Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi

Sawah kebanjiran, tapi harapan belum tenggelam. Pemprov Jateng memastikan klaim asuransi buat sawah-sawah yang terendam banjir sudah diajukan. Sekarang bola ada di tangan asuransi, tinggal dicek, divalidasi, lalu direalisasikan. Alias: sabar dikit, proses lagi jalan.

T. Budianto
Last updated: Januari 19, 2026 6:43 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERENDAM BANJIR: Sawah di wilayah Kudus yang terendam banjir. Pemprov Jateng telah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di wilayah terdampak. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng sudah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara. Saat ini, data klaim tersebut sudah masuk ke Asuransi Jasindo untuk proses validasi sebelum uang ganti rugi benar-benar cair.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares menyebut, pendataan lahan padi terdampak banjir sudah rampung, khususnya di Kudus, Pati, dan Grobogan. Data itu sudah diunggah ke aplikasi SIAP yang jadi pintu masuk klaim AUTP.

“Dari data itu nanti Jasindo akan mengajak petugas pengendali OPT di kabupaten buat cek lapangan. Cocok atau tidak. Prosesnya sekitar 15 hari setelah kejadian atau laporan. Kalau sudah valid, baru dilakukan penggantian ke kelompok tani terdampak,” kata Frans, Senin (19/1/2026).

Baca juga: Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana

Di Kudus saja, tercatat 315,49 hektare sawah terdampak banjir. Sebarannya ada di Kecamatan Jati seluas 50,70 hektare, Kaliwungu 58,02 hektare, Mejobo 130,18 hektare, Undaan 35,86 hektare, dan Jekulo 40,73 hektare.

Sementara di Pati, banjir merendam sekitar 672,12 hektare lahan padi, masing-masing di Kecamatan Jakenan seluas 260 hektare dan Kecamatan Gabus 412,29 hektare. Adapun di Grobogan, terdapat 83,3 hektare sawah di Kecamatan Brati yang ikut jadi korban genangan.

“Biasanya yang diganti itu sawah yang sudah mau panen. Kayak di Kudus, sebagian besar sudah fase panen dan tidak bisa diselamatkan,” ungkap Frans.

Rawan Bencana

Ia menjelaskan, dalam data AUTP Jateng tahun 2025, ada empat daerah yang masuk kategori rawan dampak perubahan iklim dan bencana, yakni Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan.

Untuk Jepara, ceritanya sedikit beda. Wilayah ini belum terdaftar dalam AUTP 2025, sehingga mekanisme penanganannya tidak lewat asuransi. “Jepara sudah ada datanya karena sawahnya terdampak. Tapi mekanismenya bukan asuransi, melainkan bantuan penggantian benih padi untuk tanam ulang, lengkap dengan pupuknya,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sudah menginstruksikan para kepala daerah yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem agar segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai bentuk perlindungan petani.

“Nanti Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait asuransi gagal panen,” kata Luthfi saat acara Komitmen Bersama Target Kinerja Ketahanan Pangan Jateng 2026 di Solo, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Normalisasi Sungai Tuntang untuk Tangani Banjir Demak-Grobogan

Menurutnya, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi memang sulit dihindari. Tapi dampaknya bisa ditekan lewat mitigasi dan kesiapsiagaan, salah satunya lewat asuransi usaha tani padi.

Pemprov Jateng sendiri sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar pada 2026 untuk melindungi lahan pertanian seluas 10.449 hektare. Targetnya jelas: ketahanan pangan dan swasembada pangan tetap aman, meski cuaca sering ngajak ribut.

Sawah boleh terendam, tapi harapan jangan ikut tenggelam. Sekarang petani cuma nunggu satu hal: validasi kelar, klaim cair, dan musim tanam berikutnya semoga yang datang cuma hujan berkah, bukan banjir langganan. (tebe)

You Might Also Like

Hujan Datang, Banjir Jangan: Semarang Latihan Siaga Bareng FPRB

Food Waste Tembus Rp 2,4 T, Wali Kota Luncurin “Srikandi Pangan” Biar Makanan Nggak Mubazir

Layar Pendek, Mimpi Panjang dari Semarang

Pasar Ikan Rejomulyo Come Back

Dari Wamen Jadi Tersangka: Drama Immanuel Ebenezer & 10 Nama Lain di Skandal Sertifikat K3

TAGGED:banjir jatengheadlinejasindopemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Banjir Kepung Pekalongan, Wagub Soroti Penanganan Berlapis
Next Article Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Sejumlah bambu ditanam warga untuk menyangga jembatan akses keluar-masuk dari dan ke Deliksari, Rabu (11/02/2026).

Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk

Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Politik

Sah! Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

November 10, 2025
Info

Superflu Cuma Lewat Timeline, Jateng Masih Aman

Januari 8, 2026
Hukum

Parah Banget, Bos Sritex Kibuli Bank Sampe Negara Rugi Rp1 Triliun

Desember 22, 2025
Unik

Korlantas & Kemenhub Gaspol Menuju Zero ODOL 2027, Safety Week Jadi Alarm Keselamatan Jalan

Agustus 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?