Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital

Kelihatannya anak cuma rebahan sambil main HP di kamar. Tapi jangan salah, di balik layar kecil itu, mereka bisa keliling dunia, ketemu apa saja, dari yang bermanfaat sampai yang bikin pusing tujuh keliling.

T. Budianto
Last updated: Januari 26, 2026 4:21 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PELATIHAN VIRTUAL: Wagub Lampung, Jihan Nurlela membuka pelatihan artificial intelligence (AI) yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) secara virtual dari ruang kerjanya, belum lama ini. (Foto: Pemprov Lampung)
SHARE

BACAAJA, BANDAR LAMPUNG- Di era Artificial Intelligence, literasi digital bukan lagi bonus, tapi tameng wajib satu keluarga. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), belum lama ini. Kegiatan ini diikuti secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung.

Dalam sambutannya, Jihan mengapresiasi peran Mafindo Lampung yang dinilai konsisten turun ke masyarakat untuk urusan literasi digital, mulai dari ngenalin AI sampai ngajarin cara waspada terhadap kejahatan siber. “Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mafindo Lampung dan seluruh jejaringnya yang dengan sabar dan konsisten mengedukasi masyarakat tentang literasi digital,” ujar Jihan.

Menurutnya, Mafindo Lampung tak cuma aktif di lingkungan pendidikan, tapi juga rajin kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah, swasta, sampai berbagai pemangku kepentingan buat ngobrolin pemanfaatan AI secara aman dan bertanggung jawab.

“Hari ini kita hidup di era yang menarik sekaligus menantang. Anak-anak kita mungkin duduk di kamar, tapi dunianya bisa berkeliling dunia,” katanya. Data APJII 2025 mencatat, pengguna internet di Indonesia sudah menyentuh 229 juta orang. Angka ini jadi penanda bahwa dunia digital bukan lagi ruang tambahan, tapi sudah jadi bagian dari rutinitas keluarga sehari-hari.

Baca juga: Pramuka Lampung Gaspol Bantu Banjir, Donasi Nyaris Setengah Miliar

Masalahnya, arus informasi di internet nggak semuanya ramah. Di balik kemudahan dan manfaat, ada hoaks, disinformasi, hingga ancaman kejahatan siber yang siap nyelip kapan saja. Karena itu, Jihan menekankan peran orang tua jadi kunci. Bukan cuma ngasih gawai, tapi juga ngasih arah.

“Tidak semua informasi yang beredar itu benar dan bermanfaat. Di sinilah peran orang tua penting untuk mendampingi dan mengarahkan anak,” tegasnya. Ia menjelaskan, pemerintah juga mulai pasang pagar. Lewat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang akan berlaku Maret 2026, negara mengatur penggunaan gawai dan media sosial bagi anak, memperkuat peran orang tua, serta mewajibkan platform digital ikut bertanggung jawab melindungi anak-anak.

Peran Keluarga

Meski begitu, Jihan mengingatkan satu hal: regulasi tanpa keterlibatan keluarga cuma jadi tulisan di atas kertas. “Tanpa peran aktif keluarga dan sinergi dengan berbagai pihak, aturan tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.

Itulah sebabnya, program “AI Ready ASEAN untuk Orang Tua” dinilai relevan. Bukan sekadar pelatihan formal, tapi bekal biar keluarga nggak kaget menghadapi perubahan zaman. “Saya berharap setelah kegiatan ini, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa sertifikat, tapi juga semangat untuk berbagi ilmu dan menerapkannya di keluarga, sekolah, sampai lingkungan sekitar,” kata Jihan.

Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengingatkan bahwa AI itu ibarat dua sisi koin. Manfaatnya besar, tapi risikonya juga nyata. “Kita harus siap menjaring manfaat AI sekaligus memitigasi risikonya. Tidak mungkin kita hanya mau manfaatnya tanpa memahami ancamannya,” ujarnya. Ia menyebut, program “AI Ready ASEAN” dirancang agar guru, orang tua, dan siswa bisa bersikap seimbang dan bertanggung jawab dalam menggunakan AI.

Sementara itu, Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi menjelaskan, program ini merupakan inisiatif regional dari ASEAN Foundation dengan dukungan penuh google.org. Targetnya nggak main-main: menjangkau 5,5 juta orang di sepuluh negara ASEAN.

Baca juga: Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu

“Program ini bukan cuma pelatihan, tapi juga training of trainers, pembelajaran mendalam, sampai riset untuk mengukur kompetensi guru, orang tua, dan siswa,” jelasnya. Ia berharap masyarakat berhenti melihat AI sebagai momok.

“Silakan belajar dan cari tahu tentang AI. Harapannya, AI justru membantu pekerjaan Bapak dan Ibu ke depan dan menghapus stigma negatif,” pungkasnya.

Di era AI yang makin pintar, jangan sampai manusianya justru makin lengah. Soalnya, teknologi boleh canggih, tapi kalau literasi digital keluarga masih ketinggalan, yang cerdas bukan AI, melainkan hoaks yang keburu dipercaya. (tebe)

You Might Also Like

Puluhan Rumah di Sragen Mulai Dibedah, Bupati Turun Langsung Pantau Proyek Desa Bebas RTLH

Viral Gerakan ‘Setop Bayar Pajak’ di Jateng, Warga: Ekonomi sedang Tidak Baik-baik Saja

ICW Minta Usut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi, Menteri Agama: Nggak Tahu, Terserah!

Jaksa: Eksepsi Nadiem Nggak Masuk Akal

Dipimpin Puan Maharani, DPR Sahkan RAPBN 2026

TAGGED:headlinepelatihan AIpemprov lampungwagub jihan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Longsor Cisarua: 17 Meninggal, 11 Teridentifikasi
Next Article Bawang Ilegal Masuk Oven: 6.171 Karung Dimusnahkan di Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi penumpang bersiap naik gerbong kereta api di Stasin Tawang Semarang.
Ekonomi

16.000 Tiket Kereta Mudik Lebaran Sudah Terjual, KAI Daop 4 Ungkap Tanggal Favorit

Februari 5, 2026
Info

Bupati Kena OTT, Gubernur: Layanan Publik Harus Tetap Jalan

Maret 10, 2026
Kuasa hukum keluarga Haji Hasyim, Teguh Purnomo, di depan Satlantas Polres Kebumen.
Hukum

Tanah Dipinjamkan ke Polres Kebumen Sejak 1950, Eh Mau Disertifikatkan! Ahli Waris Protes

Maret 5, 2026
Info

Gagal Panen Mengintai, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi

Januari 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?