BACAAJA, JAKARTA – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) masih harus sabar nunggu Tunjangan Hari Raya (THR) cair penuh sampai akhir Maret ini. Bukan karena duitnya nggak ada, tapi lebih ke urusan berkas yang belum beres di internal masing-masing instansi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bilang kalau pihaknya sebenarnya tinggal “eksekusi” aja. Selama pengajuan dari kementerian atau lembaga sudah lengkap, dana langsung ditransfer tanpa ribet.
“Kalau sudah masuk ke kami, ya langsung dibayar,” ujarnya santai saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Masalahnya, nggak semua instansi gercep urus administrasi. Masih ada yang berkasnya belum lengkap, jadi otomatis pencairan ikut ketahan. Purbaya pun menyarankan buat tanya langsung ke instansi masing-masing soal ini.
Meski begitu, dia memastikan satu hal penting: anggaran THR aman, nggak ada drama kekurangan dana. Tinggal nunggu proses administrasi beres, uang bisa langsung cair ke rekening para ASN.
Data per 25 Maret 2026 menunjukkan, realisasi THR untuk aparatur pemerintah pusat sudah tembus Rp18,5 triliun, dengan lebih dari 2,5 juta pegawai dan personel yang menerima. Mulai dari PNS, PPPK, anggota Polri, sampai prajurit TNI dan pegawai non-PNS, sebagian besar sudah kebagian.
Di sisi lain, kabar baik datang dari para pensiunan. Penyaluran THR mereka nyaris tuntas, bahkan sudah mencapai hampir 100 persen. Sementara di daerah, mayoritas pemerintah daerah juga sudah mulai menyalurkan, dengan progres di atas 95 persen.
Buat ASN yang belum menerima penuh, situasi ini jelas bikin deg-degan, apalagi kebutuhan jelang Lebaran makin numpuk. Harapannya sih simpel: urusan administrasi bisa lebih rapi dan cepat, biar THR nggak cuma jadi janji, tapi benar-benar mendarat tepat waktu. (*)


