Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Proyek Tanggul Laut Semarang Udah Jalan, Mengapai Walhi Konsisten Mengkritik?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Proyek Tanggul Laut Semarang Udah Jalan, Mengapai Walhi Konsisten Mengkritik?

R. Izra
Last updated: Maret 9, 2026 8:32 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
NARASUMBER PODCAST: Manajer Kampanye dan Media Walhi Jawa Tengah, Zalya Tilaar (kanan) sedang berbincang dengan host dalam podcast bacaajadotco, Jumat (6/3/2026). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah nggak bosan-bosan mengkritik proyek Tol dan Tanggul Laut Semarang-Demak.

Proyek tersebut merupakan bagian integral dari proyek strategis nasional giant sea wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa.

Meski proyek sudah jalan lama, kritikan terus ia lempar. Manajer Kampanye dan Media Walhi Jateng, Zalya Tilaar menyinggung giant sea wall yang konsepnya sering dibandingkan dengan tanggul laut di Belanda.

Bacaaja: Walhi: Pembangunan di Hulu Bikin Semarang Bawah Tambah Banjir
Bacaaja: Banjir Lereng Muria Bukan Takdir Ilahi, Walhi Sorot Krisis Lingkungan

Menurut Zalya, kondisi Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja dengan Belanda. Karakteristik geografi, tanah, dan sistem sungainya berbeda jauh.

“Tidak bisa langsung copy paste. Karakteristik Belanda dengan Indonesia jelas beda,” ujar Zalya saat menjadi narasumber Podcast Ruang Baca untuk kanal YouTube bacaajadotco, Jumat (6/3/2026).

Ia juga mengingatkan ancaman tenggelamnya wilayah pesisir jika penurunan tanah dan naiknya muka air laut terus terjadi. Contohnya sudah terlihat di wilayah pesisir Kabupaten Demak.

Desa Bedono di Demak, sebagian wilayah sudah hilang karena terendam laut. Desa itu dulu memiliki sekitar tujuh dusun, namun kini tinggal beberapa dusun yang tersisa.

“Dari tujuh dusun, sekarang tinggal tiga atau empat. Sisanya sudah tenggelam,” kata Zalya.

Ia menambahkan perubahan itu juga terlihat jelas dari citra satelit. Jika gambar dimundurkan ke tahun-tahun sebelumnya, garis daratan tampak terus mundur.

Menurut Zalya, tanggul laut raksasa bukanlah solusi tapi masalah baru. Sebab, keberadaannya bikin beban pesisir tambah berat dan makin ambles.

Jika pola pembangunan seperti ini terus berlanjut, kondisi kota bisa makin berat dalam 10 sampai 20 tahun ke depan. (bae)

You Might Also Like

PAUD Jateng Lagi Naik Daun, Anak-anak Makin Rajin Masuk Sekolah

PDIP Haramkan Korupsi, Kader Bandel Langsung Out

Gus Yasin Ajak Pramuka Jadi Teladan di Era Digital, Bukan Cuma Pandai Baris-Berbaris

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

Wali Kota: Media Itu Bukan Cuma Mitra, Tapi Teman Hidup Pemerintah

TAGGED:Belandagiant sea wallheadlinepanturaSemarangtanggul laut raksanawalhi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Guru Paruh Waktu, Luka Penuh Waktu
Next Article Ilustrasi pecinta kopi 'menyingkirkan' menu Americano, dengan mengganti namanya. Americano ‘Disingkirkan’ dari Menu Coffee Shop, Dampak Sentimen Anti-AS Menguat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri

Kinerja Pemprov Jateng Diapresiasi Pusat

Daya Tampung Siswa Baru Kota Semarang Naik 15 Persen

Keliling SPBU Naik Vespa, Taj Yasin Pastikan Stok BBM Aman

Ilustrasi pecinta kopi 'menyingkirkan' menu Americano, dengan mengganti namanya.

Americano ‘Disingkirkan’ dari Menu Coffee Shop, Dampak Sentimen Anti-AS Menguat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pemerhati lingkungan pesisir dari Universitas Katholik Sugijopranoto (Unika) Semarang Hotmauli Sidabalok, saat menjelaskan masalah lingkungan yang terjadi di pesisir Semarang-Demak, Sabtu (19/7/2025). Foto: BAE
Sirkular

Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Menambah Tumpukan Masalah di Pesisir

Juli 20, 2025
Ekonomi

Sekda Jateng: Jangan Baper Sama Pinjol!

Oktober 23, 2025
Ilustrasi jambret beraksi dengan mengendarai sepeda motor.
Hukum

Keluarga Jambret Gak Ridho Dunia-Akhirat, Komisi III Hentikan Kasus Hogi Minaya Sleman

Januari 30, 2026
Plesir

Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

Desember 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Proyek Tanggul Laut Semarang Udah Jalan, Mengapai Walhi Konsisten Mengkritik?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?