Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tim Ekspedisi Patriot IPB Gelar FGD Bahas Pengembangan Sagu di Kawasan Transmigrasi Salor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot IPB Gelar FGD Bahas Pengembangan Sagu di Kawasan Transmigrasi Salor

Bahasan TEP IPB University terfokus pada potensi pengembangan komoditas sagu di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. FGD ini menjadi bagian penting dari upaya pemetaan dan perancangan desain pengembangan komoditas unggulan spesifik wilayah yang tengah dilakukan oleh tim TEP IPB.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 12, 2025 8:40 am
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
Tim Ekspedisi Patriot IPB bersama tim dari empat perguruan tinggi lain menggelar forum group discussion (FGD) di Balai Kampung Salor Indah, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Selasa (30/9/2025). (Foto: Istimewa)
SHARE

BACAAJA, MERAUKE – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University mengadakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) pada 29-30 September 2025. Kegiatan ini berkolaborasi dengan TEP dari perguruan tinggi lain, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Padjadjaran.

Bahasan TEP IPB University terfokus pada potensi pengembangan komoditas sagu di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. FGD ini menjadi bagian penting dari upaya pemetaan dan perancangan desain pengembangan komoditas unggulan spesifik wilayah yang tengah dilakukan oleh tim TEP IPB.

Menurut Koordinator Lapangan, Muhamad Husni Tamami, kegiatan FGD ini disiapkan dengan matang melalui koordinasi lintas pihak, termasuk dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Merauke.

“FGD ini menjadi ruang bersama untuk mendengar langsung pandangan masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan mengenai sagu, dari pengelolaan, tantangan, hingga peluang pengembangannya,” ujar Husni.

Sebelum pelaksanaan FGD, tim TEP IPB melakukan kunjungan ke sejumlah distrik seperti Kurik, Malind, Tanah Miring, Jagebob, dan Semangga. Kunjungan ini bertujuan menggali data dan informasi tentang persebaran tanaman sagu, adat istiadat dalam pengelolaannya, serta kendala yang dihadapinya.

“Kami menemukan bahwa hampir di setiap distrik, terutama kampung-kampung lokal, terdapat pohon sagu yang tumbuh alami, namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan alat dan waktu panen yang panjang,” tambahnya.

Husni menegaskan bahwa pengembangan sagu di kawasan transmigrasi tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga budaya dan keberlanjutan. “Sagu bukan sekadar komoditas pangan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Papua, terutama suku Marind. Melalui FGD ini, kami ingin memastikan pengembangannya dilakukan secara inklusif dan berbasis kearifan lokal,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi TEP IPB dalam menyusun rancangan pengembangan sagu sebagai komoditas unggulan spesifik kawasan di Salor. Ke depan, hasil FGD akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan strategi penguatan ekonomi berbasis pangan lokal di Papua Selatan. (*)

You Might Also Like

Mahasiswa Undip Ubah Jerami Jadi Pakan Kaya Gizi

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

Pemerintah Wacanakan Belajar Di Rumah Untuk Anak Sekolah, Nasib MBG Nih?

Dua Pelajar Banjarnegara Bikin Heboh Panggung Literasi Nasional

Atasi Blank Spot Pendidikan, Pemkot Semarang Dorong Tiga SMA Negeri Baru

TAGGED:FGDIPBpendidikanTim Ekspedisi Patriot
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dapur MBG di Semarang Upgrade Skill, Belajar Ngolah Makanan Halal dan Aman dari Ahlinya!
Next Article Lagi Viral! Tren Edit Foto Orang Asing Masuk Rumah Pakai Gemini AI, Bikin Keluarga Kaget tapi Ngakak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Adakah Vaksin Hantavirus?

Sst.. Libur Iduladha Bisa Panjang Kalau Pintar Ngatur Cuti

Jangan Asal Konten, Aturan Saudi Buat Jemaah Ternyata Ketat Banget

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Foto: ilustrasi. Permasalahan guru meliputi berbagai aspek, mulai dari kesejahteraan, kompetensi, beban kerja, hingga tantangan dalam proses belajar mengajar. Guru butuh kepastian kerja dan perlindungan hukum agar bisa fokus menjalankan tugasnya.
Pendidikan

Pemerintah Harus Menjamin Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Bagi Guru

Juli 15, 2025
Pendidikan

Ngurus Diabetes Nggak Cuma Soal Gula: Belajar Bareng Undip dan King’s College London

Januari 27, 2026
Pendidikan

Geger di Banyumas!! Kacang Rebus Jadi Menu MBG, Warganet Ragukan Standar Gizi

September 19, 2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah sebenarnya punya niat baik: anak sekolah kenyang, cerdas, dan sehat. Tapi realitanya, justru banyak siswa keracunan massal di berbagai daerah. Programnya keren di pidato, tapi di lapangan? Bisa bikin perut mules berjamaah.
Pendidikan

Maraknya Keracunan MBG, Begini Kata Ahli UGM

Oktober 6, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tim Ekspedisi Patriot IPB Gelar FGD Bahas Pengembangan Sagu di Kawasan Transmigrasi Salor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?