Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Prabowo Tak Mau Dengar Kritik dari Pakar: Saking Pintarnya, Jadi Goblok
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Prabowo Tak Mau Dengar Kritik dari Pakar: Saking Pintarnya, Jadi Goblok

R. Izra
Last updated: September 19, 2026 7:24 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Presiden Prabowo Subianto. (ist)
Presiden Prabowo Subianto. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto punya alasan tidak mendengarkan kiritk dari para pakar. Prabowo menyebut, pakar menyampaikan tudingan yang dinilainya tidak berdasar. Bahkan, Prabowo menyebut ada pakar yang saking pintarnya jadi goblok.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9).

“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok. Ini masalahnya di tengah kawan-kawan sejati,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian mengaitkan kritiknya dengan PAN yang menurutnya memiliki basis agama. Ia menyinggung ajaran Islam soal fitnah dan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 191.

Bacaaja: Surat Terbuka untuk Prabowo Subianto: Raja Ampat Bukan Tambangmu!
Bacaaja: Prabowo Terima Karta Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup

Menurut Prabowo, ada pihak yang menggunakan status sebagai pakar untuk melontarkan tudingan yang ia nilai sebagai fitnah.

“Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja,” ujarnya.

Tak hanya mengkritik, Prabowo juga mengingatkan pentingnya kejujuran intelektual bagi orang yang memiliki kapasitas sebagai cendekiawan maupun pakar.

Menurutnya, kemampuan dan kepakaran seharusnya dibarengi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.

“Kalau Anda mempunyai kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung pihak yang disebutnya mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.

“Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain,” bebernya.

Meski melontarkan kritik keras, Prabowo menegaskan dirinya memilih fokus pada pengabdian kepada Indonesia.

Ia mengatakan ingin melihat Indonesia menjadi negara yang dihormati sekaligus memastikan tidak ada rakyat yang hidup dalam kondisi kelaparan.

“18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia tidak ada orang lapar di Indonesia,” ucap Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti persoalan kesehatan dan pemenuhan gizi anak. Ia berharap tidak ada lagi orang tua yang kebingungan ketika anaknya sakit. Ia juga ingin memastikan anak-anak Indonesia bisa berangkat sekolah tanpa harus menahan lapar.

“Biar tidak ada bapak dan ibu yang bingung melihat anaknya sakit. Tidak ada anak di Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan,” tuturnya.

Prabowo menilai kekurangan gizi dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Kondisi tersebut, menurutnya, pada akhirnya bisa membuat generasi Indonesia kesulitan bersaing.

Ia pun menyinggung persoalan stunting serta kondisi fisik anak yang dipengaruhi asupan gizi.

“Tidak ada anak-anak di Indonesia yang stunting, tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, otot-otot yang lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain,” katanya.

Prabowo kemudian kembali menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat menjadi bagian dari komitmennya sebagai Presiden.

“Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya,” paparnya. (*)

You Might Also Like

Mobil Wisatawan Tertimbun Longsor Bukit Mitis Tawangmangu, Begini Kondisi Korban

Dosen Unwahas Belajar Perubahan Iklim di India Bareng Peserta dari 28 Negara

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z

ISNU Jateng Tancap Gas! Susun 3 Prioritas Utama, Bikin Sarjana NU Makin Berdampak

TAGGED:goblokheadlinekritikpakarPrabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MAKIN MESRA - Duta Besar RI untuk Rumania dan Republik Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, menyampaikan sambutan dalam resepsi diplomatik memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bucharest, Kamis (17/9/2026). Meidyatama menyebut hubungan Indonesia-Rumania makin mesra dan kuat. Indonesia-Rumania Makin Mesra, Kemitraan Perdagangan Tembus Rekor Baru
Next Article Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Buka Suara soal OTT KPK Tangkap Anak Buahnya di ATR/BPN, Nusron Bantah Menghilang: Kayak Jin Ya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

Bupati Ngawi Minta Koperasi Desa Dikelola Profesional

Agustina Dorong Kelurahan di Semarang Punya Posyandu Model 6 SPM

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi bangunan gereja.
Info

Polemik Pendirian Gereja di Leyangan sampai Komnas HAM, PJ Kades Bantah Persulit Perizinan

Juli 15, 2026
Info

Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional

Juni 7, 2026
Info

Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut

Juli 7, 2026
Info

Bakti TNI AD 2026 Bangun Infrastruktur di Banyumas dan Kebumen

Oktober 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Prabowo Tak Mau Dengar Kritik dari Pakar: Saking Pintarnya, Jadi Goblok
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?