BACAAJA, SEMARANG- Punya kemampuan bela diri bukan berarti harus sibuk mencari lawan. Justru, semakin tinggi ilmu yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga diri dan orang lain.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng kepada seratus anggota tetap Pagar Nusa Semarang yang dikukuhkan di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Minggu (27/9/2026) malam.
Agustina mendorong para anggota menjadikan kemampuan pencak silat bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan kekuatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Ada satu hal yang dekat dengan tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu ilmu akan semakin bermakna ketika diamalkan dan diwariskan,” kata Agustina.
Baca juga: 7 Pengeroyok Pesilat Pagar Nusa Akhirnya Ketangkap, Kata Polisi Ada yang Keliru
Sebanyak seratus anggota tersebut dikukuhkan setelah melewati proses pendidikan dan kaderisasi selama kurang lebih dua hingga tiga tahun. Bukan waktu yang sebentar. Selama proses itu, mereka tidak hanya belajar jurus dan teknik bela diri, tetapi juga ditempa untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga sikap.
Menurut Agustina, ilmu yang sudah didapatkan seharusnya tidak berhenti pada diri sendiri. Ada tanggung jawab untuk meneruskan pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain.
Bagi Agustina, pencak silat bukan cuma soal siapa paling kuat atau paling cepat menjatuhkan lawan. Di dalamnya ada pelajaran tentang pengendalian diri, membaca situasi, menghormati lawan, hingga menjaga sportivitas.
Peran Kehidupan
Seorang pesilat, kata dia, harus memahami kapan menggunakan kemampuan yang dimiliki dan kapan menahan diri. Nilai-nilai tersebut dinilai bisa menjadi bekal bagi anggota Pagar Nusa untuk berkembang sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial.
Dengan begitu, kemampuan bela diri tidak hanya berguna di gelanggang, tetapi juga bisa menjadi modal untuk menjaga lingkungan dan membantu masyarakat.
Agustina juga mengingatkan bahwa kekuatan yang tidak disertai pengendalian diri justru bisa kehilangan maknanya. Sebab, ukuran seorang pesilat bukan hanya seberapa hebat jurusnya, tetapi juga bagaimana ia menggunakan kemampuan tersebut secara bijak.
Baca juga: 7 Tersangka Sudah Dikandangin, Polisi Buru Pelaku Lain Pengeroyokan Pesilat Pagar Nusa
Karena itu, anggota Pagar Nusa diajak ikut menjaga Semarang agar tetap nyaman, bersih, sehat, dan tangguh. Mereka juga diharapkan bisa berbagi ilmu serta pengalaman kepada masyarakat, sehingga manfaat kaderisasi yang telah dijalani tidak hanya dirasakan oleh anggota sendiri.
Dalam acara tersebut, Agustina turut menerima pengukuhan sebagai anggota kehormatan Pagar Nusa Semarang. Pada akhirnya, pesan untuk para pesilat ini cukup sederhana: ilmu boleh tinggi, jurus boleh banyak, tetapi manfaatnya harus lebih luas.
Sebab, kalau kekuatan hanya dipakai untuk unjuk kemampuan, gelanggang mungkin ramai tepuk tangan. Namun, kalau dipakai untuk membantu sesama, satu kampung bisa ikut merasakan manfaatnya. Jadi, jangan sampai jago menjatuhkan lawan, tetapi masih kesulitan mengangkat beban masyarakat. (tebe)

