BACAAJA, SEMARANG – Hujan deras yang mengguyur Semarang pada Sabtu sore (14/3/2026) kembali bikin sejumlah wilayah tergenang. Salah satunya di kawasan Banyumanik.
Genangan air terlihat di Perumahan Jati Raya Indah, tepatnya di Jalan Jati Emas. Air mulai naik dan menutup jalan lingkungan hingga mencapai sekitar sebetis orang dewasa.
Padahal, wilayah Banyumanik dikenal sebagai daerah dataran atas di Semarang. Tapi menurut warga, banjir tetap bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kiriman air dari wilayah sekitar hingga semakin padatnya permukiman yang membuat resapan air berkurang.
Bacaaja: Kawasan Atas Berubah Jadi Hutan Beton, Warga Semarang Khawatir Tambah Sering Kebanjiran
Bacaaja: Semarang Atas Terus Dibangun: Lahan Resapan Pelan-pelan Hilang, Banjir Selalu Datang
Salah satu warga, In’aamul Ahsan (22), yang akrab disapa Ahsan, mengatakan kondisi sungai di sekitar kawasan tersebut juga sudah mulai dangkal.
“Terus ya kali ne cetek, terus pemukiman juga sudah padat penduduk,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Dari pantauan warga melalui rekaman kamera pengawas sekitar pukul 17.29 WIB, terlihat air berwarna kecokelatan menggenangi hampir seluruh badan jalan di area perumahan.
Beberapa pohon kecil di tepi jalan tampak setengah terendam, sementara aliran air terlihat mengalir pelan di sepanjang jalan lingkungan. Tidak ada kendaraan yang melintas karena jalan tertutup genangan.
Tak hanya jalan, halaman rumah warga hingga area gerbang masuk perumahan juga ikut tergenang. Kondisi ini membuat sebagian akses lingkungan cukup sulit dilalui.
Hingga berita ini ditulis, air masih belum sepenuhnya surut. Warga berharap ada penanganan dari pihak terkait, terutama soal normalisasi saluran air dan penambahan area resapan, agar banjir tidak terus terulang meski wilayah tersebut berada di kawasan dataran atas Semarang. (dul)


