BACAAJA, PURBALINGGA – Suasana di Pendapa Dipokusumo, Senin (3/11/2025), terasa beda dari biasanya. Musik gamelan pelan terdengar, sementara deretan kursi diatur rapi untuk satu agenda penting: pelantikan 16 pejabat Eselon II Pemkab Purbalingga.
Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, memimpin langsung prosesi pelantikan itu. Di hadapan para pejabat, Fahmi menegaskan, jabatan bukan sekadar posisi, tapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat untuk yang baru dilantik dan juga para Plt yang menerima SK hari ini. Amanah ini bukan cuma tanda kepercayaan, tapi juga bukti tanggung jawab besar dari negara,” kata Fahmi dengan nada tegas tapi tenang.
Ia menekankan, para pejabat baru ini harus bisa jadi contoh, bukan hanya di ruang kerja, tapi juga di lapangan. “Sebagai pimpinan, Bapak Ibu adalah role model. Tunjukkan integritas, kerja nyata, dan semangat pelayanan publik yang benar-benar terasa manfaatnya,” lanjutnya.
Bupati juga menyinggung soal perubahan cara pandang terhadap ASN. Menurutnya, zaman sudah berubah — ASN bukan lagi ‘priyayi’ yang dilayani, tapi pelayan masyarakat yang harus siap turun langsung ke bawah.
“Paradigma lama sudah lewat. ASN sekarang harus melayani, bukan dilayani. Ini soal pengabdian, bukan sekadar jabatan,” ujar Fahmi.
Pelantikan kali ini jadi momen spesial karena merupakan yang pertama di era kepemimpinan Fahmi bersama Wakil Bupati Dimas. Prosesnya juga disebut berlangsung transparan, berbasis meritokrasi, dan bebas titipan.
“Pelantikan ini adalah langkah awal penataan birokrasi. Setelah ini, kami akan buka seleksi terbuka untuk jabatan tinggi pratama yang belum terisi,” jelas Fahmi.
Ia juga memastikan pengisian jabatan berikutnya, mulai dari level administrator hingga pengawas, akan berjalan berurutan dan terbuka. Semua demi terciptanya struktur organisasi perangkat daerah yang ideal dan fungsional.
Fahmi berharap, pejabat baru bisa membawa energi segar untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Ia ingin Purbalingga bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan makin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau semua bergerak di jalurnya, pelayanan publik kita bisa jauh lebih responsif dan adaptif,” katanya.
Nama-nama yang dilantik pun tak asing di telinga. Ada Siswanto di posisi Asisten 3, Revon Haprindiat di BPBD, hingga Eni Sosiatman di Dinas Koperasi UKM. Semua membawa rekam jejak panjang di bidang masing-masing.
Pelantikan berlangsung khidmat tapi tetap hangat. Wabup Dimas, Sekda Herni Sulasti, hingga jajaran kepala OPD dan camat hadir memberi selamat.
Fahmi menutup sambutannya dengan pesan singkat tapi bermakna: “Jabatan boleh baru, tapi semangatnya jangan baru sehari. Terus berlari, jangan sampai pelayanan kita jalan di tempat.”
Purbalingga sore itu terasa punya arah baru — bukan cuma karena kursi jabatan berganti, tapi karena semangat baru mulai digerakkan. (*)

