeberkan kondisi lapangan yang bikin geleng kepala.

Beberapa daerah hidup berminggu-minggu tanpa listrik dan komunikasi. Bahkan wilayah yang relatif aman seperti Banda Aceh dan Aceh Besar ikut terdampak.

BBM dan elpiji langka, UMKM lumpuh, harga bahan pokok naik. Sementara itu, penanganan bencana jalan seperti hari biasa.

“Tidak tampak pengerahan komponen cadangan negara secara masif,” ujarnya.

Bandingkan dengan tsunami 2004, ketika logistik dijatuhkan lewat udara. Sekarang? Sunyi.

Aceh hari ini nggak butuh simpati yang hanya manis di kata-kata. Aceh butuh negara hadir sekarang, bukan nanti.

Prabowo singgung serangan politik

Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak-pihak yang terus menyerang pemerintah di tengah bencana, termasuk banjir dan longsor di Sumatera. Menurut Prabowo, serangan itu bukan sekadar kritik, tapi sudah bermuatan politik—bahkan ia menyebut ada kekuatan luar yang nggak suka Indonesia kelihatan kuat.

“Di saat seperti ini masih ada yang nyebarin kebohongan dan bilang pemerintah nggak hadir,” kata Prabowo saat rapat kabinet, Senin (15/12/2025).

Prabowo membantah tudingan itu. Ia menegaskan negara justru bergerak cepat: TNI, Polri, BNPB, hingga Basarnas dikerahkan sejak awal.

Belasan pesawat dan helikopter diterjunkan, termasuk untuk drop BBM dan logistik ke desa-desa yang belum bisa ditembus jalur darat.

“Penerbang kita terbang tiap hari. Ini bukan hal sepele, ini bukti negara hadir,” ujarnya.

Prabowo pun menyatakan bangga dengan aparat yang bergerak cepat tanpa harus menunggu instruksi berlapis. Ia menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh jajaran yang dinilainya sigap turun ke lapangan.

Faktanya? (*)

You Might Also Like

Belasan Jiwa Terdampak Longsor Kalialang

Gugatan Bonatua Menang! KIP Minta KPU Buka Data Ijazah Jokowi ke Publik

Kasus Kucing Ditendang di Blora Resmi Naik Penyidikan

Misteri Glamping Belum Usai, Hasil Labfor Ditunggu Publik

Warga Bringin Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol

TAGGED:bendera acegheadlinepenanganan bencana sumateraPrabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025). Pemerintah Sediain Rp60 T untuk Pemulihan Bencana di Sumatera, dari Mana Duitnya?
Next Article Upaya Menghindarkan Masyarakat dari Beban Kerusakan Ekologis

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Rahasia Burung Migran Tetap Melaju, Tidur Pun Bisa Dilakukan di Langit

Babak Panjang Razman Berakhir, Kini Jalani Vonis di Cipinang

Liburan Makin Asyik, Tiket Murah Semua Moda Sudah Disiapkan Pemerintah

Empat Sinyal Tipis Kolesterol Naik yang Sering Dianggap Sepele Banget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.
Ekonomi

Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek

Januari 1, 2026
Ayah korban pengeroyokan, Nadirin (tengah) sedang berdoa beraama pelayat.
Hukum

Emosi Bapak Anaknya Dikeroyok hingga Meninggal, Nadirin: Nyawa Balas Nyawa

Desember 30, 2025
Chief Operating Officer (COO) BacaAja, Puji Utami (kanan) dan Ketua Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) foto bersama usai menandatangani MoU, Selasa (3/3/2026). (bae)
Info

Peradi SAI Kota Semarang Jalin Kerja Sama dengan BacaAja

Maret 4, 2026
Hukum

Siapa Tersangka OTT KPK di Cilacap? 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Termasuk Bupati dan Sekda

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Prabowo Singgung soal Serangan Politik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?