Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Rakyat Siap Jalan Akhir Juli, Pemprov Cari Murid SD
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sekolah Rakyat Siap Jalan Akhir Juli, Pemprov Cari Murid SD

Hitung mundur dimulai. Pemprov Jateng mengebut persiapan Sekolah Rakyat permanen yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026.

T. Budianto
Last updated: Juli 21, 2026 3:55 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
IKUTI APEL: Para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta menjalani apel beberapa waktu lalu. Pemprov Jateng saat ini tengah mengebut persiapan operasional Sekolah Rakyat yang direncanakan dimulai pada 31 Juli mendatang. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng memastikan Sekolah Rakyat permanen siap memulai kegiatan belajar mengajar pada 31 Juli 2026. Berbagai persiapan kini terus dimatangkan bersama pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga pihak sekolah agar operasional berjalan sesuai jadwal.

Sekda Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menyelesaikan berbagai kendala yang masih ditemui di lapangan.

“Secara konsep, Sekolah Rakyat permanen akan mulai beroperasi pada 31 Juli. Karena itu kita koordinasi bersama untuk menyelesaikan berbagai kendala yang masih ada,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur dalam Rapat Koordinasi Sekolah Rakyat dan Pemenuhan Guru Bantu Sekolah Rakyat Permanen di Aula Dinas Sosial Jateng, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Rapat tersebut diikuti dinas sosial dari daerah yang menjadi lokasi Sekolah Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana pembangunan, serta para kepala sekolah.

Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah belum terpenuhinya jumlah peserta didik di jenjang sekolah dasar. Untuk mengatasinya, pemerintah akan mengurangi jumlah rombongan belajar (rombel) di tingkat SD menjadi satu kelas. Sementara kuota yang tersedia dialihkan ke jenjang SMP dan SMA yang memiliki jumlah pendaftar lebih tinggi.

Selain itu, pembangunan fasilitas fisik, terutama asrama, juga terus dikebut. Sebab seluruh siswa Sekolah Rakyat nantinya akan tinggal di lingkungan sekolah sesuai konsep pendidikan berasrama.

“Kami kejar bersama teman-teman dari pekerjaan umum agar sebelum 31 Juli seluruh fasilitas siap,” ujar Sumarno. Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota segera berkoordinasi jika masih ada kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, seperti pasokan air bersih. Solusi sementara, kata dia, bisa dilakukan melalui penyediaan tangki air atau langkah lain sesuai kondisi masing-masing daerah.

Aspek Pengamanan

Tak hanya mengejar target pembangunan, pemerintah juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan fasilitas sebelum digunakan para siswa. “Yang paling utama adalah kenyamanan, keamanan, dan keselamatan anak-anak,” tegasnya.

Menurut Sumarno, Sekolah Rakyat merupakan program yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, kualitas bangunan maupun fasilitas pendukung tidak boleh dikerjakan asal jadi.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta, Septina Sintasari mengakui, pembangunan asrama di lokasi Sekolah Rakyat permanen Sukoharjo memang belum sepenuhnya selesai.

Meski demikian, pihaknya optimistis seluruh kegiatan belajar mengajar tetap bisa dimulai sesuai jadwal. Sebanyak 188 siswa telah disiapkan untuk menjadi angkatan pertama SRMA 17 Surakarta yang nantinya menempati kompleks Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo.

Baca juga: Dari Bali Sampai Madura, Sekolah Rakyat Terus Bertambah Cepat

Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Maskur menambahkan, saat ini Jawa Tengah memiliki 10 Sekolah Rakyat permanen dan enam Sekolah Rakyat rintisan.

Melalui percepatan yang terus dilakukan, pemerintah berharap seluruh persoalan teknis dapat diselesaikan sebelum tahun ajaran baru dimulai sehingga Sekolah Rakyat benar-benar siap memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Membangun sekolah memang bisa dikejar dengan alat berat. Tapi membangun harapan anak-anak untuk mendapat pendidikan yang layak, itu hanya bisa selesai jika bangunannya siap, gurunya siap, dan pintunya benar-benar terbuka saat hari pertama sekolah tiba. (tebe)

You Might Also Like

Musyawarah di Media Sosial Hanya Ilusi Belaka?

Tragedi Kecelakaan Maut Tol Pemalang: Hujan Deras, Mobil Oleng, Balita Tewas

Sampah Numpuk? Pemkot Langsung Gercep

Respati Siap Jamin Karier Atlet Disabilitas Solo, Diperhatiaan Nggak Cuma Pas Lagi Jaya

Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani

TAGGED:dinas pendidikan jatengheadlinepemprov jatengsekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TERSANGKA--Tersangka kasus penjualan trenggiling, Eko Oktofian (rompi oranye) diserahkan ke kejaksaan, Selasa (21/7/2026). (ist) Bawa 3 Trenggiling Hidup dan Sisik 20 Kg, Warga Cilacap Ditangkap di Semarang
Next Article KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist) Abah Khan Kiai Cabul Semarang Diseret ke Pengadilan, Sidang Digelar Tertutup

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Susu Sapi Dijual Mahal Diam-Diam, Eks Bos Balai Baturraden Kini Ditahan

Juli 9, 2026
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Info

Antisipasi Kemarau, Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air

Mei 4, 2026
Nafa Urbach, Syahroni dari Nasdem, dan Eko Patrio dan Uya Kuya, resmi dinonaktifkan dari DPR RI dari partainya masing-masing karena dinilai menghina rakyat. Foto: dok.
Unik

Viral Joget & Komentar Pedas, Uya Kuya, Eko Patrio, Sahroni, dan Nafa Urbach Resmi Dinonaktifkan dari DPR!

Agustus 31, 2025
Info

Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik

Januari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Rakyat Siap Jalan Akhir Juli, Pemprov Cari Murid SD
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?