Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Profil Sri Susuhunan Paku Buwono XIII: Penjaga Tradisi di Tengah Zaman
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Profil Sri Susuhunan Paku Buwono XIII: Penjaga Tradisi di Tengah Zaman

Sebagai raja, PB XIII dikenal memiliki kepribadian tenang, rendah hati, dan penuh wibawa. Ia jarang tampil berlebihan di depan publik, namun pengaruhnya terasa kuat dalam setiap kegiatan kebudayaan dan keagamaan yang digelar di Keraton Surakarta.

Nugroho P.
Last updated: November 2, 2025 12:19 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Raja Keraton Solo, Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XIII, mangkat pada Minggu (2/11).
SHARE

BACAAJA, SOLO – Sri Susuhunan Paku Buwono XIII, atau yang memiliki nama lengkap Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Hangabehi, adalah raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dikenal luas sebagai sosok bijaksana dan sederhana. Ia lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948, dan merupakan putra tertua dari Paku Buwono XII, raja sebelumnya yang memimpin sejak 1945 hingga 2004.

PB XIII naik takhta pada tahun 2004, menggantikan ayahandanya, dan sejak saat itu memegang peran penting sebagai simbol pelestarian budaya Jawa di tengah arus modernisasi. Dalam kepemimpinannya, ia menegaskan bahwa keraton bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga pusat spiritual, seni, dan kebudayaan yang hidup.

Sebagai raja, PB XIII dikenal memiliki kepribadian tenang, rendah hati, dan penuh wibawa. Ia jarang tampil berlebihan di depan publik, namun pengaruhnya terasa kuat dalam setiap kegiatan kebudayaan dan keagamaan yang digelar di Keraton Surakarta.

Ia menikah dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai seorang putra, Gusti Raden Mas (GRM) Suryo Aryo Mustiko yang kini dikenal dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya.

Selama kepemimpinannya, PB XIII aktif menjaga keberlangsungan berbagai upacara adat seperti Sekaten, Tingalan Jumenengan Dalem, Grebeg Maulud, serta Labuhan Ageng. Ia juga menaruh perhatian besar pada kesenian klasik Jawa seperti karawitan, wayang, dan tari bedhaya yang menjadi identitas utama keraton.

PB XIII tak hanya menjaga tradisi lama, tapi juga berupaya menjembatani masa lalu dengan masa kini. Ia mendorong kolaborasi antara Keraton dengan seniman muda, akademisi, dan pemerintah daerah untuk memperluas akses publik terhadap nilai-nilai budaya Jawa.

Salah satu langkah yang mendapat apresiasi luas adalah membuka Keraton Surakarta sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi. Melalui program ini, masyarakat bisa melihat langsung kehidupan adat di lingkungan keraton dan memahami filosofi di balik setiap ritual.

Di mata para abdi dalem, PB XIII adalah sosok pemimpin yang ngemong, atau mengayomi. Ia tidak memerintah dengan suara tinggi, melainkan dengan keteladanan. Banyak yang menyebutnya sebagai “raja yang sabar dan halus budi.”

Meski memimpin di era serba digital, PB XIII tetap teguh memegang falsafah Jawa yang diajarkan turun-temurun — “nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha” — berjuang tanpa kekerasan, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa kesaktian, dan kaya tanpa harta.

Selain menjaga urusan adat, PB XIII juga dikenal dekat dengan masyarakat sekitar. Ia sering hadir dalam acara budaya lokal dan kegiatan sosial, menegaskan bahwa keraton bukan hanya milik bangsawan, tapi juga bagian dari kehidupan rakyat.

Di balik penampilannya yang tenang, PB XIII memiliki visi besar: menjadikan Keraton Surakarta sebagai pusat kebudayaan yang relevan dan berdaya di masa kini. Ia percaya bahwa budaya Jawa bukan warisan masa lalu semata, melainkan panduan moral untuk masa depan.

Selama dua dekade kepemimpinannya, PB XIII berhasil membawa stabilitas di tengah dinamika internal keraton. Ia menjadi simbol persatuan dan keteguhan, terutama di masa-masa ketika modernitas mulai mengikis nilai-nilai tradisional.

Dokumentasi di akun Instagram resmi @pakoeboewono.13 kerap menampilkan aktivitas PB XIII, baik dalam balutan busana kebesaran maupun dalam momen kebersamaan sederhana bersama keluarga dan abdi dalem.

Kepergian PB XIII pada 2 November 2025, di usia 77 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Solo dan para pecinta budaya Nusantara. Namun warisan yang ia tinggalkan — berupa dedikasi terhadap pelestarian adat dan nilai luhur Jawa — akan terus hidup, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kini, nama Sri Susuhunan Paku Buwono XIII tak hanya dikenang sebagai raja terakhir yang memimpin di era modern, tetapi juga sebagai penjaga tradisi, penjaga ketenangan, dan simbol kebijaksanaan Jawa yang abadi. (*)

You Might Also Like

Momen Haru Agus Gondrong di Aceh Tamiang: Disambut Selawat Badar, Kepsek Nangis Lihat Sekolah Bangkit

Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Pemprov Beri Apresiasi Kru Trans Jateng

Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah

Libur Panjang, Daop 4 Kebanjiran 220 Ribu Penumpang KA

TAGGED:raja soloraja solo mangkatreja solo meninggal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article FGD PW ISNU Jateng dan PC ISNU se-Jateng di Hotel Atria, Magelang. ISNU Jateng Tancap Gas! Susun 3 Prioritas Utama, Bikin Sarjana NU Makin Berdampak
Next Article Ilustrasi karang gigi. Karang Gigi Merusak Senyum Kamu? Jangan Nekat Bersihin Sendiri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Niat Ingin Cepat Sampai, Malah Nyasar ke Hutan

Maret 23, 2026
JALAN RUSAK - Beberapa titik Jalan Untung Suropati Kalipancur yang rusak dan menimbulkan banyak debu dan membahayakan pengendana, Selasa (7/7/2026). Menurut warga, jalan baru diperbaiki lalu rusak lagi setelah terus-terusan dilintasi truk pengangkut galian C. (dul)
Info

Warga Keluhkan Jalan Kalipancur Rusak Lagi: Baru Ditambal 3 Hari, Dihajar Truk Langsung Jebol!

Juli 8, 2026
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Hukum

Sidang Gugatan Syarat Gibran Digelar Malam Ini

September 21, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Menkeu Purbaya Ogah Ikut Campur Utang Whoosh: Biarin Aja!

Oktober 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Profil Sri Susuhunan Paku Buwono XIII: Penjaga Tradisi di Tengah Zaman
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?