Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Langkah Kecil di Ujung Bukit, Cerita Sepatu dan Harapan Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Langkah Kecil di Ujung Bukit, Cerita Sepatu dan Harapan Baru

Sedekah Sepatu bukan sekadar tentang alas kaki. Ini tentang keberanian melangkah, meski jalannya penuh batu. Tentang harapan yang tumbuh dari hal kecil tapi tulus. Tentang anak-anak yang kini bisa berjalan tanpa takut tergelincir, baik di tanah becek maupun di jalan menuju masa depan.

Nugroho P.
Last updated: November 2, 2025 8:44 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Dengan semangat kepahlawanan di bulan November, relawan Sedekah Sepatu kembali menapaki jalan penuh perjuangan. Minggu (2/11/2025), mereka menembus medan berbukit dan jalan berbatu menuju SD Negeri 2 Karangbawang, Kecamatan Rembang.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Di sebuah ujung perbatasan antara Purbalingga dan Banjarnegara, suara tawa anak-anak memecah sunyi pagi. Jalanan terjal yang biasa hanya dilewati warga kini ramai dengan langkah-langkah baru—bukan langkah orang kota, tapi langkah relawan yang datang membawa sepasang harapan dalam bentuk sederhana: sepatu sekolah.

Hari itu, Minggu (2/11/2025), langit Rembang sedikit mendung. Mobil relawan Sedekah Sepatu berhenti beberapa kali karena jalan licin dan menanjak. Tapi semangat mereka tak ikut terpeleset. Di sisi kanan, kebun kopi dan kapulaga terhampar hijau; di kiri, tebing batu berdiri kokoh seolah ikut menyemangati perjalanan mereka menuju SD Negeri 2 Karangbawang.

Begitu sampai di sekolah, pemandangan pertama yang menyapa justru membuat dada hangat. Anak-anak berdiri rapi dengan sepatu yang sudah nyaris menyerah. Ada yang solnya copot, ada yang bagian depannya terbuka hingga jari-jari mungilnya tampak malu-malu. Tapi mereka tetap tersenyum, seolah ingin bilang: “Kami baik-baik saja.”

“Sebagian besar anak-anak di sini jalan kaki hampir satu kilometer setiap pagi dari Dusun Sapunagara. Banyak yang sepatunya sudah enggak layak,” ujar Messi, guru PPPK di sekolah itu, sambil menatap murid-muridnya yang berlarian kecil di halaman.

Sekolah ini punya 67 siswa, dari kelas 1 sampai 6. Fasilitasnya sederhana, tapi semangatnya luar biasa. Salah satu siswi, Sela Maytilawati, bahkan pernah menjuarai lomba tari tingkat kabupaten. Dari sekolah kecil di perbatasan ini, mimpi-mimpi besar tumbuh diam-diam, sama sunyinya dengan pagi-pagi di lereng bukit.

Yuspita Palupi, pendiri Sedekah Sepatu, menuturkan bahwa penyaluran kali ini memang sengaja diarahkan ke wilayah terpencil. “Kami enggak cuma datang bawa sepatu. Kami datang bawa harapan. Anak-anak di sini harus tahu, mereka juga pantas bermimpi tinggi. Ada orang-orang yang peduli, yang dukung langkah kecil mereka,” katanya, suaranya bergetar halus.

Satu per satu, anak-anak mencoba sepatu baru mereka. Ada yang langsung melangkah ke tanah lembap di halaman, seperti ingin memastikan itu benar-benar nyata. Ada juga yang memandangi lama sepatu di kakinya, senyum kecilnya pelan-pelan merekah.

Di antara tawa dan sorak kecil itu, udara tiba-tiba terasa lebih hangat. Bukan karena matahari, tapi karena rasa yang muncul dari sesuatu yang sederhana: perhatian.

Sedekah Sepatu bukan sekadar tentang alas kaki. Ini tentang keberanian melangkah, meski jalannya penuh batu. Tentang harapan yang tumbuh dari hal kecil tapi tulus. Tentang anak-anak yang kini bisa berjalan tanpa takut tergelincir, baik di tanah becek maupun di jalan menuju masa depan.

Hari itu, di Karangbawang, sepatu baru tak cuma melindungi kaki, tapi juga menuntun langkah menuju impian yang tak lagi terasa jauh. (*)

You Might Also Like

Kritik MBG Disuarakan, Teror Datang Bertubi-tubi

Ibu Gendong Masih Bertahan di Kranggan, Bakal Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Semarang

Butuh Anggaran Rp 1.300 Triliun, Prabowo Ajak Swasta Garap Tanggul Laut Raksasa

Salatiga Rangking Pertama Kota Tertoleran di Indonesia Versi SETARA Institute

Paspor Malaysia Geser AS, Dunia Kaget Nih!

TAGGED:purbalinggarelawansedekah sepatuunikyuspita
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi karang gigi. Karang Gigi Merusak Senyum Kamu? Jangan Nekat Bersihin Sendiri
Next Article Wacana moratorium pembangunan IKN terus menguat. Wakil Ketua DPR RI dari Partai Nasdem Saan Mustopa yang mengusulkan itu dan menyarankan agar Wapres Gibran berkantor di IKN. dok. IKN Dikepung Tambang Ilegal, 13.000 Hektare Lahan Tercemar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gambar udara lokasi tambang di kawasan Raja Ampat.
Unik

Surat Terbuka untuk Prabowo Subianto: Raja Ampat Bukan Tambangmu!

Juni 9, 2025
Tips

Puasa Bolong Saat Hamil, Bayarnya Gimana Biar Tenang

Maret 18, 2026
Unik

Bangkit Lebih Tenang, 7 Tanda Seseorang Pernah Gagal tapi Sekarang Hidupnya Lebih Damai

Agustus 23, 2025
Unik

PAN Jateng Bidik 10 Kursi Senayan, Konsolidasi hingga Tingkat Desa

Juli 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Langkah Kecil di Ujung Bukit, Cerita Sepatu dan Harapan Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?