Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Urus Kesehatan Nggak Pakai Ribet, Semarang Tekan Angka Stunting
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Urus Kesehatan Nggak Pakai Ribet, Semarang Tekan Angka Stunting

Ngomongin kesehatan, Kota Semarang lagi pede. Soalnya, urusan stunting bisa ditekan, layanan kesehatan gratis juga jalan terus. Intinya, warga nggak perlu mikir dua kali buat ke fasilitas kesehatan, dompet tetap aman, badan tetap sehat.

T. Budianto
Last updated: Januari 21, 2026 3:23 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KUNJUNGI PUSKESMAS: Wali Kota Semarang, Agustina saat meninjau layanan kesehatan di salah satu puskesmas di Kota Semarang. Menghadapi libur akhir tahun, Pemkot Semarang menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan milik daerah. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang memastikan akses layanan kesehatan gratis tetap kebuka lebar buat seluruh warga. Hasilnya kelihatan nyata: angka stunting berhasil dijaga tetap rendah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga cut-off Desember 2025, prevalensi stunting tercatat di angka 4,27 persen atau sekitar 2.593 balita. Capaian ini nggak datang tiba-tiba, tapi hasil dari layanan kesehatan ibu dan anak yang makin kuat, pemantauan tumbuh kembang rutin, plus edukasi gizi yang digencarkan sampai level keluarga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyebut, capaian ini sebagai bukti komitmen pemkot supaya nggak ada warga yang ke-skip soal urusan kesehatan. Menurutnya, sektor kesehatan itu bukan sekadar program tahunan, tapi investasi jangka panjang buat kualitas hidup warga.

Baca juga: Nataru Boleh Libur, Layanan Kesehatan Semarang Nggak Ikut Cuti

“Menjaga kesehatan warga adalah fondasi utama pembangunan Kota Semarang. Upaya pengendalian stunting dan tercapainya UHC 100 persen menunjukkan kebijakan kesehatan kami benar-benar diarahkan ke kebutuhan masyarakat, terutama sejak usia dini,” ujar Agustina, Rabu (21/1/2026).

Harus Terasa

Ia menegaskan, kebijakan kesehatan di Semarang nggak berhenti di laporan angka atau grafik presentasi. Targetnya jelas: layanan kesehatan harus benar-benar terasa di kehidupan sehari-hari warga.

“Supaya setiap warga Kota Semarang punya kesempatan tumbuh sehat dan hidup lebih produktif,” tambahnya. Menurut Agustina, pengendalian stunting dan tercapainya Universal Health Coverage (UHC) 100 persen sejalan dengan fokus pembangunan kesehatan di Semarang yang mengutamakan pencegahan, pemerataan layanan, dan perlindungan sosial.

Baca juga: Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

Dengan fondasi kesehatan yang kuat, ia optimistis kualitas sumber daya manusia Kota Semarang bakal terus naik dari tahun ke tahun. Di Semarang, ke puskesmas nggak bikin kantong kering. Yang kurus tinggal stuntingnya, bukan dompet warganya. (tebe)

 

You Might Also Like

Eks Karyawan RS Soewondo Menangis saat Rapat Pansus Pemakzulan Bupati Pati

Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman

Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Pijar Semar: Jaring Aman Buat Pekerja yang Sering Dilupain

Demo Solidaritas Ojol di Semarang Ricuh, 10 Orang Diciduk Polisi

TAGGED:agustina wilujengpemkot semarangposyandustunting
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK. Sudewo Tersangka Dobel Kasus di KPK: Gak Cukup Terjerat OTT, Kena Suap Proyek Kereta Juga
Next Article Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Jepara Diterjang Longsor (Lagi): Akses Damarwulan-Tempur Putus Total

Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Februari 10, 2026
Daerah

DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Januari 22, 2026
Gambar ilustrasi Peta Provinsi Papua Barat Daya. Sebanyak 44 desa di Provinsi Papua Barat Daya belum teraliri listrik. Selain itu, puluhan lainnya belum masuk dalam jaringan telekomunikasi atau blank spot. Foto: wikipedia
Daerah

44 Desa di Papua Barat Daya Belum Ada Listrik Dan Blank Spot

Juli 26, 2025
Daerah

DPRD Kota Semarang Minta Lubang Jalan Segera Diperbaiki

Maret 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Urus Kesehatan Nggak Pakai Ribet, Semarang Tekan Angka Stunting
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?