Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tour de Surakarta 2026 Digelar Awal Oktober, Gowes Tanjakan Jadi Tantangan Utama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Tour de Surakarta 2026 Digelar Awal Oktober, Gowes Tanjakan Jadi Tantangan Utama

R. Izra
Last updated: September 23, 2026 8:30 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
IKON KOTA SOLO - Goweser melintas di dekat Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo. Masjid yang dibangun pada 2021 itu merupakan replika dari Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
IKON KOTA SOLO - Goweser melintas di dekat Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo. Masjid yang dibangun pada 2021 itu merupakan replika dari Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
SHARE

BACAAJA, SOLO — Tour de Surakarta 2026 bakal segera kembali digelar awal Oktober 2026. Ini agenda gowes yang wajib dicatat. Pendaftaran peserta juga sudah dibuka. So, jangan sampai ketinggalan.

Tantangan utama Tour de Surakarta 2026 menaklukkan tanjakan. Start dan finish akan dipusatkan di Balaikota Surakarta.

Event sepeda yang mengusung konsep wisata sekaligus olahraga ini bakal digelar pada 10 Oktober 2026. Tahun ini menjadi edisi keempat Tour de Surakarta setelah pertama kali digelar pada 2022 dan kembali berlangsung sejak 2024.

Pada gelaran kali ini, peserta bakal diajak melewati sejumlah ikon Kota Solo. Mulai dari Keraton Kasunanan Surakarta, Jembatan Merah Joglo, Tugu Keris, hingga Masjid Sheikh Zayed.

Ketua Panitia Tour de Surakarta, Suryo Danu Kusumo, mengatakan event ini tidak hanya mengejar urusan kecepatan. Namun, juga memberikan kesan dan pengalaman mendalam bagi peserta. Setelah berkeliling Kota Bengawan, rombongan kemudian mengarah ke Kabupaten Karanganyar.

“Kami ingin memberikan peserta pengalaman yang bukan hanya fisik atau race-nya, tapi menyentuh budaya dan tempat ikonik di Kota Solo,” ujar Suryo, Senin (21/9/2026).

Tour de Surakarta 2026 dibagi menjadi dua kategori, yakni Race dan Non-Race. Keduanya memiliki jalur serta tingkat tantangan yang berbeda.

Untuk kategori Race, peserta akan menghadapi rute King of The Mountain (KOM) menuju kawasan Bukit Kemuning hingga finis di Segorogunung.

Lintasan tanjakan sepanjang 12,8 kilometer tersebut bakal menjadi medan adu kecepatan para cyclist. Peserta ditantang menjadi yang pertama mencapai garis finis dengan latar pemandangan kawasan kebun teh.

Sementara kategori Non-Race menawarkan jalur yang lebih santai. Peserta akan melewati kawasan Alas Karet atau hutan karet di Ngargoyoso.

Race Director Tour de Surakarta, Yohanes Tekno Wijoyo atau Yoyo, mengatakan masing-masing kategori sengaja dibuat dengan karakter berbeda agar peserta bisa menikmati pengalaman sesuai pilihannya.

“Race bisa menikmati pemandangan kebun teh, untuk non kompetitif akan ada pemandangan spesial Hutan Ngargoyoso,” kata Yoyo.

Soal keselamatan, panitia juga menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Mereka bekerja sama dengan Polres Karanganyar, Dinas Perhubungan, tim medis, serta marshal.

Sekitar 30-40 marshal akan diterjunkan untuk mengawal peserta, baik saat berangkat maupun ketika kembali menuju Solo.

“Untuk keselamatan kita bekerja sama dengan pihak kepolisian Polres Karanganyar, Dinas Perhubungan, tim medis, dan marshal,” jelas Yoyo.

Tak cuma dua kategori utama, Tour de Surakarta 2026 juga menghadirkan kategori khusus KOM TNI/Polri. Kategori tersebut dibuat sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota TNI dan Polri yang memiliki minat serta prestasi di olahraga sepeda.

Selain menjadi ajang olahraga dan wisata, Tour de Surakarta juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi Kota Solo dan daerah yang dilewati.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan ikut meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan UMKM, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama event berlangsung.

Jadi, selain adu kuat di tanjakan, Tour de Surakarta 2026 juga membawa misi lain: mengenalkan Solo dan sekitarnya lewat kombinasi olahraga, wisata, dan budaya. (*)

You Might Also Like

HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir

DPR Jangan Baper, Puan: Jawab Kritik dengan Kerja Nyata untuk Rakyat!

Oplosan Elpiji Beromzet Miliaran Terbongkar di Semarang

Bukan Cuma Geser Kursi, Rotasi Pemkot Semarang Disebut Ajang Regenerasi

Luthfi: Pramuka Harus Siap Jadi Pemimpin

TAGGED:headlineSolosport tourismtanjakanTour de Surakarta 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kampung Semarang Punya Cerita, Pemuda Diajak Bikin Jadi Wisata
Next Article PENERIMAAN MABA - Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H. mengalungkan ID card sebagai simbol selamat datang dan mengikuti upacara penerimaan kepada mahasiswa baru, Selasa (22/9/2026). (ist) Rektor UPGRIS Minta Maba Tak Jadi Mahasiswa Kupu-kupu: Perluas Pengalaman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tragedi, Akademia, dan Susanah

Effendi Petrus Sitorus, pengacara dua tersangka kasus love scamming usai mengikuti sidang praperadilan di PN Semarang, Selasa (22/9/2026). (bae)

Sosok Misterius Big Boss Jaringan Love Scamming Solo, Tak Tersentuh Hukum

DIAMANKAN POLISI--Seorang pria berinisial YS diamankan polisi usia diduga intip wanita di kamar mandi GOR Sritex. (ist)

Ngintip dan Rekam Teman Wanita di Toilet GOR Sritex, Pria Gempal Tak Berkutik Ditangkap Polisi

PENERIMAAN MABA - Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H. mengalungkan ID card sebagai simbol selamat datang dan mengikuti upacara penerimaan kepada mahasiswa baru, Selasa (22/9/2026). (ist)

Rektor UPGRIS Minta Maba Tak Jadi Mahasiswa Kupu-kupu: Perluas Pengalaman

IKON KOTA SOLO - Goweser melintas di dekat Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo. Masjid yang dibangun pada 2021 itu merupakan replika dari Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Tour de Surakarta 2026 Digelar Awal Oktober, Gowes Tanjakan Jadi Tantangan Utama

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Luthfi Pastikan Urus Izin Kapal Nelayan Gratis

Juni 23, 2026
Ilustrasi sertifikat tanah sengketa.
Info

Penting! Dokumen Tanah Girik sampai Letter C Nggak Berlaku Lagi Mulai 2026

Desember 29, 2025
Wakil Rektor IV Universitas Diponegoro (Undip), Wijayanto, menjelaskan seputar pasukan buzzer dalam acara workhsop di kampusnya, Jumat (22/8/2025). *bae
Unik

Industri Gelap Buzzer Politik: Bisnis Manipulasi Opini di Medsos

Agustus 22, 2025
Hukum

OTT Sudewo: Jabatan Desa Diduga Pakai Price List

Januari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tour de Surakarta 2026 Digelar Awal Oktober, Gowes Tanjakan Jadi Tantangan Utama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?