BACAAJA, MALUKU TENGGARA – Keberanian Brigpol Ananda Risyhan Putera Pratama Tutupoho menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kabupaten Maluku Tenggara, berbuah penghormatan dari negara. Anggota Direktorat Intelkam Polda Maluku itu menerima kenaikan pangkat luar biasa anumerta setelah gugur saat menjalankan aksi kemanusiaan.
Keputusan tersebut ditetapkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/901/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan pengabdian almarhum yang mendahulukan keselamatan masyarakat dibanding dirinya sendiri.
Penghormatan untuk Aksi Penuh Keberanian
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengatakan negara memberikan penghormatan kepada anggota Polri yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Menurutnya, tindakan Brigpol Ananda menjadi contoh nyata bahwa tugas seorang anggota Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Negara hadir memberikan apresiasi kepada anggota Polri yang menunjukkan keberanian dan ketulusan dalam menolong masyarakat,” kata Dadang Hartanto, Senin (22/6/2026).
Mendahulukan Nyawa Orang Lain
Kapolda menilai keputusan Brigpol Ananda untuk terjun membantu korban menunjukkan ketulusan yang luar biasa. Dalam situasi darurat, almarhum tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
“Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, almarhum tidak berpikir tentang keselamatannya sendiri. Ia memilih bertindak demi menyelamatkan nyawa orang lain. Keberanian dan ketulusan seperti ini merupakan teladan yang harus diwariskan kepada seluruh anggota Polri,” ujarnya.
Menurut Dadang, nilai kemanusiaan seperti itulah yang menjadi ruh pengabdian setiap personel kepolisian dalam melayani masyarakat.
Warisan Keteladanan bagi Generasi Bhayangkara
Kapolda mengakui institusi Polri kehilangan salah satu putra terbaiknya. Meski demikian, semangat pengabdian yang ditinggalkan Brigpol Ananda diyakini akan terus hidup di lingkungan kepolisian.
“Negara memberikan penghormatan melalui kenaikan pangkat anumerta, tetapi penghargaan yang sesungguhnya adalah keteladanan yang ditinggalkannya. Nama Brigpol Anumerta Ananda Tutupoho akan selalu dikenang sebagai simbol keberanian, kepedulian, dan pengabdian tanpa batas kepada kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia berharap kisah tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Bhayangkara dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Dua Abdi Negara Gugur Bersama
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga menyampaikan penghargaan kepada prajurit TNI AU Serda Rangga S yang turut gugur saat membantu proses penyelamatan.
Menurutnya, peristiwa itu memperlihatkan bahwa semangat kemanusiaan mampu melampaui sekat institusi. Polisi dan prajurit TNI sama-sama bergerak cepat demi menyelamatkan warga yang membutuhkan pertolongan.
“Bangsa ini kehilangan dua putra terbaik yang memilih menolong sesama meski harus mengorbankan nyawanya sendiri. Pengabdian mereka akan menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.
Berjuang Menolong Pelajar yang Tenggelam
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan wisata Pantai Nirun Lear Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Minggu (21/6/2026).
Saat itu, Brigpol Ananda bersama Serda Rangga berupaya menyelamatkan seorang pelajar SMP yang tenggelam di tengah kondisi ombak yang cukup tinggi.
Namun proses penyelamatan berubah menjadi tragedi setelah keduanya diterjang gelombang besar dan terseret arus hingga tenggelam.
Kedua abdi negara itu sempat dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di puskesmas serta rumah sakit terdekat. Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa Brigpol Ananda dan Serda Rangga akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Pengorbanan mereka kini dikenang sebagai wujud nyata keberanian, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kenaikan pangkat anumerta yang diberikan kepada Brigpol Ananda menjadi simbol penghormatan negara atas jasa seorang anggota Polri yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan. (*)

