BACAAJA, SEMARANG- Genap setahun Agustina Wilujeng Pramestuti bersama wakilnya, Iswar Aminuddin, memimpin Ibu Kota Jawa Tengah. Alih-alih cuma seremoni, tahun pertama ini justru jadi panggung pembuktian.
Melalui program “Semarang Bersih”: Pemkot berupaya mengubah mindset warga. Sampah dipilah, dikelola lalu dijual. Ekonomi sirkular jalan. Bank sampah yang dulu cuma ratusan, sekarang menjamur.
Tercatat pada 2024 ada 664 unit melonjak hingga 857 unit aktif dengan total 1.705,7 ton sampah terkelola. Dari jumlah tersebut, 1.080 ton dikelola bersama PKK. Perputaran uang tembus Rp1,89 miliar. Sampah jadi duit, dan duitnya masuk ke warga.
Baca juga: Agustina Ajak Warga Ngurus Sampah Bareng
Lewat gerakan “ASN Wegah Nyampah”, pegawai Pemkot berhasil mengurangi 4,3 ton sampah per hari dari aktivitas kantor. Bukan cuma imbauan, tapi teladan. Sarana kebersihan juga digenjot. Kontainer sampah naik dari 418 jadi 454 unit
TPS dari 200 jadi 237 unit, TPS3R bertambah jadi 26 unit. IPAL domestik kini ada 4 titik, termasuk di Taman RBRA Abdurrahman Saleh dan kawasan Hamka, Ngaliyan. Artinya, bukan cuma bersih di permukaan, tapi limbahnya juga ditangani.
Gerakan Penghijauan
Di tengah isu krisis iklim, Semarang nggak mau ketinggalan berbuat sesuatu. Sedikitnya 16,58 hektare lahan dihijaukan dan 46.510 bibit pohon ditanam. Tiga taman baru berdiri, yakni Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot dan Taman Dinar Mas Meteseh.
Revitalisasi taman menyentuh dua taman yakni Telaga Bodas dan Jalan Bougenville Raya Sendangmulyo. Taman sekarang bukan cuma pelengkap kota, tapi ruang kumpul, tempat anak main, tempat keluarga healing murah meriah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat press conference setahun pemerintahannya, Jumat (20/2/2026), mengatakan, memasuki tahun kedua pihaknya tetap injak pedal gas.
Sejumlah program dicanangkan, salah satunya menekan penggunaan plastik dan menggantikannya dengan produk yang ramah lingkungan hingga menukar botol plastik dengan bibit saat Car Free Day.
Baca juga: MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia
Program lainnya, aplikasi ASN Wegah Nyampah dikaitkan dengan penilaian kinerja, target 1.468 bank sampah aktif, membangun IPAL TPA Jatibarang Tahap 1 hingga menambah 17 hektare penghijauan dan menanam 50.000 bibit pohon.
Sejumlah taman baru juga siap dibangun, dari Sampangan sampai Panggung Lor. “Pembangunan itu soal keseimbangan. Ekonomi tumbuh, lingkungan tetap terjaga,” tegas Agustina. Setahun ini nunjukin satu hal: kota nggak bisa maju sendirian. Pemerintah gerak, warga ikut. PKK turun tangan, ASN kasih contoh.
Dan mungkin ini yang paling relevan buat zaman sekarang: Di saat banyak kota sibuk debat wacana, Semarang justru sibuk nimbang sampah lalu mengubahnya jadi cuan. Kadang solusi itu bukan yang ribet dan mahal. Cukup mulai dari rumah. Dari tempat sampah. (tebe)


