BACAAJA, SEMARANG- Boyolali siap naik level. Kota yang identik sama susu sapi ini bakal jadi tuan rumah Hari Desa Nasional 2026, ajang kumpul-kumpul perangkat desa se-Indonesia yang digelar 12-15 Januari 2026 di Lapangan Butuh, Mojosongo. Empat hari full, agenda padat, dan pastinya desa semua.
Acara ini bukan sekadar seremoni potong pita. Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menegaskan, Hari Desa Nasional adalah bagian dari misi besar pemerintah: Bangun Indonesia dari Desa. Artinya simpel, desa nggak lagi cuma penonton, tapi pemain inti di lapangan.
Baca juga: Satu Desa Heboh, Sembilan Perangkat Resmi Dicoret Kades
Selama gelaran, Boyolali bakal dipenuhi berbagai agenda. Mulai dari coaching clinic Koperasi Desa Merah Putih, festival desa, sampai final Liga Desa yang disebut-sebut bakal diikuti lebih dari 75 ribu tim antardesa. Desa, tapi rasanya kayak Piala Dunia versi lokal.
Bukan cuma bola yang jalan. Desa juga pamer otak dan kreativitas lewat lomba inovasi ketahanan pangan, pengelolaan sampah, desa wisata, desa ramah perempuan dan anak, desa digital, desa ekspor, sampai e-sport desa. Ada juga festival YouTuber desa dan film desa, bukti kalau konten kreator nggak cuma lahir dari kota.
Deklarasi Boyolali
“Juara-juara desa dari seluruh Indonesia bakal hadir. Dan yang kasih piala levelnya menteri,” kata Yandri. Nada santai, tapi pesannya jelas: ini acara gede. Puncak acara diprediksi dihadiri sekitar 50 ribu orang. Dari kepala desa, kepala daerah, menteri, sampai utusan presiden. Bahkan bakal ada Deklarasi Boyolali, yang digadang-gadang jadi legacy alias jejak sejarah buat daerah ini.
Bupati Boyolali, Agus Irawan pun nggak mau melewatkan momentum emas ini. Menurutnya, Hari Desa Nasional jadi ajang promosi besar-besaran potensi lokal Boyolali. Mulai dari kerajinan tembaga Tumang, wisata Selo, wisata air, sampai UMKM yang siap naik kelas. “Ini bakal jadi sejarah baru buat Boyolali,” kata Agus. Dan memang, jarang-jarang desa jadi headline nasional tanpa embel-embel masalah.
Baca juga: Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih
Liga Desa bakal mulai lebih awal, 11 Januari di Ngemplak, dengan partai final di Stadion Songgo Langit Cepogo. Para peserta bakal diinapkan di Asrama Haji Donohudan, sementara acara utama tetap terpusat di Lapangan Butuh, dekat Kebun Raya Indrokilo. Soal keamanan? Aparat sudah standby.
Kalau selama ini desa sering dibilang “tertinggal”, Januari 2026 nanti mungkin justru kita yang ketinggalan, kalau nggak mampir ke Boyolali. Desa sudah lari jauh, sambil bawa bola, UMKM, kamera, dan bilang ke kota: “Santai, kami juga bisa jadi pusat.” (tebe)
Jadwal Kegiatan Hari Desa
12 Januari: Coaching Clinic KDMP & BUMDes
13 Januari: Bersih desa se-Jateng + perebutan juara III Liga Desa
14 Januari: Forum investasi desa, pameran, pasar pangan murah, gala dinner
15 Januari: Puncak acara, penghargaan, dan wayang kulit


