BACAAJA, SEMARANG- Langkah besar dimulai Pemkot Semarang lewat agenda penguatan integritas yang digelar di Balaikota, Jumat (10/4/2026). Sebanyak 512 aparatur, mulai dari ASN hingga anggota DPRD ikut menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen baru.
Acara ini juga menghadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto, yang memberi “tausyiah” dengan pendekatan yang nggak biasa: konsep IDOLA. Bukan soal fans atau seleb, IDOLA di sini adalah akronim dari Integritas, Dedikasi, Objektif, Loyalitas, dan Adil, lima nilai yang disebut jadi “rem internal” bagi setiap aparatur.
Baca juga: Biar Gak Kena Risiko Korupsi, ASN Semarang Diajak Ikut Isi Survei KPK
Menurut Fitroh, secanggih apa pun sistem digital, tetap nggak ada gunanya kalau manusianya belum beres. “Integritas itu sinkron antara hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, justru buka data yang cukup “nendang”. Skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Semarang saat ini ada di angka 70,29, masuk kategori rawan. Yang bikin menarik, kerentanan itu bukan datang dari luar, tapi justru dari dalam.
“Publik menilai kita sudah bagus, tapi internal belum percaya diri,” kata Agustina. Dalam empat tahun terakhir, skor ini bahkan cenderung turun. Artinya, ada problem serius yang nggak bisa cuma ditutup dengan pencitraan.
Trauma Masa Lalu
Agustina juga mengakui, trauma masa lalu, mulai dari kasus sejak 2011 hingga rentetan peristiwa hukum 2023-2024 masih membayangi mental ASN.
Dampaknya? Banyak yang kerja jadi serba takut. Bukan takut salah secara teknis, tapi takut terseret masalah hukum. Sebagai “obatnya”, Pemkot mengusung narasi hijrah. ASN diajak pindah mindset: dari kerja karena takut aturan, jadi kerja karena sadar integritas.
“Kalau integritas sudah jadi gaya hidup, kita nolak korupsi bukan karena takut pasal, tapi karena prinsip,” tegasnya. Nggak cuma ASN, sekitar 50 anggota DPRD juga dilibatkan dalam komitmen ini, sebagai bagian dari sinergi pengawasan dan transparansi.
Baca juga: Terungkap, Alwin Berencana Kondisikan Proyek Rp500 Miliar di Pemkot Semarang
Dengan tingkat kesejahteraan ASN yang disebut tertinggi di Jawa Tengah, Pemkot berharap nggak ada lagi alasan buat main-main dalam pelayanan publik. Selain Fitroh, hadir pada kegiatan tersebut Kapolrestabes Semarang yang saat ini promosi jabatan menjadi Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol M Syahduddi, Kajari, Andhie Fajararianto, serta Ketua DP2K Kota Semarang, Prof Soedharto P Hadi.
Pakta sudah diteken, tausyiah sudah didengar, istilah “hijrah” pun sudah digaungkan. Tinggal satu yang paling susah: benar-benar berubah, atau cuma ganti jargon biar kelihatan sudah berubah. (tebe)

