Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Samuel JD Wattimena: Semarang Punya Banyak “Harta Karun” Budaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Samuel JD Wattimena: Semarang Punya Banyak “Harta Karun” Budaya

Semarang ternyata bukan cuma punya Kota Lama, lunpia, dan cerita soal panasnya yang bikin kipas angin kerja rodi. Kota ini juga punya “harta karun” budaya yang dinilai bisa menjadi magnet wisata.

T. Budianto
Last updated: September 5, 2026 11:53 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
OPENING CEREMONY: Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena bersama Wali Kota Semarang dan pejabat Forkopimda menghadiri opening ceremony Festival Kota Lama 2026 di fasad Gedung Yayasan Kanisius, Jumat, (4/9/2026) malam. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kota Semarang ternyata punya modal lebih dari sekadar lunpia, Kota Lama, dan cerita soal panas yang kadang bikin kipas angin bekerja lembur. Kota ini dinilai punya peluang besar menjadi semacam “etalase” seni dan budaya Nusantara, tempat berbagai kesenian daerah bertemu, tampil, sekaligus menghidupkan pariwisata.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena melihat potensi itu dari perkembangan berbagai event kebudayaan yang digelar di Semarang. Menurutnya, dari tahun ke tahun mulai terlihat upaya penyelenggara dan pemerintah daerah untuk membuat pagelaran semakin berkembang.

Salah satunya melalui dukungan Karisma Event Nusantara (KEN). Namun, Samuel mengingatkan, pengembangan event jangan sampai hanya sibuk membuat sesuatu yang baru. Budaya yang sudah lama hidup di Semarang juga jangan sampai dilupakan.

“Dari tahun ke tahun saya melihat ada usaha untuk berkembang dari pagelaran-pagelaran yang diadakan,” kata Samuel. Menurutnya, Semarang punya banyak kesenian yang sebenarnya bisa dikemas menjadi daya tarik wisata. Kesenian dan budaya masa lalu bukan berarti harus masuk museum lalu selesai.

Baca juga: Samuel Wattimena: Keamanan Warga dan UMKM Desa Wisata Harus Jadi Prioritas

Ada orkestra, gambang keromong, hingga keroncong Semarangan yang menurut Samuel punya cerita dan karakter sendiri. Tinggal bagaimana semuanya diberi ruang dan dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan generasi sekarang. “Hal-hal dari masa lalu di Semarang ini menurut saya harus diberikan ruang,” ujarnya.

Yang menarik, Samuel tidak hanya membayangkan Semarang sebagai kota penyelenggara event. Ia melihat kota ini punya peluang menjadi hub kesenian Nusantara.

Bayangkan saja, berbagai daerah datang ke Semarang membawa tarian, musik, kostum, dan cerita budaya masing-masing. Wisatawan pun tidak perlu keliling Indonesia untuk sekadar melihat wajah keberagamannya.

“Berbagai daerah melakukan pertunjukan mereka di sini. Berarti Semarang ini bisa jadi hub-nya berbagai kesenian Nusantara. Orang datang ke Semarang dan kita bisa melihat Indonesia,” jelasnya.

Pengalaman Wisata

Konsep itu, menurut politikus PDIP ini, sangat nyambung dengan tema unity in diversity. Keberagaman bukan cuma slogan yang enak dipasang di spanduk, tetapi bisa benar-benar menjadi pengalaman wisata.

Samuel juga mengapresiasi rencana Pemkot Semarang yang disebut sudah  menyiapkan ruang untuk koleksi kostum. Ia mengaku senang karena masukan yang pernah disampaikannya masih diingat dan mulai ditindaklanjuti.

“Saya terus terang berterima kasih bahwa beliau ternyata masih menyimpan masukan saya tersebut dan kemudian masih berusaha mengeksekusi hal tersebut,” katanya.

Ia pun berencana menindaklanjuti rencana tersebut dengan dinas terkait. Mulai dari kebudayaan, ekonomi kreatif hingga pariwisata perlu duduk bersama supaya ruang tersebut tidak sekadar menjadi tempat menyimpan kostum.

Baca juga: Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

Apalagi koleksinya cukup banyak. Menurut Samuel, perlu ada kurasi agar kostum yang ditampilkan punya cerita dan nilai yang kuat. Jika dikelola serius, ruang tersebut bahkan bisa menjadi objek wisata baru di Kota Semarang.

Bukan cuma kostum yang disorot. Samuel juga mengungkit keberadaan museum 3D di Semarang yang kini disebut sudah tidak aktif. Menurutnya, museum tersebut sebenarnya bisa menjadi salah satu keunggulan Semarang jika dihidupkan kembali dengan konsep yang lebih kekinian.

“Saya tidak tahu apakah Ibu Wali Kota berminat untuk menghidupkan itu kembali karena itu juga menurut saya unggulan buat Kota Semarang dibandingkan kota-kota yang lain,” tuturnya.

Pada akhirnya, pekerjaan rumah Semarang bukan cuma mencari destinasi baru, tetapi juga melihat kembali apa yang sudah dimiliki. Sebab, kadang yang dicari jauh-jauh ternyata ada di depan mata, hanya saja sudah lama tidak dipoles. (tebe)

You Might Also Like

PLN Icon Plus Dorong Integrasi Solusi Digital dan Energi Bersih di Sektor Hulu Migas

WR III UIN Walisongo: Soal Merger Ormawa, Tunggu Pejabat Baru

Cari HP Pertama Anak? Ini 6 Pilihannya

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

PBB Terancam Rungkad, Dewan Perdamaian Trump Bikin Kondisi Makin Runyam

TAGGED:agustina wilujengheadlinekota lama semarangpemkot semarangsamuel jd wattimena
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam. TAUD Sebut Dilmil Infrastruktur Umpunitas, Putusan Janggal Banding TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
Next Article Kafilah Jateng Siap Berlaga di MTQ Nasional 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

PCNU Nias Serahkan Uang Rp250 Juta ke KPK, Diduga Terkait Risywah Muktamar NU di Jombang

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Pinjol Melejit Tajam, Utang Digital Tembus Rp100 Triliun

April 7, 2026
Ilustrasi anak-anak main game online.
Tumbuh

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Januari 2, 2026
Ekonomi

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

Januari 18, 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyalami jemaat Natal di Katedral Semarang.
Info

Saat Pejabat Ramai-ramai Sapa Jemaat Natal di Katedral Semarang

Desember 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Samuel JD Wattimena: Semarang Punya Banyak “Harta Karun” Budaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?