Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Revisi UU BUMN: Direksi & Komisaris Harus Bisa Diaudit KPK dan BPK
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Revisi UU BUMN: Direksi & Komisaris Harus Bisa Diaudit KPK dan BPK

Komisi VI DPR RI tengah serius membahas revisi UU BUMN. Rieke Diah Pitaloka menekankan bahwa direksi dan komisaris BUMN adalah pejabat negara yang wajib tunduk pada hukum publik, sementara Nurdin Halid menegaskan revisi ini bukan urusan politik, melainkan strategi memperkuat peran BUMN demi kesejahteraan rakyat.

baniabbasy
Last updated: September 25, 2025 10:57 am
By baniabbasy
4 Min Read
Share
Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Politisi PDI Perjuangan ini menilai norma hukum dalam regulasi BUMN masih multitafsir. Ada yang beranggapan pejabat BUMN bisa diaudit BPK, tapi dengan syarat tertentu. Bahkan, ada tafsir lain yang menyebut mereka tidak bisa disentuh KPK. Foto: dok.
Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Politisi PDI Perjuangan ini menilai norma hukum dalam regulasi BUMN masih multitafsir. Ada yang beranggapan pejabat BUMN bisa diaudit BPK, tapi dengan syarat tertentu. Bahkan, ada tafsir lain yang menyebut mereka tidak bisa disentuh KPK. Foto: dok.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Suasana Gedung Nusantara I DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025), terasa lebih hangat dari biasanya. Dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Komisi VI DPR RI menghadirkan sederet pakar hukum dari UI, UGM, Universitas Jenderal Soedirman, hingga STIH IBLAM. Topiknya: revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Contents
Hapus Multitafsir, Perkuat Kepastian HukumKasus Kereta Cepat Jadi SorotanJangan Baper PolitikJalan Panjang Revisi UU BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, jadi salah satu suara paling lantang. Ia menegaskan, jajaran direksi, komisaris, dan pihak terkait di BUMN bukan sekadar pejabat korporasi biasa, melainkan penyelenggara negara. Konsekuensinya, mereka wajib tunduk pada pengawasan publik, termasuk audit BPK dan pemeriksaan KPK.

“Tidak ada alasan pejabat BUMN dikecualikan. Itu sudah jelas diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 1999, UU Nomor 31 Tahun 1999, serta UU Nomor 25 Tahun 2009,” tegas politisi PDI-Perjuangan ini.

Hapus Multitafsir, Perkuat Kepastian Hukum

Menurut Rieke, norma hukum dalam regulasi BUMN masih multitafsir. Ada yang beranggapan pejabat BUMN bisa diaudit BPK, tapi dengan syarat tertentu. Bahkan, ada tafsir lain yang menyebut mereka tidak bisa disentuh KPK.

“Padahal norma hukum seharusnya tidak multitafsir. Kalau multitafsir, yang rugi ya publik,” ujarnya.

Ia mendorong revisi UU BUMN agar konsisten dengan politik hukum nasional yang menekankan pemerintahan bersih, transparan, dan berintegritas—selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kasus Kereta Cepat Jadi Sorotan

Rieke juga menyinggung persoalan klasik: apakah kerugian BUMN otomatis bisa dianggap sebagai kerugian negara. Ia mencontohkan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Proyek ini awalnya dinilai tidak layak, tapi akhirnya dibebankan ke BUMN pelaksana.

“Pertanyaannya, apakah setiap kerugian BUMN harus otomatis jadi tanggung jawab negara? Kalau iya, ini akan jadi masalah besar,” kata Rieke.

Jangan Baper Politik

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengingatkan publik agar tidak memandang revisi UU BUMN sebagai agenda politik semata. Menurutnya, revisi ini murni strategi memperkuat kelembagaan BUMN agar dampaknya lebih besar pada kemakmuran rakyat.

“Revisi ini jangan dianggap politis. Ini justru untuk memastikan BUMN benar-benar bekerja optimal sesuai Pasal 33 UUD 1945,” jelas politisi Golkar itu.

Salah satu poin yang jadi sorotan adalah posisi Kementerian BUMN. Nurdin menjelaskan, ada usulan agar kelembagaan kementerian ini berdiri mandiri sebagai organ penyelenggara negara. Perubahan ini tentu menuntut penyesuaian sejumlah pasal dalam undang-undang.

Tak hanya anggota DPR, para akademisi yang hadir juga memberi masukan kritis. Mereka sepakat, kejelasan status pejabat BUMN sebagai penyelenggara negara memang krusial. Dengan begitu, pengawasan hukum publik bisa berjalan lebih tegas, tanpa celah multitafsir yang bisa dimanfaatkan untuk lolos dari jeratan hukum.

Jalan Panjang Revisi UU BUMN

Meski belum rampung, pembahasan revisi UU BUMN ini jelas jadi momen penting. Dari perdebatan soal status direksi-komisaris hingga peran Kementerian BUMN, semua bermuara pada satu hal: bagaimana menjaga kekayaan negara tetap transparan, akuntabel, dan memberi manfaat maksimal bagi rakyat.

Seperti kata Rieke di ujung rapat, “BUMN tidak bisa dipisahkan dari rezim pejabat negara. Karena itu, direksi dan komisaris harus siap tunduk pada aturan main hukum publik. Kalau memang untuk rakyat, apa yang perlu ditakutkan?”(*)

You Might Also Like

Erupsi Anak Krakatau Bikin Soekarno-Hatta Stop Terbang

Mbak Ita ‘Serang’ Putusan Hakim Tipikor Semarang, Siapkan Bukti Baru untuk Amunisi

Upgrade Skill, Mahasiswa Semarang Ramai-ramai Ikut Beasiswa Menulis Bacaaja

Banyak Isu Sensitif, Forkopimda Purbalingga Kumpul di Polres Bahas Ini

Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara

TAGGED:Revisi UU BUMNRieke Diah Pitaloka
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi anak-anak korban keracunan massal mendapat perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Bukti MBG Dikelola Serampangan? Anak SD Kalbar Keracunan setelah Santap Menu Hiu Goreng
Next Article Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan PM Kanada Mark Carney usai pertemuan bilateral kedua negara di West Block Parliament Hill Ottawa Kanada, Rabu (24/9/2025). Foto: dok. Biro Pers Kepresidenan Perjanjian Kemitraan ICA-CEPA Diteken; Kanada Siap Hapus 90,5% Tarif Impor Produk Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran

Juli 22, 2026
Hukum

Uang Palsu Rp300 Juta Digerebek, Mesin Masih Nyala

Maret 4, 2026
Olahraga

Semarang Drag Fest Jadi “Panggung” Adu Kencang

Agustus 10, 2026
Presiden Prabowo merombak kabinet dengan mencopot lima menteri, termasuk Sri Mulyani dan Budi Arie. Langkah ini dinilai sebagai konsolidasi politik, sekaligus melepaskan bayang Jokowi. Publik menanti, apakah reshuffle ini akan bawa perubahan nyata atau sekadar ganti nama. Foto: dok.
Politik

Singgung Serakahnomic, Puan Puji Prabowo Soal Pencabutan Izin Tambang Raja Ampat hingga Sengketa Pulau

Agustus 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Revisi UU BUMN: Direksi & Komisaris Harus Bisa Diaudit KPK dan BPK
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?